14 abad yang lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa di akhir zaman polisi-polisi melakukan tindakan yang dimurkai Allah, sehingga mereka dilaknat Allah setiap pagi dan sore hari.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, :
ﺳَﻴَﻜُﻮﻥُ ﻓِﻲ ﺁﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﺷُﺮﻃَﺔٌ ، ﻳَﻐْﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﻏَﻀِﺐِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭَﻳَﺮُﻭﺣُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺳَﺨَﻂِ ﺍﻟﻠﻪِ
“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah” (H.R. Thabarani di shahikan oleh Al-Albani)
Ustadz Said Sungkar menegaskan, sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak 14 abad yang lalu itu terbukti benar.
“Ya memang hadits itu benar dan kenyataannya sekarang seperti yang kalian lihat, lalu apa kalian masih ragu dengan hadits Nabi dan malah percaya kepada polisi?” Ustadz Said Sungkar usai menjadi pembicara Kajian Ilmiah Temporer, di Islamic Center, Bekasi, Jawa Barat,
Oleh sebab itu, sebagaimana dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya menjadi polisi yang membantu penguasa berbuat zalim.
ﻟَﻴَﺄْﺗِﻴَﻦَّ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃُﻣَﺮَﺍﺀُ ﻳُﻘَﺮِّﺑُﻮﻥَ ﺷِﺮَﺍﺭَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﻭَﻳُﺆَﺧِّﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﺼَّﻼﺓَ ﻋَﻦْ ﻣَﻮَﺍﻗِﻴﺘِﻬَﺎ ، ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺩْﺭَﻙَ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﻼ ﻳَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻋَﺮِﻳﻔًﺎ ، ﻭَﻻ ﺷُﺮْﻃِﻴًﺎ ، ﻭَﻻ ﺟَﺎﺑِﻴًﺎ ، ﻭَﻻ ﺧَﺎﺯِﻧًﺎ، ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ
“Sungguh akan pasti datang kapada kalian para pemimpin yang menjadikan manusia-manusia terjelek sebagai orang dekatnya dan mengakhirkan sholat dari waktu waktunya, maka barang siapa diantara kalian yang mendapatkan zaman itu, maka jangan sekali kali ia menjadi pembantu mereka, juga jangan pula menjadi polisi mereka, jangan pula sebagai tukang pemungut (pajak) mereka dan jangan pula sebagai tukang bendahara mereka.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya).
Ustadz Said pun mengimbau kepada aparat kepolisian agar segera bertaubat bila tidak ingin mendapat laknat dari Allah.
“Kalian yakini hadits itu, kalian beriman maka kalian akan selamat. Sebab hal itu pasti terjadi, Nabi itu tidak pernah berbohong,
ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨْﻄِﻖُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻬَﻮَﻯ ﺇِﻥْ ﻫُﻮَ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﺣْﻲٌ ﻳُﻮﺣَﻰ
Dan tidaklah ia berkata-kata dari hawa nafsunya melainkan wahyu yang disampaikan Allah kepadanya. (QS. An-Najm: 4),” tegas Ustadz Said. [AW]

0 comments:
Post a Comment