Thursday, February 23, 2017

Kocak Tandha Lokak

"Kocak", suara air  didalam wadah yang digoncang-goncang.
"Tandha", pertanda.
"Lokak", ruang kosong.
Jika air dalam wadah tidak penuh, jika digoncang-goncang akan berbunyi.

Kebiasaan orang jaman dahulu, kalau mengambil air ke sendang atau belik ( sendang kecil ), atau sumur tetangga, menggunakan _kelenthing_ - tempayan kecil, digendong dipinggang menggunakan selendang. Jika air nya tidak penuh, ketika dibawa berjalan akan tergoncang-goncang dan bersuara dan _muncrat_ - tumpah kemana-mana. Tetapi kalau penuh, akan anteng dan tidak tumpah walau tidak ditutup.

Peribahasa itu mirip dengan peribahasa ; Tong kosong berbunyi nyaring. Maknanya ; orang yang belum mumpuni, belum menguasai betul suatu bidang keilmuan, pengetahuannya setengah-setengah, ia akan banyak berbicara, yang sesungguhnya untuk menutupi kekurangannya. Bahkan, ada kabar yang belum jelas kebenarannya pun ia bercerita dengan lantang kepada orang lain, seolah ia menjadi saksi mata. Lain halnya, orang yang sudah mumpuni, berilmu,  sungguh pandai dan berwawasan luas, ia akan _sareh semeleh_, mengendap, berbicara seperlunya, namun setiap kata-katanya penuh makna, tidak sia-sia.
Seperti ilmu padi, semakin berisi, semakin menunduk. Kalau kopong justru mendongak.

Petuah Simbah : " _Mengkonoa, aja banjur gebyah uyah, amarga ana sing okeh crita, okeh kandha nanging sembada, sing menang-meneng jebul nggembol kreneng_. "
( @SUN )

0 comments:

Post a Comment