Showing posts with label NU. Show all posts
Showing posts with label NU. Show all posts

Wednesday, November 23, 2016

Kisah Cinta Kiai Abbas Pada NU

Kisah Cinta Kiai Abbas Pada NU

Namanya tak asing lagi di kalangan warga nahdliyin Banyuwangi. Sebagai pemangku salah satu pondok sepuh dan besar, Pesantren Al-Azhar Sempu,  nama KHR. abbas Hasan begitu tersohor. Keilmuwan dan karomah turunan kedelapan Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung itu telah diakui oleh para santri dan umatnya.

Kiai Abbas terlahir pada tahun 1853 M di tengah keluarga Keraton Yogyakarta yang religius. Akan tetapi,  ayahandanya, Raden Hasan Munadi, tak kerasan tinggal di lingkungan keraton. Ia menganggap banyak hal dari kebiasaan keraton yang tak sesuai dengan prinsip keagamaan yang diyakininya.

Tumbuh di keluarga yang religius, Abbas belia pun akrab dengan dunia pesantren yang menjadi kawah candradimuka pendidikan agama. Pesantren yang pertama kali menjadi tempat belajar Kiai Abbas adalah Pesantren Lirab, Kebumen, Jawa Tengah. Kemudian ia melanjutkan ke Pesantren Bendo, Pare, Kediri. Selang beberapa waktu, ia berpindah ke Pesantren Kademangan, Bangkalan dibawah asuhan Syaikhona Kholil.

Di pesantren yang terakhir ini, Kiai Abbas dinikahkan dengan Hafsatun oleh Syaikhona Kholil. Setelah menikah, Syaikhona Kholil menyuruh Kiai Abbas untuk menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu di Hijaz sana. Konon, dalam perjalanan ke Timur Tengah itu, Kiai Abbas menyempatkan diri untuk belajar di Al-Azhar, Kairo. Kelak, dari nama itulah, Pesantren Tugung ia berinama Al-Azhar.

Seusainya menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu di tanah Arab, Kiai Abbas kembali lagi ke Madura untuk menemui gurunya dan istrinya. Betapa kagetnya Kiai Abbas sesampainya di Bangkalan. Guru yang amat ia patuhi, Syaikhona Kholil, menyuruhnya untuk menceraikan istrinya yang terlanjur ia cintai itu. Tak hanya itu, Syaikhona Kholil juga mengusir Kiai Abbas.

Meski secara logika perintah tersebut memberatkan, Kiai Abbas tetap mematuhinya. Ia yakin perintah gurunya yang dikenal waliyullah itu memiliki rahasia tersendiri. Akhirnya Kiai Abbas menceraikan Hafsatun dan minggat dari Madura menuju ke Banyuwangi, sebagaimana yang diisyarahkan oleh gurunya ketika mengusir.

Sesampainya di Banyuwangi, Kiai Abbas diambil menantu oleh Kiai Hafidz, pendiri Pesantren Tugung, Sempu. Ternyata di pesantren tersebut, kebesaran nama Kiai Abbas bersinar terang.

NU

Reputasi Kiai Abbas sebagai santri Syaikhona Kholil tak lantas menjadikannya "ujug-ujug" bergabung dengan NU yang notabane-nya didirikan atas petunjuk dari gurunya tersebut. NU yang didirikan oleh KH. Hasyim Asyari tahun 1926 dan setahun berikutnya mulai dirintis di Banyuwangi oleh KH Saleh Syamsudin Lateng, tak langsung menjadikan ia untuk terlibat.

Ada beberapa kemungkinan Kiai Abbas tak langsung melibatkan diri pada NU. Yang paling memungkinkan adalah karena urgensitas NU masih belum diperlukan oleh Kiai Abbas untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di daerahnya.

Namun, keraguan Kiai Abbas pada NU tak berlangsung selamanya. Pada tahun 1944 tatkala NU Blambangan berdiri, Kiai Abbas mulai aktif terlibat. Hal ini tak terlepas dari peran KH. Dimyathi Syafi'i selaku Rois Syuriah PCNU Blambangan. Awalnya, Kiai Dimyathi kesulitan untuk meyakinkan saudara iparnya tersebut untuk terlibat dikepengurusan NU. Tak habis akal, Kiai Dimyathi mengajak Kiai Abbas ke Surabaya untuk mengikuti acara NU. Besar kemungkinan acara tersebut adalah Muktamar ke-14 NU.

Di forum itulah, pandangan Kiai Abbas kepada NU berubah. Seketika, ia berkenan untuk terlibat dalam kepengurusan NU. Berbagai kegiatan NU, ia aktif menghadirinya.

Ia pun mengajak semua santri dan jamaahnya untuk masuk dan terlibat di NU.  Baginya, keterlibatan di NU adalah jalan menuju kepada kemaslahatan. Pesan itu ditegaskan dihadapan para santri dalam berbagai kesempatan. Sebagaimana yang dituturkan oleh H. Fauzan, salah seorang santrinya.

Saat itu, ketika pengajian kitab Riyadush Sholihin, Kiai Abbas berpesan:

"Kalau kalian tidak ingin sengsara, jangan keluar dari ini," pesan Kiai Abbas seraya menunjuk lambang NU.

***

Demikian kisah cinta Kiai Abbas pada NU. kecintaan yang patut diteladani bagu kita-kita. Semoga keterlibatan kita di NU, benar-benar menjadi maslahah - fidinni wal dunya wal akhirat - bagi kita. Amin.

