Friday, November 18, 2016

Resahkan Warga, Gempa Malang Banyak Diwarnai Kabar Hoax

Salah satu kabar hoax yang beredar di medsos tentang dampak gempa Malang, Rabu (16/11) malam (istimewa)

MALANGTIMES - Gempa Malang yang terjadi pada Rabu  (16/11/2016) malam diwarnai dengan isu-isu hoax alias bohong besar di media sosial. Banyak kabar di media sosial yang menyatakan bahwa gempa Malang mengakibatkan jalan raya retak, puluhan rumah besar roboh, bahkan Mahameru yang merupakan puncak Gunung Semeru dikabarkan mengalami erupsi akibat adanya gempa.

Untuk meyakinkan masyarakat, para pembuat kabar bohong tersebut juga ikut menyertakan foto-fotonya. Di media sosial misalnya, dikabarkan bahwa jalan di kawasan Sendangbiru mengalami retak lengkap dengan fotonya.

Foto asli dampak gempa di Selandia Baru yang dilansir www.bbc.com yang diambil dan beredar dimedsos sebagai dampak gempa malang

Tentu saja, kabar bohong yang tersebar cepat mengenai gempa Malang dengan skala 6,2 SR tersebut meresahkan warga. 

Media sosial yang digunakan para hoaxer ini di antaranya adalah WA, twitter ,maupun Facebook.
Berbagai gambar dan berita yang membuat masyarakat resah karena menelan mentah-mentah informasi palsu atau hoax ini, di jawab tegas oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang,  Hafie Lutfi.

Dia menyatakan masyarakat jangan sampai termakan isu dan percaya atas kabar hoax di media sosial. "Kami akan keluarkan data resmi atas dampak gempa ini, masyarakat kami anjurkan tenang," ucap Hafie Lutfi, (17/11).
Kabar hoax menyeruak lewat beberapa foto yang memperlihatkan kerusakan parah ruas jalan di Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Jalan terbelah menjadi dua tepat ditengah-tengahnya dengan tulisan akibat gempa rabu malam (16/11).

Ternyata setelah ditelusuri foto tersebut hoax dan tidak terjadi di jalur Sendang Biru. Foto tersebut diambil dari foto bencana di ruas jalan utara Christcruch Selandia Baru yang dilansir oleh www.bbc.com.

Selain foto tersebut, beredar juga sebuah foto yang di sinyalir gunung Mahameru dengan tulisan imbas gempa Malang mengakibatkan erupsi di Mahameru.

Maraknya kabar hoax yang membuat masyarakat resah ditambah munculnya pesan berantai di media sosial tentang adanya gempa susulan yang lebih besar dan menimbulkan tsunami, sekali lagi ditegaskan Hafie Lutfie agar masyarakat tenang.

"Seluruh komponen dari pemerintahan akan terus memantau dan memberikan informasi valid kepada masyarakat. Jadi sekali lagi jangan termakan kabar hoax yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

0 comments:

Post a Comment