Thursday, July 13, 2017

NIKMAT TUHANMU MANA LAGI YG KAU DUSTAKAN


Qorun tidak pernah tahu bahwa kartu ATM yang ada di saku kita sudah cukup daripada semua kunci-kunci yang orang-orang paling kuat keberatan membawanya.

Kisra raja Persia tidak pernah tahu jika sofa busa yang ada di rumah kita lebih menyenangkan daripada singgasananya.

Kaisar yang budak-budaknya mengipasinya dengan kipas dari bulu merak di atas kepalanya tidak pernah sekalipun melihat AC yang ada di jaman kita.

Heraklius yang minum air dari botol porselen yang orang orang di sekitarnya merasa iri dengan kesejukan airnya, tidak pernah merasakan dinginnya air kulkas di rumah kita.

Khalifah Al-Manshur yang budak-budaknya menuangkan air panas ke air dingin sebagai campuran untuk mandinya, dan memandang dirinya dengan kebanggaan, tidak pernah sekalipun mandi dengan shower air panas.

Orang-orang dulu berhaji dan mesti tinggal diatas unta selama satu bulan. Tidak seperti perjalanan haji kita yang hanya beberapa jam di atas pesawat ber AC.

Kita hidup dalam kehidupan yang tidak pernah dilewati para raja, bahkan tidak pernah mereka impikan.

Tapi kebanyakan kita merasa hanya mendapat sedikit bagian.

*Semakin terbuka matamu...*
*Semakin sempit dadamu...*

*Nikmat Tuhanmu mana lagi yg engkau dustakan?*

Silahkan untuk bergabung dgn ;

📡 UKHUWAH ISLAMIYAH

https://chat.whatsapp.com/3GBoTCoYvDH0VngFACccUb

Petuah Masayikh Lirboyo KH Anwar mansyur

(Catatan kange)
Sak iki mempengo (sungguh-sungguh) sing tenanan mawon, mbah kyai makhrus mboten gadah ijazah, ibtida' mawon mboten gadah, mbah Kyai Abdul karim nopo maleh, belas mboten gadah ijazah, sekolah mawon mboten nate, lha tapi kok koyo ngono pangkate … lha niki teko njero niku, dadi sing di atur niku njerone ojo njobone, njerone di toto sing bener , olehe ngaji nglakoni prentahe gusti Allah ta'ala nderek prentahe kanjeng Nabi olehe golek ngelmu bener bener kanggo taqqoruban ilallohi ta'ala mengke Gusti Allah sing noto… ngoten lo … dadi ojo sampe sampean sekolah (ngaji) lajeng tujuane golek ijazah gawe nyambot gawe … Ya Allah niku "lam yurih roihatal jannah" (tidak akan mencium bau surga) wong sing tujuane sekolah (ngaji) golek ngelmu, mestine ngelmune iki kanggo ngibadah nyang gusti Allah kok niate kanggo golek bondo , iku ora bakal ngambu ambune suwargo, ngambu mawon mboten, npo maleh mlebu. mbah kyai makhrus pesen pesen sak estu niku ...

Bagaimanakah Agar Saya Selalu Takut kepada Allah dan Mampu Jauhi Maksiat?

KIBLAT.NET – Tidak ada keraguan bahwa takut kepada Allah adalah salah satu faktor terbesar yang akan membantu seorang hamba untuk bertakwa serta istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya. Seorang hamba bisa memiliki rasa takut kepada Allah dengan tiga hal, seperti diungkapkan oleh Ibnul Qayyim di bukunya Thariqul Hijratain. Menurutnya, takut kepada Allah bisa tumbuh dari tiga sumber:

Pertama: Menyadari betapa buruknya perbuatan dosa dan maksiat.

Kedua: Percaya kepada hukuman Allah dan Dia akan memberikan balasan atas setiap maksiat.

Ketiga: Adanya kesadaran bahwa kita tidak tahu apakah Allah menerima tobat atau tidak, dan mungkin saja suatu maksiat bisa menghalangi pintu tobat.

Kuat dan lemahnya tiga hal tersebut berpengaruh terhadap ketakutan seseorang kepada Allah. Yang pertama adalah pengetahuan tentang bahaya maksiat serta azab dan kehinaan yang dijanjikan oleh Allah bagi pelakunya. Yang kedua dapat dikuatkan dengan pengetahuan tentang asma dan sifat Allah.