Ila hadrati Kiai Abbas al fatihah

Tuesday, November 22, 2016

GUS DUR, TNI AL & TNI AU

Asisten Presiden KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) yang bertugas di Istana Negara Berlatar belakang TNI Angkatan Laut yang konon tidak Bisa Berenang.
Beliau TNI AL sering digoda dan diusili oleh para ajudan Presiden di hadapan GUS DUR.

" Lapor Pak Presiden, ini Lho ajudan Bapak, Masak TNI AL kok tidak bisa Berenang, kata mereka di hadapan Gus Dur.

Seketika itu Si asisten TNI AL langsung tegang,malu, melotot, tak menyangka bila ada yang bertindak nekat lapor hal hal sensitif.

Namun Presiden Gus DUr malah merespon dengan nada datar - datar saja,

Gus Dur Menjawab, " Lha itu, ada dari TNI Angkatan Udara juga nggak Bisa Terbang Kok..!!!!

Dan orang orang Disekitar Gus DUr tertawa terbahak bahak dengan jawaban itu.

Monday, November 21, 2016

Habib Luthfi: Jangan Terprovokasi Pengganggu Stabilitas NKRI!


Wasdiun, NU Online | Add By Mahbib | Jumat, 28 Oktober 2016 09:00

Brebes, NU Online

Rais ‘Amm Jam’iyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdiyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah dari penjajah tetapi karena wirid santri dan perjuangan para ulama serta pejuang lainnya.

Ia menyampaikan hal itu saat berceramah dalam peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (25/10) malam lalu. Perjuangan tersebut, katanya, tanpa mengenal lelah selama ratusan tahun dengan mengorbankan harta benda bahkan nyawa.

Untuk itu, Habib berpesan agar pemuda NU jangan terprovokasi dengan isu-isu yang mengganggu stabilitas NKRI. Sebagai penerus kemerdekaan bangsa, pemuda harus terus kobarkan semangat perjuangan. Para pendahulu NU seperti Hadratusyaikh KH Hasyim Asya'ri, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri, KH Abdul Abbas Djamil telah lama berjuang di medan juang. “Apa sekarang yang bisa kalian berikan untuk NKRI?” tanya habib kepada ribuan pengunjung.

Peringatan Hari Santri Nasional yang digelar IPNU-IPPNU dam Gerakan Pemuda Ansor Ketanggungan juga diisi dengan Festival Hadrah. Ketua Panitia Lomba Hadrah Ahmad Muzaki menjelasakan, lomba ini diikuti 15 peserta di halaman Masjid Jami Murni Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, Brebes. 

Sebagai juara 1 grup hadrah Pancasona dari ranting IPNU Kubangsari, juara 2 Al-Ikhsaniyatuniswah dari ranting IPPNU Padakaton, juara 3 dari ranting Nurul Fattah IPNU Cikeusal Kidul. Acara ini dimeriahkan grup hadrah Az-Zahir pimpinan Al Habib Ali Zainal Abidin As-segaf dari Kota Tegal.

Sementara penceramah lain Dr H Muhammad Abbas Fuad Hasyim MA dari Pesantren Buntet Cirebon  mengajak para pemuda NU untuk terus memegang teguh Aqidah Ahlusunah wal jama'ah An-Nahdliyah yang sudah dianut para ulama NU. Jangan sampai terjerumus aliran-aliran yang tidak jelas. IPNU dan Ansor sebagai wadah pemuda NU diharap aktif bergerak melakukan kegiatan yang bisa menyentuh masyarakat. (Wasdiun/Mahbib)

Baca Juga

Habib Syech: Jadilah Seperti Gula Dalam Kopi

Habib Ali Assegaf: Kita Harus Berterima Kasih kepada Mbah Hasyim

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

 

  

KONTAK

Nahdlatul Ulama
Jl. Kramat Raya 164
Jakarta 46133 - Indonesia
redaksi[at]nu.or.id

MEDIA PARTNER

164 Channel











© 2016 NU Online. All rights reserved. Nahdlatul Ulama

Yenny Wahid di Metro TV

Tadi malam Mbak Yeni di Metro TV.

Beliau mendukung Seruan KEBHINEKAAN yg di gagas oleh mbak Maria.

Mbak Yeni mengatakan Hanya segelintir orang saja yg bikin BERISIK, Yg harus di luruskan.
Kalau tidak di luruskan Maka isu Sara akan membuat sedikit problem.

Kalau Sudah Semua kita serahkan pada kepolisian . Terus mau Demo lagi itu namanya , Tak tahu diri, dan sengaja akan bikin Ricuh .

Seruan Kebhinekaan yg di gagas mbak Maria,  di Respon Baik Sama Mbak Yenny Wahid, Sebagai wujud Tanggung Jawab utk tetep menjaga NKRI.

Mungkin Parade kebhinekaan adalah wujud Tandingan supaya orang2 yg demo tidak Nglunjak, dan sok2 an.

Parade Kebhinekaan ini akan melibat kan orang2 yg cinta Indonesia dgn berbagai suku dan agama. dan kata mbak Yenny supaya berlangsung tertib dan di wujudkan di daerah masing2.

Yg Demo kemarin hanya Ratusan Ribu orang, mengapa harus di besar2kan sama media.
kalau di Banding Warga NU yg 83 juta lebih tentu tidak sebanding.

NU akan menjaga kebhinekaan demi tegaknya NKRI.

salam damai
tetep semangat.

Rachma Ariffin

Sunday, November 20, 2016

KH. Said Aqil

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj yang sering dituduh sesat dan dicap Liberal. Namun, semoga Fakta-fakta berikut ini dapat membuka mata kita lebar-lebar, sehingga kita bisa belajar dari ketawadluan beliau.

