Poin pembahasan dlm hal ini adalah masalah Qodho n Qodar.
Allah swt berfirman:
واللّه خلقكم وما تعملون
Allah lah yg menciptakanmu dan menciptakan perbuatanmu.
وما رميت اذ رميت ولكن اللّه رمى
Tidaklah kamu yg melempar tatkala kamu melempar, akan tetapi Allahlah yg melempar.
#kedua ayat tsb adalah ayat yg qath'i dalalatan wa tsubutan. Tidak bisa ditakwil lagi. Bahwa Allah lah yang menciptakan perbuatan kita, di samping menciptakan kita.
Contoh ketika kita melakukan perbuatan makan minum mk Allah lah yg menciptakan perbuatan makan minum tsb. Akan tetapi, bolehkan kita mengatakan bhwa kita sedang melakukan perbuatan makan minum. kalo kita ndak ingin, ya kita nggak akan melakukan suatu perbuatan.
#dalam hal inilah kemudian Syaikh Taqiyuddin an Nabhanniy (muassis hizbut tahrir) di dalam kitab Nidhomul Islam dan Syakhshiyyah 1 pd bab Qodho Qodar menggunakan lafadz Saithoro atau Yusaithiru, yakni menguasai.
Lafadz سيطر berbeda dengan lafadz خلق (menciptakan). secara hakiki, perbuatan manusia itu diciptakan oleh Allah swt, n manusia yang menguasainya, mksudnya manusia itu bisa memilih antara tdk melakukan atao melakukan.
#Pemahaman ini memperjelas apa yg sudah menjadi pandangan Ahlis sunnah wal jamaah yakni *Manusia melakukan perbuatan, sedangkan Allah yg menciptakannya dg ilmunya Allah yg qadim n azali*.
mk syaikh taqiyy memperjelas mksudnya dg menyatakan bhwa manusia berada dlm 2 area yakni area yg menguasainya (manusia tdk diberi pahala n dosa) n area yg dikuasai manusia (manusia mempertanggungjawabkan semua perbuatannya).jadi pembagian ini dari aspek endingnya, yakni kapan manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
🔰sedangkan pandangan muktazilah adalah bhwa manusia lah yg menciptakan perbuatannya sekaligus yang melakukan perbuatannya.
🔰walhasil, *Fatwa yang menyatakan Hizbut Tahrir adalah Muktazilah Jududun itu NGAWUR...!!*

0 comments:
Post a Comment