Siapa yang mengetahui bahwa Rabbnya Maha Mendengar lagi Maha Melihat, serta sangat dahsyat siksa-Nya, ia akan takut kepada Allah. Semakin besar pengetahuan hamba terhadap Rabbnya, ia semakin takut kepada-Nya. Berbeda dengan ketakutan kepada binatang buas atau hantu, orang yang takut kepada Allah akan mendekat kepada-Nya. Semakin takut kepada Allah, ia pun semakin mendekat dengan ibadah dan perilaku yang khusyuk.

Nabi saw adalah hamba yang paling tahu tentang Rabbnya, sehingga beliau paling takut kepada-Nya. Di hadits sahih disebutkan, “Demi Allah, aku adalah orang yang paling tahu tentang Allah di antara kalian, dan aku paling takut kepada-Nya.” (HR Ahmad).

Al-Ghazali di kitab Al-Ihya’, mengatakan, “Takut adalah buat pengetahuan kepada Allah Ta’ala. Yakni setiap orang yang mengetahui Allah dan sifat-sifat-Nya. Ilmu tentang sifat-sifat-Nyalah yang lebih dominan mempengaruhi seseorang untuk takut. Bahkan seorang pelaku maksiat ketika benar-benar mengetahui Allah, ia akan meninggalkan maksiatnya karena ilmunya.”

Meneladani Orang Cina Dalam Belanjakan Uang

Eramuslim.com – Suatu siang, seorang CEO sebuah publishing di Jakarta bercerita tentang masa remajanya di kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah. “Sejak dulu banyak warga Arab di Pekalongan. Usaha yang banyak mereka tekuni adalah bidang furniture. Di Pekalongan, rata-rata pengusaha furniture itu orang Arab. Tapi tentu saja ada juga satu-dua orang Cina yang juga punya usaha furniture di sana. Di Pekalongan, orang Cina juga banyak. Kita semua hidup dengan damai, sejak dulu sampai sekarang. Tapi ada fenomena menarik, orang-orang Cina di Pekalongan dan sekitarnya, selalu membeli furniture untuk rumah dan kantor-kantor yang mereka miliki dari pengusaha furniture Cina Pekalongan lainnya. Tidak pernah mereka membeli dari orang Arab. Kita sebenarnya bisa mencontoh mereka dalam membelanjakan uang, dengan hanya membelanjakan uang ke orang-orang kita sendiri.”

Pengalaman sahabat saya itu ternyata juga sama dengan yang terjadi di sebuah perusahaan besar, mentereng, yang ada di timur Jakarta, yang dimiliki salah satu taipan apan atas negeri ini. Sudah menjadi pengetahuan umum seluruh karyawan di sana, jika mau membeli sesuatu untuk keperluan kantor, maka harus membelinya di supermarket atau toko yang juga dimiliki oleh orang Cina. Bahkan untuk membeli satu kotak tissue, harus seperti itu.

Ada satu pengalaman seorang karyawan di sana yang kehabisan tissue dan ternyata bagian gudang pun kehabisan stok. Karyawan ini kemudian membeli sekotak tissue di warung kecil di pinggir jalan. Tak lupa dia meminta bon agar uangnya bisa di-reimburse. Namun ketika sampai di kantor, petugas di bagian gudang menyatakan uang karyawan yang tidak seberapa itu tidak bisa di-reimburse hanya gegara membelinya di toko pinggir jalan, bukan “di toko yang biasa”. Itu cuma untuk sekotak tissue!

Cara-cara seperti ini, selektif dalam membelanjakan uang hanya kepada bangsanya sendiri, juga sudah lama dilakukan oleh orang Yahudi.

Seorang sahabat, pengusaha yang sering bepergian ke luar negeri, bercerita tentang pengalamannya di New York, AS. Suatu siang, sehabis lunch di sebuah kedai di pinggir jalan di kota Big Apple tersebut, dia memperhatikan seorang kakek yang berdiri lama di pinggir jalan di dekat rambu penyetopan taksi. Beberapa taksi yang kosong sudah memberi isyarat padanya, tapi si kakek itu tidak mau juga naik. Dengan penasaran, pengusaha asal Indonesia ini berjalan menghampiri sang kakek dan bertanya, “Kakek mau naik taksi?”

“Iya, saya mau memberhentikan taksi…,” jawabnya.

“Tapi bukankah sudah banyak taksi kosong yang tidak kakek berhentikan, dan dibiarkan lewat?”

Si kakek itu tertawa, “Saya hanya mau naik taksi yang dimiliki pengusaha Yahudi.”

“Tapi bukankah di sini panas? Kakek sudah lama menunggu…”

“Tidak apa-apa. Ini pengorbananku untuk saudara-saudaraku…”

Si pengusaha itu terdiam dan merenung.