Sahabat karib Gus Dur, yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PBNU ini memang sangat humoris. Kendati demikian masih banyak orang-orang yang membenci beliau. Bahkan guyonan-guyonan beliau sering dipelintir dan dianggap menyesatkan. Namun, masya Allah beliau tidak pernah marah, apalagi membalas mereka yang memusuhi beliau.

Walaupun beliau memiliki silsilah nasab yang sangat terhormat, dari walisongo hingga Rasulullah Saw, namun beliau tidak pernah mau menonjolkan nasab beliau.

Berikut inilah Silsilah Nasab KH Said Aqil Siradj Versi data Kesultanan Cirebon (Oleh Raden Linawati, ranji.sarkub.com:
• Nabi Muhammad SAW
• Fatimah Az-Zahra
• Al-Imam Sayyidina Hussain
• Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
• Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
• Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
• Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin
• Sayyid Muhammad An-Naqib bin
• Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi bin
• Ahmad al-Muhajir bin
• Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin
• Sayyid Alawi Awwal bin
• Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
• Sayyid Alawi Ats-Tsani bin
• Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin
• Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
• Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
• Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad, India) bin
• Sayyid Abdullah Al-’Azhomatu Khan bin
• Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin
• Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan bin
• Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan @ ‘Ali Nurul ‘Alam
• Sayyid ‘Umadtuddin Abdullah Al-Khan bin
• Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah Al-Khan
• Pangeran Pasarean @ Pangeran Muhammad Tajul Arifin
• Pangeran Dipati Anom @ Pangeran Suwarga @ Pangeran Dalem Arya Cirebon
• Pangeran Wirasuta ( Adik Kadung Panembahan Ratu )
• Pangeran Dipati Anom @ Pangeran Rana Menggala
• Pangeran Dalem Sepuh Kang Sedo ing Gebang
• Pangeran Dalem Anom @ Pangeran Sutajaya ingkang Sedo ing Tambak
• Pangeran Kebon Agung @ Pangeran Sutajaya V
• Pangeran Senopati @ Pangeran Bagus
• Pangeran Punjul @ Raden Bagus @ Pangeran Penghulu Kasepuhan
• Raden Ali
• Raden Muriddin
• KH Raden Nuruddin
• KH Murtasim ( Kakak dari KH Muta’ad Benda Kerep )
• KH Said ( Pendiri Gedongan )
• KH Siraj
• KH Aqil
• KH Said Aqil Siraj ( Ketua PBNU )

#disusun oleh Raden Ayu Linawati Penulis Ranji Sarkub

Ulama sejati adalah ulama yang merangkul, bukan memukul. Ulama yang mencintai kedamaian bukan permusuhan. Ulama yang mementingkan kepentingan umat daripada kepentingan sendiri.

Semoga beliau panjang umur dan sehat selalu Aamiin.

NU ITU ORGANISASI PALING ANEH

(di baca alon alon... )

Ketika seorang peneliti dari Australia menemukan data arsip tentang jangka waktu organisasi di AD/ART pertama, dia menemukan tulisan bahwa organisasi ini (NU) didirikan pada tahun 1926 hingga 29 tahun berikutnya.

Ini aneh, sebab umumnya tidak ada satupun organisasi yang membatasi waktunya. Peneliti ini kemudian menanyakan kepada Gus Dur, "ini apa maknanya?", Gus Dur pun kaget, dan menjawab, "mana saya tahu maksudnya, yang merumuskan sudah wafat semua". Kemudian Gus Dur mengamati dari perspektif sejarah, ternyata setiap 29 tahun, NU mengalami perubahan. 1926 sebagai organisasi sosial keagamaan, 29 tahun berikutnya menjadi partai politik dan menjadi organisasi yang berafiliasi dengan partai politik, 29 tahun berikutnya (1984) berubah lagi menjadi organisasi sosial keagamaan (khittah 1926: konsentrasi dakwah dan pendidikan). 29 tahun berikutnya, 2013 NU menjadi gerakan civil society.

Di kondisi ini Gus Dur selalu memerintahkan NU banyak membicarakan lokalitas. Dan hasilnya, "Islam Nusantara sebagai paradigmanya dalam membangun peradaban dunia". Ini persiapan Gus Dur menghadapi perubahan 29 tahun berikutnya pada tahun 2042 sebagai organisasi penyangga perdamaian dunia.

Saya memetik dari peristiwa ini bahwa para pendiri NU dan sekaligus pendiri bangsa dan negara ini bukan orang sembarangan. Mereka adalah kiai-kiai ma'rifat billah. Mereka sudah tahu setiap 29 tahun mesti akan terjadi perubahan di NU.

Jadi, kaitannya dengan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 dan Pancasila sebagai pilihan paling final saya yakini benarnya. Sebab diputuskan oleh kiai-kiai yang ma'rifat.

[KH. Maman Imanul Haq, Ketua LDNU]

PBNU Minta Masyarakat Tak Gulirkan Wacana Pemakzulan Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta masyarakat tak menggulirkan wacana pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo.

Apalagi, jika pemakzulan tersebut memanfaatkan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Said mengatakan, Presiden tak bisa diturunkan tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas.

Pasalnya, sistem pemerintahan presidensial telah menjamin bahwa Kepala Negara tidak bisa diberhentikan ketika memerintah, kecuali jika melanggar konstitusi.

"Dalam sistem presidensial tidak mengenal diturunkan di tengah jalan, kecuali kalau ada pelanggaran paling prinsip melanggar Pancasila dan UUD 1945," kata Said usai konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Menurut Said, Presiden baru bisa diberhentikan jika telah lima tahun menjabat sesuai aturan yang ada.

Dia berharap tak ada lagi kasus pemberhentian presiden tanpa alasan yang jelas, seperti yang menimpa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 2001.

