Nasir Jamil memang manusia setengah dewa, jangan tanya setengahnya lagi apa, sebab betapa santun dan humanisnya (poli)tikus PKS tersebut._
Dia sangat menghormati hak-hak Mulyadi sang pelaku penusukan, untuk melakukan aksi teror menggunakan sangkur terhadap *"Korban AKP, Dede Suhatmi. Anggota Resimen 1 Gegana dan Briptu, M Syaiful Bakhtiar. Dari Resimen 3 Pelopor."*
Masyarakat awam tentu bertanya, _*"apakah mungkin sang teroris itu dilindungi oleh undang-undang dalam melakukan aksi terornya..?"*_
Sebab penyesalan atas tindakan polisi mengeksekusi teroris tersebut datang dari seorang Nasir Jamil, yang adalah anggota komisi 3 bidang hukum DPR RI.
Terbayang dech, andai besok lusa, setiap akan melakukan aksi teror terhadap polisi atau elemen lainnya, sang teroris mengucapkan salam terlebih dahulu ~"Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokatuh, Afwan ana mau tusuk ente pakai sangkur, kira-kira dibagian mana yang ente ijinkan untuk ana tusuk?"~
Nasir Jamil memang manusia setengah dewa, tetapi bisa jadi setengah lagi sangat menyeramkan entah mewakili sifat apa.
Nasir Jamil dan PKS, memiliki muara pemikiran yang sama dengan Mulyadi serta kelompok teroris lainnya yakni Khilafah, dia juga melekat dengan jabatannya sebagai anggota komisi hukum DPR RI.
*Apakah Nasir Jamil sedang memperlihatkan keberpihakannya serta keberpihakan partainya terhadap misi Khilafah yang dilakukan oleh para teroris?*
Kita patut memperhatikan dengan sungguh-sungguh, _kalau tak ingin Indonesia tercabik-cabik seperti Irak dan Suriah, bahkan Kota Marawi di Philipina telah menjadi contoh yang nyata, porak poranda oleh ulah para begundal Khilafah tersebut._
Kita tidak boleh lengah, takut, dan kalah oleh teroris yang telah menista Tuhan lewat teriakan takbir, dalam melakukan setiap keberingasan mereka membunuh sesama manusia.
*_Tidak perlu ada HAM untuk menghadapi teroris, sebab mereka adalah bar-bar._*
*Novy Viky Akihary*
03 Juli 2017

0 comments:
Post a Comment