Andaikata umat Islam yang banyak itu meneladani orang-orang Yahudi, dan juga orang Cina, yang sangat selektif dalam membelanjakan uangnya, betapa dahsyat hasilnya dalam membangun umat tauhid ini dalam sektor perekonomian.

Dr. Yusuf Qaradhawy pernah mengeluarkan fatwa tentang haramnya umat Islam membelanjakan uangnya ke pihak Zionis, dan mewajibkan orang Muslim hanya membelanjakan uangnya ke saudara-saudaranya sendiri. Namun gaung ini kurang didengarkan agaknya.

Jangankan masyarakat awam, para aktivis Islam saja banyak yang tidak peduli dengan jihad ekonomi ini. Mereka selalu ambil gampangnya dan tidak mau berkorban seperti halnya kakek yahudi di New York di atas.

“Ngapain susah-susah belanja, toh jumlahnya tidak banyak.”

“Ngapain nyusahin diri sendiri….”

Itu sedikit dari sekian banyak dalih agar nurani tak berontak tatkala kita membelanjakan uang kita ke kantong orang lain.

Nah, bagi yang mau memulai meneladani orang Cina dan Yahudi dalam berbelanja, mulailah membeli barang-barang kebutuhan harian di warung-warung saudara-saudara kita di sekitar rumah. Mahal sedikit, itu anggap saja sedekah yang tidak akan hilang dan kelak akan kembali kepada kita berlipat-lipat di hari akherat kelak.

Jika ingin membeli baju atau sepatu, belilah di sentra-sentra grosir yang bertebaran di mana-mana, pilihlah toko atau produk yang dihasilkan oleh saudara-saudara kita.

Kita bukannya rasis. Tapi kita hanya mencontoh orang-orang Cina dan Yahudi dalam membelanjakan uangnya.

Bukankah begitu? [] belum

https://m.eramuslim.com/editorial/meneladani-orang-cina-dalam-belanjakan-uang.htm

MENCEGAH UPAYA SEKULARISASI PANCASILA

Oleh: K.H Ma'ruf Amin

Maklumat ke-Indonesia-an yang digagas oleh sejumlah orang dalam simposium nasional di Fisip UI yang lalu, dengan tema Restorasi Pancasila, sebelum Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, dan dibacakan oleh Todung Mulya Lubis dalam Peringatan Hari Lahirnya Pancasila menarik untuk dicermati. Inti dari maklumat tersebut adalah penegasan, bahwa Pancasila bukanlah agama, dan tidak boleh ada satu agama pun yang berhak memonopoli kehidupan yang dibangun berdasarkan Pancasila. Di sisi lain, maklumat tersebut juga menegaskan keluhuran Sosialisme, dan keberhasilan material yang diraih oleh Kapitalisme.

Kita memang tidak tahu ada apa di balik penegasan ini. Di satu sisi, Pancasila dinyatakan bukan agama, dan agama juga tidak boleh mendominasi kehidupan yang dibangun berdasarkan Pancasila, sementara Sosialisme —yang dibangun berdasarkan ideologi Materialisme, dan anti agama, dan karenanya bertentangan dengan nilai Pancasila— justru diagungkan. Demikian juga dengan Kapitalisme —yang dibangun berdasarkan Sekularisme, dan setengah anti agama, karena tidak menolak, tetapi juga tidak sepenuhnya menerima agama, dan nyata-nyata melahirkan ketidakadilan global, yang justru bertentangan dengan nilai Pancasila— malah dipuja-puja. Maka, dengan membaca sekilas inti maklumat tersebut, kita dengan mudah bisa membaca adanya sejumlah inkonsistensi dan keganjilan di dalamnya.

Vision of State

Pancasila memang bukan agama, karena ia merupakan kumpulan value (nilai) dan vision (visi). Tepatnya, lima nilai dan visi yang hendak diraih dan diwujudkan oleh bangsa Indonesia ketika berihtiar mendirikan sebuah negara. Meski demikian, bukan berarti Pancasila itu anti agama, atau agama harus disingkirkan dari rahim Pancasila. Karena keberadaan agama itu diakui dan dilindungi, serta dijamin eksistensinya oleh Pancasila. Masing-masing agama juga berhak hidup, dan pemeluknya pun bebas menjalankan syariat agamanya. Tentu tidak terkecuali dengan Islam dan umatnya. Sebab, dengan value dan visi ketuhanannya, justru arah negara Indonesia kelak bukanlah negara sekular, juga bukan negara Sosialis-Komunis, maupun Kapitalis-Liberal. Tetapi, sebuah negara yang dibangun berdasarkan nilai dan visi Ketuhanan yang Maha Esa.