"Selama tidak ada pelanggaran sangat fatal tidak boleh diturunkan di tengah jalan lima tahun baru bisa. Jangan sampai peristiwa Gus Dur itu terulang kembali," ujar Said.

Said mengatakan, NU akan selalu menghormati siapa pun yang menjabat sebagai Presiden RI, termasuk Jokowi.

Menurut Said, penghormatan itu dilakukan karena NU berpegang pada konstitusi yang berlaku di Indonesia.

"NU akan selalu di belakang konstitusi. Siapa pun presidennya kalau itu memang dipilih oleh rakyat harus kita hargai dan kita hormati," ucap Said.

Renungan dari Kh. Said Aqil

Pesan menyejukkan dari Prof. Dr. K.H Said Aqil Siradj MA. di dalam kitab Ad-durratun Nafisah Min Syuruh Al-akbar Athoiyyah, Syaikh Abu Al-hasan Asy-syadzily pernah berkata :

"Mata hati sama halnya mata kepala. Jika ada sesuatu yang masuk ke dalam mata kepala, maka akan mengganggu penglihatan. Bila gangguan itu semakin parah, akan menyebabkan kebutaan. Demikian pula bila ada bisikan buruk dalam sanubari, maka akan mengganggu penglihatan, mengotori pikiran, dan juga menghilangkan keinginan untuk melakukan kebaikan. Melakukan keburukan juga dapat mengikis amalan kebaikan seseorang. Bila ia terus menerus melakukan keburukan itu, maka amalan shaleh akan terlepas dari dirinya. Dengan demikian, ketika keburukan sampai pada puncaknya, yaitu mencaci umat, berbuat kedzaliman, mencintai harta, pangkat, dan jabatan duniawi, maka Islam secara keseluruhan akan terlepas dari dirinya. Janganlah engkau tertipu dengan nama Islam pada lahirnya saja (tanpa ada ruhnya), sedangkan ruh Islam adalah mencintai Allah, Rasulullah, dan mencintai Ahlu Bait serta orang-orang shaleh".

Renungan spiritual ini menjadi teguran buat kita semua. Kini keterbukaan dunia, lewat berbagai media, media digital, menimbulkan berseliwerannya fitnah, caci maki dan angkara murka. Di tengah-tengah degradasi moral tersebut, kita sepantasnya mengingat kembali jalan spiritual tasawuf, karena boleh jadi kita telah berislam, tetapi hanya luar dan kulitnya saja, sedangkan hati dan batin kita masih penuh kedustaan dan terus mengikuti keberadaan Allah.

QANUN ASASI

Muqaddimah Qanun Asasi
Sebagai Garis Perjuangan dan Jati Diri Nahdlatul Ulama

(Pidato Rois Akbar Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, pada Saat didirikannya NU
16 Rajab 1344 H di Surabaya)

Diterjemahkan oleh K.H.A. Musthofa Bisri, Rembang, menjelang Muktamar ke 27 di Situbondo

