Saturday, February 25, 2017

Inilah Faktor Non Teknis membuat usaha budidaya ikan gagal

-Hartadi Cilacap-

Ikan  saat ini sdh menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Kesadaran konsumsi ikan, sbg asupan protein sehat semakin meningkat. Untuk itu usaha budidaya ikan akan tumbuh terus dan berkembang.

Dalam praktek usaha di lapangan, ternyata tdk semua orang bisa dan mampu menjadi pembudidaya tangguh dan maju.  Pergantian pemain pembudidaya terus terjadi. Seleksi alam tdk bisa di hindarkan. Tidak terhitung yg gagal dan bangkrut. Tapi tetap banyak yg sukses dan berhasil.

Inilah beberapa penyebab non teknis yg menyebabkan kegagalan tsb

1.  Kesalahan mainset/ pola fikir

Kesalahan ini umumnya terjadi pada pemain pemula dan pendatang baru. Paling tidak ada 2 pola pikir yg bisa menyebabkan kegagalan tsb yaitu

a.  Pola pikir ingin menghemat biaya pakan, dg memaksakan diri memproduksi pakan sendiri.  Usaha budidaya ikan saat ini sdh masuk ke tahap semi industry. Pakan sebagai komponen utama ( 70%) menjadi penentu keberhasilan usaha ini. Menyederhanakan masalah dg mencoba memproduksi pakan sendiri adalah awal dr kegagalan budidaya . Lebih baik bekerja sama dengan pabrik2 pakan yg mempunyai kompetensi dan kemampuan ciptakan pakan yg stabil dan efisien.
b. Pola pikir memasarkan ikan sendiri, tanpa mau bekerjasama dengan jaringan pasar yg sdh ada dan sehat. Pengalaman pemasaran yg minim umumnya bisa gagalkan usaha, krn tdk bisa jual ikan, atau problem ke uangannya macet

2. Ikan berpihak pada kejujuran dan kebenaran. ( berkah )

Ikan sebagai salah satu binatang ciptaan Tuhan, bisa memberi manfaat bagi manusia.  Bila usaha budidaya ini di dasari pada praktek2 ketidak jujuran pemilik maupun pengelolanya, ikan akan menolaknya dg berbagai macam cara. Contohnya dengan performa jelek, kena musibah, ikan hilang, pakan hilang dll. Usaha isinya akan merugi terus.

3.  Modal yg di gunakan tdk halal

Uniknya usaha budidaya ikan, sangat di pengaruhi oleh kehalalan modal. Modal yg berasal dr korupsi, transaksi curang, menipu orang lain dll, umumnya akan di tolak ikan. Ada sj yg menyebabkan kerugiannya meskipun secara teknis budidaya ideal.

4. Berkarakter tercela

Bila mempunyai karakter2 tidak baik, seperti tdk bertanggung jawab dg hutang,  tidak amanah, suka menipu, berjudi,  selingkuh dll ,  umumnya usaha ikan akan berhenti dan merugi.  Berapapun besar modal yg di gunakan. Meskipun kolamnya sangat ideal dan bagus. Tampaknya ikan menghindar dr tipe orang yg punya karakter tercela atau sifat2 tdk baik

5.  Musibah alam

Musibah alam bisa terjadi kapanpun,  baik banjir atau penyakit ikan.  Kegagalan2 seperti ini sangat mudah menghentikan usaha budidaya.

6.  Mental dan Nyali kecil

Persoalan resiko usaha harus di hadapi dg mental dan nyali. Bagi orang yg bermental ciut dan bernyali kecil, tdk berani berspekualasi, umumnya gagal. Terbentuk problem atau gagal sedikit, mundur, lempar handuk dan menyerah.

7. Gagal mengelola Lingkungan sosial

Lingkungan sosial lokasi kolam harus di kelola dengan baik. Sisihkan sebagian keuntungan untuk masyarakat sekitar. Rangkul dan ajaklah penduduk sekitar kolam.  Bayarlah zakat/ infak dengan baik. Bila gagal kelola persoalan sosial, maka umumnya akan gagal.

8.  Tidak Fokus

Usaha budidaya ikan membutuhkan perhatian dan sungguh2, atau fokus. Bila hanya di kerjakan sebagai usaha sampingan, tidak fokus, terlalu banyak usaha2 lain yg di urus, umumnya gagal.

Semoga bermanfaat

0 comments:

Post a Comment