Justru karena itulah, maka sangat ganjil dan aneh, jika agama —khususnya Islam— yang ada di dalamnya hendak disingkirkan, dan dibuang jauh-jauh dari kehidupan, dengan logika tidak boleh ada satu agama (kebenaran) yang mendominasi. Di sisi lain, hak umat Islam untuk menjalankan syariat agamanya selalu saja dibenturkan dengan Pancasila dan UUD 1945, padahal kewajiban menjalankan syariat Islam tetap dijamin oleh sistem hukum di negeri ini. Karena itu, kemudian maklumat atau logika-logika seperti ini, tidak lebih hanyalah tafsiran yang juga nisbi, bahkan maaf sangat absurd, yang pada akhirnya selalu dipaksakan oleh segelintir orang kepada mayoritas rakyat di negeri ini, dengan menggunakan kekuatan sebuah rezim. Memang aneh, di sisi lain, tafsir orang lain atas kebenaran tidak boleh dipaksakan, tetapi mereka sendiri memaksakan tafsirannya atas kebenaran dan bahkan memonopoli tafsiran itu untuk dipaksakan kepada orang lain. Inilah bentuk inkonsistensi cara berfikir. Tetapi, bagi mereka justru ini merupakan bentuk konsistensi, tepatnya konsisten menolak Islam. Meski cara berfikir mereka sendiri inkonsisten.

Justru karena itulah, maka hubungan antara agama, khususnya Islam, dengan negara tidak pernah solid. Ketidaksolidan ini justru terjadi karena adanya pihak yang terus-menerus berupaya membenturkan antara agama dan negara.

Padahal, ketika bangsa yang mayoritas Muslim ini berhasil menyelenggarakan pemilu, orang-orang itu berteriak dengan lantang, bahwa demokrasi kompatibel dengan Islam. Tapi, giliran umat Islam menuntut syariatnya diterapkan, segera saja mereka menolak dengan menggunakan tafsir kebenaran mereka sendiri, yang maaf sudah klise; bertentangan dengan Pancasila-lah, bertentangan UUD 1945, mengancam keutuhan bangsa, dan tafsir-tafsir teror yang lainnya.

Cara berfikir seperti ini tentu sangat picik, dan tidak jujur. Picik, karena selalu menggunakan Pancasila dan konstitusi sebagai pelarian. Tidak jujur, karena orang-orang itu tidak mau menerima kenyataan, bahwa demokrasi yang mereka agung-agungkan itu sendiri mengajarkan vox populi vox dei (suara rakyat suara tuhan). Artinya, jika rakyat yang mayoritas itu menginginkan kehidupan mereka diatur oleh syariat, mengapa mereka harus menolak? Inilah logika demokrasi yang sehat. Kalau kepicikan dan ketidakjujuran ini terus dipraktikkan, maka kalangan Muslim yang masih menerima demokrasi pun pada akhirnya akan muak dengan demokrasi, apalagi kalangan Muslim yang jelas-jelas menolak sama sekali. Pada akhirnya, umat Islam akan membuktikan sendiri, bahwa demokrasi itu hanyalah jargon kaum Kapitalis-Sekular, untuk mempertahankan kepentingan mereka.

Sekularisasi Pancasila

Pengamat Politik LIPI, Dr. Mochtar Pabottinggi, juga mengatakan bahwa Pancasila bukanlah ideologi negara, melainkan vision of state (visi negara), yang mendahului berdirinya Republik Indonesia. Visi itu kemudian dituangkan dalam UUD 1945, pasal 29, yang menyatakan bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, dengan visi itu para pendiri negara ini justru ingin menegaskan, bahwa negara yang dibangunnya itu bukanlah negara sekular.

Karena itu, tidak ada satu pun pasal dalam UUD 1945 yang menolak agama untuk dijadikan sebagai sumber hukum. Bahkan, banyak pakar hukum Indonesia yang memberikan penegasan, bahwa Islam merupakan salah satu sumber hukum nasional. Maka, penegasan bahwa Pancasila bukanlah agama, dan agama tidak boleh memonopoli kebenaran, jelas merupakan upaya untuk menistakan agama, dan memisahkan Pancasila dari agama. Sebagai open idea (ide terbuka) atau open value (nilai terbuka), sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden SBY, seharusnya kontribusi agama, sebut saja Islam, dalam membimbing visi yang dicita-citakan itu tidak boleh dibendung. Apalagi dengan membenturkan keduanya. Justru inilah yang harus segera diakhiri. Karena agama adalah keyakinan, sementara Pancasila yang nota bene bukan agama tidak akan bisa menggeser posisi agama.