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al Qur’an kepada hambanya agar menjadi pemberi peringatan kepada sekalian umat dan menganugerahinya hikmah serta ilmu tentang sesuatu yang Ia kehendaki. Dan barangsiapa dianugerahi hikmah, maka benar-benar mendapat keberuntungan yang melimpah.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Wahai nabi, Aku utus engkau sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan penyeru kepada (agama) Allah serta sebagai pelita yang menyinari.” (Q.S. Al Ahzab:45-46)
“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana, peringatan yang baik dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmulah yang mengetahui siapa yang sesat dari jalan Nya dan Dia Maha Mengetahui orang-orang yang mendapat hidayah.” (Q.S. An Naml:125)
“Maka berilah kabar gembira hamba-hambaKu yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang paling baik dari nya. Merekalah orang-orang yang diberi hidayah oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal.” (Az Zumar:17-18)
“Dan katakanlah: segala puji bagi Allah yang tak beranakkan seorang anakpun, tak mempunyai sekutu penolong karena ketidak mampuan. Dan agungkanlah seagung-agungnya.” (Q.S. al Kahfi:111)
“Dan sesungguhnya inilah jalan Ku (agama Ku) yang lurus, maka ikutilah dia dan jangan ikuti berbagai jalan (yang lain) nanti akan mencerai-beraikan kamu dari jalan Nya. Demikianlah Allah memerintahkan agar kamu semua bertagwa.” (Q.S. Al An’am 153)
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan ta’atilah Rasul; serta ulil amri diantara kamu, kemudian jika kamu berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan Rasul kalau kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang demikian itu lebih bagus dan lebih baik kesudahannya.” (Q.S. An Nisa’:59)
“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al A’raf: 157)
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) pada berdo’a: Ya Tuhan ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami beriman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Hasyr:10)
“Wahai manusia, sesungguhnya Aku telah menciptakan kamu dari seorang lelaki danseorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah diantara kamu semua.” (Q.S. Al Hujurat:13)
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba Nya hanyalah Ulama.” (Q.S. Al Fathir:58)
“Diantara orang-orang yang mukmin ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah, lalu diantara mereka ada yang gugur dan diantara mereka ada yang menunggu, mereka sama sekali tidak merubah (janjinya).” (Q.S. Al Ahzab:23)
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan beradalah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (Q.S. At Taubah:119)
“Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada Ku.” (Q.S. Luqman:15)
“Maka bertanyalah kamu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Anbiya’:7)
“Adapun orang-orang yang dalam hati mereka terdapat kecenderungan menyeleweng, maka mereke mengikuti ayat-ayat yang metasyabihat dari padanya untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Sedangkan orang-orang yang mendalam ilmunya mereka mengatakan, ‘Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat itu, semuanya dari sisi Tuhan kami.’ Dan orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran (dari padanya).” (Q.S. Ali Imron:7)
“Barang siapa menentang Rasul setelah petunjuk jelas padanya dan dia mengikuti selain ajaran-ajaran orang mukmin, maka Aku biarkan ia menguasai kesesatan yang telah dikuasainya (terus bergelimang dalam kesesatan) dan Aku masukkan ke neraka jahanam. Dan neraka jahanan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali;” (Q.S. An Nisa’:115)
“Takutlah kamu semua akan fitnah yang benar-benar tidak hanya khusus menimpa orang-orang dzalim diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat dahsyat siksa Nya.” (Q.S. Al Anfal:25) “Janganlah kamu bersandar kepada orang-orang dzalim, maka kamu akan disentuh api neraka.”
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, diatasnya berdiri Malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (Q.S. At Tahrim:6)
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang mengatakan, ‘Kami mendengar’, padahal mereka tidak mendengar.” (Q.S. Al Anfal:21)
“Sesungguhnya seburuk-buruk mahluk melata, menurut Allah, ialah mereka yang pekak (tidak mau mendengar kebenaran) dan bisu (tidak mau bertanya dan menuturkan kebenaran) yang tidak berpikir.” (Q.S. Al Anfal:22)
“Dan hendaklah ada diantara kamu, segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemungkaran. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imron:104).
“Dan saling tolong menolong kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa; janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat dahsyat siksa Nya.” (Q.S. Al Maidah:2)
“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu serta berjaga-jagalah (menghadapi serangan musuh diperbatasan). Dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Ali Imran:200)
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan jangan kamu bercerai-berai, dan ingatlah ni’mat Allah yang dilimpahkan kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan lalu Allah merukunkan antara hati-hati kamu, kemudian kamu pun (karena ni’matnya) menjadi orang-orang yang bersaudara.” (Q.S. Ali Imron:103)
“Dan janganlah kamu saling bertengkar, nanti kamu jadi gentar dan hilang kekuatanmu dan tabahlah kamu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang tabah.” (Q.S. Al Anfal:46).
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu dirahmati.” (Q.S. Alhujurat:10)
“Kalau mereka melakukan apa yang dinasehatkan kepada mereka, niscaya akan lebih baik bagi mereka dan memperkokoh (iman mereka). Dan kalau memang demikian, niscaya Aku anugerahkan kepada mereka pahala yang agung dan Aku tunjukkan mereka jalan yang lempang.” (Q.S. An Nisa’:66-68).
“Dan orang-orang yang berjihad dalam (mencari) keridloanku, pasti Aku tunjukkan mereka jalan Ku, sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al Ankabut:69)
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu untuknya dan bersalamlah dengan penuh penghormatan.” (Q.S. Al Ahzab:56). “… Dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka (Muhajirin dan Anshar) dengan baik, Allah ridla kepada mereka.”

Amma Ba’du.
Sesungguhnya pertemuan dan saling mengenal persatuan dan kekompakan adalah merupakan hal yang tidak seorangpun tidak mengetahui manfaatnya. Betapa tidak. Rasulullah SAW benar-benar telah bersabda yang artinya: “Tangan Allah bersama jama’ah. Apabila diantara jama’ah itu ada yang memencil sendiri, maka syaitan pun akan menerkamnya seperti halnya serigala menerkam kambing.”
“Allah ridla kamu sekalian menyembah Nya dan tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun.”
“Kamu sekalian berpegang teguh kepada tali (agama) Allah seluruhnya dan jangan bercerai-berai; Kamu saling memperbaiki dengan orang yang dijadikan Allah sebagai pemimpin kamu; Dan Allah membenci bagi kamu, saling membantah, banyak tanya dan menyia-nyiakan harta benda."
“Jangan kamu saling dengki, saling menjerumuskan, saling bermusuhan, saling membenci dan jangan sebagian kamu menjual atas kerugian jualan sebagian yang lain dan jadilah kamu, hamba-hamba Allah, bersaudara.” (H.R. Muslim)

Suatu ummat bagai jasad yang satu.
Orang-orangnya ibarat anggota-anggota tubuhnya. Setiap anggota punya tugas dan perannya. Seperti dimaklumi, manusia tidak dapat tidak bermasyarakat, bercampur dengan yang lain; sebab seseorang tak mungkin sendirian memenuhi segala kebutuhan-kebutuhannya. Dia mau tidak mau dipaksa bermasyarakat, berkumpul yang membawa kebaikan bagi umatnya dan menolak keburukan dan ancaman bahaya daripadanya. Karena itu, persatuan, ikatan batin satu dengan yang lain, saling bantu menangani satu perkara dan seiya sekata adalah merupakan penyebab kebahagiaan yang terpenting dan faktor paling kuat bagi menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.

Berapa banyak negara-negara yang menjadi makmur, hamba-hamba menjadi pemimpin yang berkuasa, pembangunan jalan-jalan menjadi lancar, perhubungan menjadi ramai dan masih banyak manfaat-manfaat lain dari hasil persatuan merupakan keutamaan yang paling besar dan merupakan sebab dan sarana paling ampuh.

Rasulullah SAW telah mempersaudarakan sahabat-sahabatnya sehingga mereka (saling kasih, saling menyayangi dan saling menjaga hubungan), tidak ubahnya satu jasad; apabila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit, seluruh jasad ikut merasa demam dan tidak dapat tidur.

