Tuesday, February 21, 2017

CINTA DAN BENCI

مٙا مِنْ أٙحٙدٍ إِلّٙا وٙلٙهُ مُحِبٌّ وٙ مُبْغِضٌ. فٙإِنْ كٙانٙ لٙابُدّٙ مِنْ ذٰلِكٙ، فٙلْكُنِ المٙرْءُ مٙعٙ أٙهْلِ طٙاعٙةِ اللّٰهِ عٙزّٙ وٙجٙلّٙ. (الإمام الشافعي)

“Tidaklah setiap orang itu melainkan ada yang menyukai dan membenci. Karena hal tersebut adalah niscaya, maka pastikanlah bahwa siapapun juga harus bersama orang-orang yang ta'at kepada Allah Azza wa Jalla.” (Imam Syafi'i)

Cinta dan benci adalah perasaan mendasar yang ada pada diri manusia. Ada banyak tindakan kita dilatari karena dua rasa ini.

Jika kita sudah terlanjur suka, maka bagaimana pun orang lain menunjukkan keburukan orang yang kita sukai, kita akan menolaknya dengan seribu argumen.

Sebaliknya, kalau kita sudah benci orang, bagaimana pun orang lain menunjukkan kebaikannya, maka kita pun akan mengemukakan sejuta alasan untuk menolaknya.

Untuk itu, Imam Syafi'i pada kata mutiara di atas berpesan, karena keberadaan orang suka dan benci itu adalah niscaya, *kita harus memastikan bahwa kita selalu bersama orang orang mukmin. Kita harus berkumpul dengan orang orang shaleh*. Kita harus banyak berguru kepada para ulama` yang wara', yang setiap laku lampah hidupnya hanya berisi kepentingan agama Allah.

Kalau kita sudah berada bersama orang orang shaleh, kita ikuti semua kebaikan mereka, kemudian masih ada yang tidak suka pada kita, biarkankah. Karena kalau kita harus menuruti omongan semua orang, urusan tidak akan pernah selesai.

0 comments:

Post a Comment