Nah, masalahnya kemudian adalah, apakah kontribusi agama, tepatnya penerapan syariat Islam akan mengancam keharmonisan? Mari kita jujur melihat fakta.

Pertama, selain Islam, agama-agama lain tidak memiliki syariat yang mengatur urusan ekonomi, politik, pendidikan, sanksi hukum, politik luar negeri. Agama-agama itu hanya mengatur urusan ibadat, cara berpakaian, makan, minum, kawin dan cerai.

Kedua, bagi Islam, urusan ibadat, cara berpakaian, makan, minum, kawin dan cerai para pemeluk agama lain diserahkan kepada agama mereka masing-masing. Islam justru memberikan kebebasan mereka untuk menjalankan syariat agamanya, pada wilayah yang memang menjadi wilayah agama mereka. Di sisi lain, mereka juga tidak dipaksa untuk menjalankan syariat agama lain, yang diatur oleh syariat agama mereka.

Ketiga, bagi non-Islam, Islam hanya mengatur urusan ekonomi, politik, pendidikan, sanksi hukum dan politik luar negeri, yang nota bene tidak diatur oleh syariat mereka. Sementara bagi kaum Muslim, Islam mengatur semua aspek kehidupan mereka, mulai dari urusan ibadat, cara berpakaian, makan, minum, kawin dan cerai, sampai urusan ekonomi, politik, pendidikan, sanksi hukum dan politik luar negeri.

Dengan demikian, secara normatif tidak akan pernah terjadi benturan atau disharmoni dalam hubungan antara Muslim dan non-Muslim. Secara historis, kondisi itu telah dibuktikan oleh sejarah Islam sepanjang 800 tahun, ketika Spanyol hidup dalam naungan Islam. Tiga agama besar yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi bisa hidup berdampingan. Masing-masing pemeluknya bebas menjalankan syariat agamanya, dijamin oleh negara. Inilah yang diabadikan oleh Mc I Dimon, sejarawan Barat, dalam Spain in the Three Religion. Untuk kasus Indonesia, kita tidak mungkin menyingkirkan fakta bahwa:
Islam telah tumbuh dan berkembang di Indonesia lebih dari 500 tahun.
Islam dianut mayoritas, sekitar 87 persen.

Hukum Islam hidup di masyarakat Indonesia lebih dari 500 tahun, sehingga hukum Islam sudah menjadi law of life (hukum yang hidup). Wajar kalau syariah Islam menjadi sumber hukum peraturan perundangan di Indonesia. Aneh kalau ada yang menentangnya.

Di samping itu, secara substansi, ajaran Islam adalah ajaran yang universal, rahmatan lil ‘alamin, bukan hanyarahmatan lil Muslimin. Kalimat rahmatan lil ‘alaminselalu diucapkan oleh semua pihak, termasuk kalangan pejabat, mulai dari presiden hingga kepala desa. Bila semua warga negara tanpa pandang bulu mendapatkan rahmat dari penerapan hukum tersebut, maka harmonisasi pasti tercipta. Adopsi hukum syariah pasti menjamin rahmat bagi semua? Sebab hukum syariah dan ajaran Islam sangat jelas bersumber dari Alquran dan Hadits Nabi SAW yang merupakan wahyu Allah SWT Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang, Dzat Yang Maha luas rahmat-Nya.

Mewujudkan cita-cita

Kalau syariat Islam diterapkan, bukan hanya kesatuan dan persatuan Indonesia, tetapi kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan sosial bagi seluruh rakyat, serta hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyaratan atau perwakilan juga diterapkan. Dalam Islam, umat lain mendapatkan perlindungan penuh dari negara. Juga jaminan kebutuhan hidup yang sama, baik sandang, papan, dan pangan, serta kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

Nabi SAW pernah mengatakan, "Man adza dzamiiyan faqad adzani (Siapa saja yang menganiaya ahli dzimmah, maka sama dengan menganiaya diriku).” Ketika rumah seorang Yahudi hendak digusur oleh Amr bin al-Ash untuk pembangunan masjid, yang berarti menasionalisasi hak milik pribadi, Umar bin Khatab marah dan meminta gubenurnya mengembalikan hak milik pribadi Yahudi tersebut.

Juga kisah Ali bin Abi Thalib, yang bersengketa dengan orang Yahudi soal baju besi. Kasus itu dimenangkan oleh orang Yahudi, yang notabene rakyat jelata. Inilah jaminan yang diberikan Islam, lebih baik dibanding konsep keadilan sosial yang diadopsi dari sosialisme dan kapitalisme.