Itulah sebabnya mereka menang atas musuh mereka, kendati jumlah mereka sedikit. Mereka tundukkan raja-raja. Mereka taklukkan negeri-negeri. Mereka buka kota-kota. Mereka bentangkan payung-payung kemakmuran. Mereka bangun kerajaan-kerajaan. Dan mereka lancarkan jalan-jalan.

Friman Allah, “Wa aatainaahu min kulli syai’in sababa.” “Dan Aku telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.”

Benarlah kata penyair yang mengatakan dengan bagusnya:
“Berhimpunlah anak-anakku bila
Kegentingan datang melanda
Jangan bercerai-berai sendiri-sendiri
Cawan-cawan enggan pecah bila bersama
Ketika bercerai
Satu-satu pecah berderai.”

Sayyidina Ali karramallau wajhah berkata: “Dengan perpecahan tak ada satu kebaikan dikaruniakan Allah kepada seseorang, baik dari orang-orang terdahulu maupun orang-orang yang belakangan.”

Sebab, satu kaum apabila hati-hati mereka berselisih dan hawa nafsu mereka mempermainkan mereka, maka mereka tidak akan melihat sesuatu tempat pun bagi kemaslahatan bersama. Mereka bukanlah bangsa bersatu, tapi hanya individu-individu yang berkumpul dalam arti jasmani belaka.
Hati dan keinginan-keinginan bereka saling berselisih. Engkau mengira mereka menjadi satu, padahal hati mereka berbeda-beda.
Mereka telah menjadi seperti kata orang: “Kambing-kambing yang berpencaran di padang terbuka. Berbagai binatang buas telah mengepungnya. Kalau sementara mereka tetap selamat, mungkin karena binatang buas belum sampai kepada mereka (dan pasti suatu saat akan sampai kepada mereka) atau karena saling berebut, telah menyebabkan binatang-binatang buas itu saling berkelahi sendiri antara mereka. Lalu sebagian mengalahkan yang lain. Dan yang menang pun akan menjadi perampas dan yang kalah menjadi pencuri. Si kambing pun jatuh antara si perampas dan si pencuri.
Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di sepanjang zaman. Bahkan pangkal kehancuran dan kemacetan, sumber keruntuhan dan kebinasaan, dan penyebab kehinaan dan kenistaan. Betapa banyak keluarga-keluarga besar semula hidup dalam keadaan makmur, rumah-rumah penuh dengan penghuni, sampai suatu ketika kalajengking perpecahan merayapi mereka, bisanya menjalar meracuni hati mereka dan syaitanpun melakukan perannya, mereka kucar-kacir tak keruan. Dan rumah-rumah mereka runtuh berantakan.

Sahabat Ali karramallahu wajhah berkata dengan fasihnya: “Kebenaran dapat menjadi lemah karena perselisihan dan perpecahan dan kebatilan sebaliknya dapat menjadi kuat dengan persatuan dan kekompakan.”
Pendek kata siapa yang melihat pada cermin sejarah, membuka lembaran yang tidak sedikit dari ikhwal bangsa-bangsa dan pasang surut zaman serta apa saja yang terjadi pada mereka hingga pada saat-saat kepunahannya, akan mengetahui bahwa kekayaan yang pernah menggelimang mereka, kebangggan yang pernah mereka sandang, dan kemuliaan yang pernah menjadi perhiasan mereka tidak lain adalah karena berkat apa yang secara kukuh mereka pegang, yaitu mereka bersatu dalam cita-cita, seiya sekata, searah setujuan dan pikiran-pikiran mereka seiring. Maka inilah faktor paling kuat yang mengangkat martabat dan kedaulatan mereka, dan benteng paling kokoh bagi menjaga kekuatan dan keselamatan ajaran mereka.

Musuh-musuh mereka tak dapat berbuat apa-apa terhadap mereka, malahan menundukkan kepala, menghormati mereka karena wibawa mereka. Dan merekapun mencapai tujuan-tujuan mereka dengan gemilang. Itulah bangsa yang mentarinya dijadikan Allah tak pernah terbenam senantiasa memancar gemilang. Dan musuh-musuh mereka tak dapat mencapai sinarnya.

Wahai ulama dan para pemimpin yang bertaqwa di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah dan keluarga madzhab imam empat; Anda sekalian telah menimba ilmu-ilmu dari orang-orang sebelum anda, orang-orang sebelum anda menimba dari orang-orang sebelum mereka, dengan jalan sanad yang bersambung sampai kepada anda sekalian, dan anda sekalian selalu meneliti dari siapa anda menimba ilmu agama anda itu.

Maka dengan demikian, anda sekalian adalah penjaga-penjaga ilmu dan pintu gerbang ilmu-ilmu itu. Rumah-rumah tidak dimasuki kecuali dari pintu-pintu. Siapa yang memasukinya tidak melalui pintunya, disebut pencuri. Sementara itu segolongan orang yang terjun ke dalam lautan fitnah; memilih bid’ah dan bukan sunnah-sunnah Rasul dan kebanyakan orang mukmin yang benar hanya terpaku. Maka para ahli bid’ah itu seenaknya memutar balikkan kebenaran, memunkarkan makruf dan memakrufkan kemunkaran.

Mereka mengajak kepada kitab Allah, padahal sedikitpun mereka tidak bertolak dari sana. Mereka tidak berhenti sampai di situ, malahan mereka mendirikan perkumpulan pada perilaku mereka tersebut. Maka kesesatan semakin jauh. Orang-orang yang malang pada memasuki perkumpulan itu. Mereka tidak mendengar sabda Rasulullah SAW:
“Fandhuru ‘amman ta’khudzuuna dienakum.” Maka lihat dan telitilah dari siapa kamu menerima ajaran agamamu itu."
“Sesungguhnya menjelang hari kiamat, muncul banyak pendusta.”
“Janganlah kamu menangisi agama ini bila ia berada dalam kekuasaan ahlinya. Tangisilah agama ini bila ia berada di dalam kekuasaan bukan ahlinya.”
Tepat sekali sahabat Umar bin Khattab radliyallahu ‘anhu ketika berkata: “Agama Islam hancur oleh perbuatan orang munafiq dengan Al-Qur’an.”