Demikian halnya dengan hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan. Islam memberikan ruang yang cukup dan proporsional kepada publik untuk menyampaikan pandangannya. Inilah yang dikenal dengan syura wa akhdz ar-ra’y (permusyawaratan dan pengambilan pendapat). Ada wilayah di mana pendapat tersebut harus diambil dari syariat, ada yang diambil dari pendapat mayoritas, dan ada juga yang diambil berdasarkan pandangan ahli/pakar, atau yang paling benar. Masing-masing didudukkan secara proporsional. Dengan demikian, kebebasan berpendapat tidak akan keluar dari pakemnya. Islam bukan memberangus kebebasan berpendapat, tapi mengarahkan dan membimbingnya.

Dalam Islam, ada Majelis Ummah dan ada juga partai politik yang berfungsi mengontrol pemerintah. Bahkan, kalau pemerintah menyimpang dari haluan negara, ada Mahkamah Madzalim yang bisa memberhentikannya. Lalu, mengapa kita masih mempersoalkan kontribusi Islam? Apakah kita tidak pernah memahami keagungan ajaran Islam? Ataukah kita memang selalu menutup mata, atau mungkin berniat tidak baik terhadap Islam?

_Wallahu a’lam._

Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan distribusi harta

Bank Dunia memetakan adanya ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang mencolok di Indonesia, di mana 1% penduduk menguasai 40% sampai 50% kekayaan nasional. Ini bukan saja mencolok, tapi mengerikan!

Hati-hati, ketimpangan ekonomi akan memicu kemarahan, kebencian, juga kriminalitas dari si miskin terhadap si kaya. Bagai bom waktu saja. Tak heran, kericuhan kecil bisa membesar karena bergeraknya dan berkumpulnya kaum yang disebut-sebut marginal ini.

"Dalam kekuatan yang besar, tersimpan tanggung-jawab yang besar," ini pesan moral dari film Spiderman (generasi awal). Ya, tanggung-jawab yang besar. Terutama kalau kita menjadi orang kaya.

Menurut riset yang digelar oleh ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok elit kian kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tak bahagia. Lho kok gitu?

Ya begitu. "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," tulis para peneliti dalam riset bertajuk "Top Incomes and Human Well-Being Around the World" dan disarikan kembali dalam The Guardian.

Jan‐Emmanuel De Neve dan Nattavudh Powdthavee, dua ilmuwan dalam riset itu, menulis bahwa penelitian mereka bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh meningkatnya harta segelintir orang paling kaya di dunia dan dampaknya terhadap kondisi manusia secara keseluruhan.

Itu faktanya. Terus, apa solusinya?

"Produksi sebesar-besarnya, konsumsi sekedarnya, distribusi seluas-luasnya," itulah seruan saya sejak dulu. Yang namanya manusia mesti produktif. Namun yang dipakai seperlunya saja, nggak konsumtif. Dengan demikian, akan banyak yang tersisa. Nah, sisanya ini didistribusikan seluas-luasnya. Berbagi.

Tak perlu menuding si A atau si B. Mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Setelah itu, kita ingatkan dan ajak yang lain.

KISRUH PERPU KISRUH NEGERI

Malam ini dilakukan live conference dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra bersama pimpinan HTI. Cukup banyak logika cerdas Profesor Hukum pemegang trah Masyumi ini keluar. Meski saya bukan pendukung HTI, namun apa yang dilakukan Pemerintah hari ini berlawanan dengan niatan pemerintah sendiri untuk pengembangan ekonomi yang didukung dengan politik yang kondusif.

Dalam paparannya, apa yg terjadi hari ini di Indonesia dengan keluarnya Perpu Pembubaran Ormas mengingatkan Prof. Dr. YIM kisah nyata di tahun 1959. Perpu yang keluar hari ini mirip Perpres 15/1959. Saat itu Perpres dikeluarkan untuk membubarkan partai yang pimpinannya memberontak, dan saat itu yang dianggap memberontak adalah PSI (Sosialis), Masyumi dan Partai Kristen Indonesia. Namun, karena niatan Presiden hanya membubarkan PSI dan Masyumi, maka Partai Kristen tetap aman. Bubarnya kedua partai itu karena kegigihan mereka menolak Pancasila sebagai dasar negara yang dipaksakan, dan NASAKOM (Nasionalis Agama Komunis) yang dipaksakan untuk diterima. Pada akhirnya saat itu PKI yang dianak emaskan Soekarno.

*Kedua,* Prof. YIM mengingatkan pemerintah bahwa Asas _'Contrarius Actus'_ tidak bisa digunakan oleh Kemenkumham. Kalai Pemerintah tetap memaksa, maka rakyat harus melawan dengan Usulan Keputusan Sela, dan dibawa ke PTUN. Hal ini karena jika diterapkan akan rusak tatanan hukum. Sebagai contoh, Tuan Kadi tidak bisa membatalkan pernikahan yang sudah sah, sebagaimana Menkumham tidak bisa membubarkan perusahaan yang sukses hanya karena like dan dislike.

*Ketiga.* Islam bukan dan tidak akan pernah menjadi musuh Pancasila. Sebagai studi kasus dapat merujuk pada kasus Pelajar Islam Indonesia (PII) yang dulu telah berdiri sejak awal kemerdekaan. Saat berlaku asas tunggal di masa Soeharto, PII menolak dan kemudian dibubarkan. Saat Soeharto berhenti digantikan Habibie, Asas Tunggal dihapus dan diganti dengan bolehnya berasas selain Pancasila. Maka muncul banyak partai dan organisasi yang berasas selain Pancasila, seperti Islam. Ini membuktikan Islam bukan musuh Pancasila

*Keempat.* Terma dan ide khalifah harus disikapi biasa saja, karena ini fakta dalam tatanan Islam, dan bahkan hal yang jamak berlaku di Indonesia, seperti pelajaran dari buku Fiqh Islam termasyhur di Indonesia tulisan Sulaimam Rasyid. Bahkan gelar _Sayyidin Panatagama Khalifatullah_ di Jawa adalah gelar berkah dari Sultan Turki. Itu juga alasan NU dulu menjadikan Presiden sebagai _Waliyul Amri ad-Dharuri bi asy-Syaukah_ (1952-1954), NU menunjuk Soekarno sebagai khalifah sementara darurat, sehingga legal untuk memberikan wewenang kepada jajarannya seperti untuk menikahkan manusia.

*Kelima, atau terakhir.* Pemerintah harus sadar, bahwa selama Perpu belum disetujui DPR, dan atau belum ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi, maka yang berlaku tetap UU saat ini. Kalau ternyata, MK menolak dan kemudian Pemerintah memilih melanjutkan 'usaha tidak menyenangkan'-nya dengan mengeluarkan Perpres, maka sejatinya Perpres wajib keluar jika ada amanat dari UU di atasnya, seperti 'yang belum diatur akan diatur kemudian dengan Perpres'.

Semoga Pemerintah kembali dapat mesra dengan kaum muslimin. Namun, itu semua bergantung pada _worldview_ orang-orang penting strategis di ring-1 kepemimpinan.

@supraha
Join Telegram Channel: t.me/supraha

Alasan mengapa keenam ormas ini harus dibubarkan

1. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

HTI merupakan organisasi Islam yang mendukung berdirinya Khilafah Islamiyah. Dengan ini, HTI tidak mengakui keberadaan Pancasila. Sejumlah parade HTI di berbagai lokasi di Indonesia menunjukkan bahwa ormas ini telah makar terhadap pemerintah Republik Indonesia.

Dalam artikel berjudul “Pancasila” yang dirilis website HTI, Arief B Iskandar menyatakan bahwa memang HTI berupaya mewujudkan Khilafah. “Jika Anda adalah seorang muslim yang taat; yang menghendaki tegaknya Islam secara total dalam semua aspek kehidupan; yang menginginkan penerapan syariah secara kaffah, apalagi berjuang demi mewujudkan kembali Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah.”

Pertanyaannya, bagaimana mungkin ormas yang jelas menentang sistem negara Indonesia dibiarkan merajalela dan merendahkan simbol-simbol negara ini?

2. Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS)

Aliansi ini dibentuk atas dasar kebencian kepada madzhab Syiah yang menurut mereka adalah aliran yang berbahaya. Padahal Syiah sendiri merupakan madzhab yang diakui oleh Islam di dunia, salah satunya oleh Universitas Islam terkemuka, Al-Azhar. Namun ormas ini justru mengkafir-kafirkan madzhab Syiah sehingga timbul kebencian antar umat.

ANNAS merupakan ormas yang jelas bertentangan dengan UUD 45 yang secara eksplisit menyebutkan bahwa hak beribadah warga negara dilindungi oleh negara. Aliansi ini pun membentuk kepengurusan di berbagai daerah untuk menangkal bahaya Syiah. Tentu saja apa yang dilakukan ANNAS ini jelas membuat perpecahan di tubuh Islam sendiri.