Anda sekalian adalah orang-orang yang lurus yang dapat menghilangkan kepalsuan ahli kebathilan, penafsiran orang yang bodoh dan penyelewengan orang-orang yang over acting; dengan hujjah Allah, Tuhan semesta alam, yang diwujudkan melalui lesan orang yang ia kehendaki. Dan anda sekalian kelompok yang disebut dalam sabda Rasulullah SAW: “Anda sekelompok dari umatku yang tak pernah bergeser selalu berdiri tegak diatas kebenaran, tak dapat dicederai oleh orang yang melawan mereka, hingga datang putusan Allah.”

Marilah anda semua dan segenap pengikut anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk Jam’iyyah yang diberi nama “Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” ini. Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa raga.

Ini adalah jam’iyyah yang lurus, bersifat memperbaiki dan menyantuni. Ia manis terasa di mulut orang-orang yang baik dan bengkal di tenggorokan orang-orang yang tidak baik. Dalam hal ini hendaklah anda sekalian saling mengingatkan dengan kerjasama yang baik, dengan petunjuk yang memuaskan dan ajakan memikat serta hujjah yang tak terbantah.
Sampaikan secara terang-terangan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, agar bid’ah-bid’ah terberantas dari semua orang. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku di caci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang.”

Allah SWT berfirman: “Wa ta’awanuu ‘alalbirri wattaqwa”. Dan saling tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa kepada Allah.
Sayyidina Ali karramallahu wajhah berkata: “Tak seorang pun (betapapun lama ijtihadnya dalam amal) mencapai hakikat taat kepada Allah yang semestinya. Namun termasuk hak-hak Allah yang wajib atas hamba-hamba Nya adalah nasehat dengan sekuat tenaga dan saling bantu dalam menegakkan kebenaran diantara mereka.”

Tak seorangpun (betapapun tinggi kedudukannya dalam kebenaran, dan betapapun luhur derajat keutamaannya dalam agama) dapat melampaui kondisi membutuhkan pertolongan untuk memikul hak Allah yang dibebankan kepadanya. Dan tak seorangpun (betapa kerdil jiwanya dan pandangan-pandangan mata merendahkannya) melampaui kondisi dibutuhkan bantuannya dan dibantu untuk itu. (“Artinya tak seorangpun betapa tinggi kedudukannya dan hebat dalam bidang agama dan kebenaran yang dapat lepas tidak membutuhkan bantuan dalam melaksanakan kewajibannya terhadap Allah, dan tak seorangpun betapa rendahnya, tidak dibutuhkan bantuannya atau diberi bantuan dalam melaksanakan kewajibannya itu”. (Penterjemah).

Tolong menolong atau saling bantu pangkal keterlibatan umat-umat. Sebab kalau tidak ada tolong menolong, niscaya semangat dan kemauan akan lumpuh karena merasa tidak mampu mengejar cita-cita. Barang siapa mau tolong menolong dalam persoalan dunia dan akhiratnya, maka akan sempurnalah kebahagiaannya, nyaman dan sentosa hidupnya.

Sayyidina Ahmad bin Abdillah As Saqqaf berkata: “Jam’iyyah ini adalah perhimpunan yang telah menampakkan tanda-tanda menggembirakan, daerah-daerah menyatu, bangunan-bangunannya telah berdiri tegak, lalu kemana kamu akan pergi? Kemana?”

“Wahai orang-orang yang berpaling, jadilah kamu orang-orang pertama, kalau tidak orang-orang yang menyusul (masuk jam’iyyah ini). Jangan sampai ketinggalan, nanti suara penggoncang akan menyerumu dengan goncangan-goncangan.
“Mereka (orang-orang munafiq itu) puas bahwa mereka ada bersama orang-orang yang ketinggalan (tidak masuk ikut serta memperjuangkan agama Allah). Hati mereka telah dikunci mati, maka mereka pun tidak bisa mengerti.” (Q.S. At Taubah:17)
“Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (Q.S. Al A’raf:99). Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau memberi hidayah kepada kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi Mu; sesungguhnya Engkau Maha Penganugerah. (Q.S. Ali Imron:8)
Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, hapuskanlah dari diri-diri kami kesalahan-kesalahan kami dan wafatkan kami beserta orang-orang yang berbakti. (Q.S. Ali Imron:193). Ya Tuhan kami, karuniakanlah kami apa yang Engkau janjikan kepada kami melalui utusan-utusan Mu dan jangan hinakan kami pada hari kiyamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji. (Q.S. Ali Imron:194)

Friday, November 18, 2016

RESUME WAWANCARA KH. MAIMUN ZUBAIR

(Majalah Aula, Edisi November 2016)

1. Nasab ada 2; keilmuan dan keturunan. Segala pengetahuan maka itu adalah keilmuan. Ukuran keilmuan adalah kembalinya kepada Alquran yg utama.

2. Masa sekarang, tidak lagi memikirkan hadist atau bukan. Agama itu rasio. Ada dalil aqli dan naqli. Selama dalil aqli tidak bertentangan dg naqli maka bisa dijadikan hukum.

3. Sanad keilmuan itu penting. Karena itu pokok dan menjadi syarat bahwa ilmu itu benar2 berasal dari Nabi Muhammad, Sang sumber ilmu.

4. Zaman sekarang, banyak orang paham Alquran dr terjemah. Malah terkadang hafal Alquran tdk tahu artinya. Dulu, orang hafal Alquran pasti alim, tp sekarang yang hafal Alquran umumnya justru malah perempuan. Kita harus hati2. Jangan berkiblat pada terjemah Alquran atau kitab, apalagi internet.

5. Ini akhir zaman, orang islam pintar2 karena pakai huruf latin atau terjemahan. Jarang sekali ada skripsi pakai Bahasa Arab. Jadi, yg baru harus kita terima, tp yg dulu harus kita pertahankan. Itu sudah qodho' Allah.

6. Sekarang, tdk ada negara khilafah. Semua negara nasional. Dulu, orang haji semua pakai bendera islam. Tp sekarang, semua pakai bendera nasional masing2.

7. Kita harus junjung tinggi bangsa ini. Nabi sendiri menjunjung tinggi Bangsa Arab, karena nabi orang Arab. Sehingga arab menjadi penguasa dan panutan bagi bangsa2 lain.

8. Syiir syubbanul wathon itu karya Mbah Wahab. Saya dapatkan dr abah saya, abah saya dr Mbah Wahab. Pertama kali saya berikan kepada Nusron, ketua GP Anshor saat itu. Karena segala perubahan itu berawal dr anak muda. Indonesia merdeka karena semangat pemuda pada 28 Oktober.

9. Selisih itu bawaan manusia. Kalau ingin maju, buat bersatu tapi tetap boleh beda. Itulah konsep Bhinneka Tunggal Ika. Kalau hanya islam tdk akan mampu mempersatukan Indonesia. Nasional harus kita samakan dg keislaman. Sehingga beda tapi sama, sama tapi beda.

10. Semua agama menunjukkan kebaikan. Sebab agama itu punya 4 titik kesamaan;
Pertama, menjaga jiwa
Kedua, menjunjung akal
Ketiga, melestarikan keturunan
Keempat, menjaga bahwa manusia adalah ciptaan Allah yg paling mulia.

11. Ahok sudah minta maaf. Kita minta seluruh umat islam utk tenang dan meredam amarah. Jangan dibesar-besarkan. Jika bisa diredam maka persatuan juga bisa dijaga. Jika umat islam Jakarta memang tak mau memilihnya karena faktor agama ya jangan dibesar-besarkan sehinggu memicu isu SARA.

KOMPETISI ESAI NU ONLINE

*AYO IKUT...* 📢

*KOMPETISI PENULISAN ESAI NU ONLINE*

*Tema* 📚

_1. Islam Damai_
_2. Bhineka Tunggal Ika_
_3. Kewarganegaraan_

✍ *Pilihan Bentuk Tulisan* ✍

👳 _*Tokoh inspirasi*_, mengulas soal kiprah figur—baik populer maupun tidak—dalam perjuangan menciptakan perdamaian, mewujudkan harmoni dalam keberagaman, mendukung terciptanya hidup keberwarganegaraan yang sehat.

📿 _*Peristiwa*_, meliputi sejarah atau kasus faktual yang menyinggung ketiga tema itu agar menjadi i‘tibar bagi masa depan Islam yang damai, berperadaban dengan kebhinnekaan, mendukung keadilan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

🔮 _*Gagasan*_, menyodorkan pandangan penulis seputar tiga tema tersebut, baik tentang temuan baru, langkah-langkah strategis, ataupun solusi alternatif.

*Ketentuan:* 📜

1. Lomba untuk umum
2. Karya bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media manapun, serta tidak sedang diikutkan dalam perlombaan yang serupa.
3. Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu naskah. 
4. Hak publikasi naskah yang telah dikirim menjadi milik panitia.

*Panduan:* 📝

1. Peserta mengirim naskah ke alamat email: lomba@nu.or.id 
2. Naskah esai terdiri atas 2500-3000 kata.
3. Judul naskah bebas, disesuaikan dengan tema dan topik lomba
4. Naskah esai dikirimkan dalam format MS Word
5. Font Time New Roman, 12, spasi 1.5
6. Format file Rich Text Format dalam kertas A4

*Pengiriman naskah:* ⏳
1 November-31 Desember  2016

*Pengumuman pemenang:* 📩
31 Januari 2017

*Hadiah*: 🎁
*Juara I :* 5 juta, sertifikat, tropi
*Juara II :* 3 juta, sertifikat, tropi
*Juara III :* 2 juta, sertifikat, tropi
*Juara Harapan 1-3 :* 1 Juta rupiah

Pemuda NU

*Refleksi pagi*

Pemuda NU adalah pemuda yang mempunyai semangat “al-Muhafadhotu ‘ala qadimi al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah” (menjaga tradisi-tradisi lama sembari menyesuaikan dengan tradisi-tradisi modern yang lebih baik). Upaya-upaya yang dimaksud adalah mengembangkan sejumlah khazanah-khazanah keislaman yang toleran dan terbuka terhadap perbedaan serta kontekstualisasi dengan zaman kekinian.
Bentuk semangat pemuda dalam membangun bangsa ada 3 yaitu:
1. Peningkatan mutu diri (life skill)
2. Membangun komunikasi dan mencari jaringan pertemanan seluas-luasnya
3. Membangun potensi kemandirian (ekonomi yang kuat).
Mari kita tebar generasi NU sebagai generasi yang rahmatalil 'alamin.
*Selamat belajar, berjuang dan bertaqwa*

Blitar,12-11-2016
Dr.H.M.Arif Faizin (Aktivis Muda NU Blitar)