3. Jamaah Ansarut Tauhid (JAT)

Organisasi ini secara nyata mendukung ISIS dan menjadi motor pergerakan ISIS di Indonesia. Bahrun Naim, seorang teroris yang diduga otak bom Thamrin, merupakan anggota JAT. Abu Bakar Ba’asyir sendiri merupakan salah satu pemimpin dari organisasi radikal ini.

4. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)

Organisasi ini tidak jauh beda dari JAT, organisasi ini juga pimpinan Abu Bakar Ba’asyir. Bahkan teroris yang mati bunuh diri dalam bom Thamrin, Afif, merupakan anggota MMI. Sama seperti JAT, MMI pun juga telah mendeklarasikan diri sebagai pendukung ISIS.

5. Forum Umat Islam (FUI)

FUI memang bukan organisasi yang kerap didengar. Namun organisasi ini pun tak kalah radikalnya. Dalam perayaan Maulid Nabi dan Natal tahun lalu, FUI dikabarkan mengirimkaAn ancaman akan membubarkan acara tersebut (Jakarta Post). Ancaman ini ditebar dengan mengatasnamakan agama. Akibatnya penyelanggara acara harus mencari tempat lain agar tidak terkena dampak ancaman FUI.

6. Front Pembela Islam (FPI)

Organisasi pimpinan Rizieq Shihab ini memang sudah terkenal dengan aksi provokasi dan kekerasan. Dalam sejumlah demo, FPI sering melecehkan perorangan, agama, budaya, dan masih banyak lagi. Pada tahun 2014, FPI juga mengeluarkan maklumat mengenai ISIS yang mana pada poin 5 menyatakan bahwa Al-Qaeda dan ISIS harus bersatu untuk meneruskan perjuangan.

FPI juga sering melakukan aksi yang mengkhawatirkan. Baru-baru ini mereka melakukan sweeping di Taman Ismail Marzuki untuk memastikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak hadir di Jakarta. Sebelumnya, Imam Besar FPI Rizieq Shihab melecehkan budaya sunda sampurasun menjadi campuracun.

Ormas-ormas di atas jelas bertentangan dengan prinsip yang ada di Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Keenam ormas ini sama sekali tidak menjunjung tinggi perdamaian dan toleransi. Justru sebaliknya, mereka menjunjung tinggi provokasi demi perpecahan seolah-olah ingin memindahkan konflik yang ada di Timur Tengah ke Indonesia.

Ormas-ormas radikal ini tentu melakukan kaderisasi secara radikal pula. Mengutip pernyataan Ketua PBNU Said Aqil Siradj bahwa pembiarakan terhadap radikalisme akan menumbuhsuburkan gerakan terorisme, maka bibit-bibit terorisme harus diberantas sejak dini tanpa pandang bulu.

Apakah kalian akan melakukan pembiaran terhadap radikalisme? Jika tidak, mari paraf petisi dibawah ini untuk mendesak pemerintah dan polisi agar membubarkan serta menindak ormas-ormas radikal sekaligus menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia anti radikalisme.

##########
Wahai kaum muslimin, mari rapatkan barisan, eratkan persatuan. Hari yang dinanti segera tiba

TIPS JIKA HP HILANG

Tips apabila kehilangan handphone dari pencurian / kehilangan​.```

*Jika handhpone anda hilang. Di curi atau tertinggal di suatu tempat. Namun anda lupa.*
*Tahukah Anda..!!!*
*Anda bisa melacaknya.*

```Kebanyakan dari kita senantiasa bingung waktu hp kita dicuri/hilang.```

*Setiap hp memiliki no IMEI yaitu* *_(International Mobile Equipment Identity.)_* *Yang dapat digunakan untuk melacak keberadaan hp anda di mana saja di seluruh dunia.*

```Cara melihat fungsi dari IMEI.```

*1. Tekan *#06# lalu ok/call  pada hp anda.*

*2. Hp anda akan menunjukkan ​15 digit no IMEI yang unik.*

*3. Catat no IMEI tersebut di tempat yang aman. Jangan catat di dalam hp anda sendiri. Karena ini adalah nomor yang akan membantu melacak hp anda apabila hp anda dicuri atau hilang.*

*4. Seandainya hp anda dicuri, anda hanya perlu ​E-mail 15 digit No. IMEI ke cop@vsnl.net​ beserta data-2 seperti di bawah.*

*Nama anda:*
____________________
*Alamat:*
______________________
*Model hp:*
_________________
*Buatan:*
_________________________
*No. terakhir digunakan:*
_________________
*E-mail untuk dihubungi:*
_____

*Tgl kehilangan:*
___________________
*No. IMEI:*
_______________________

*5. Tidak perlu ke kantor polisi.*

*6. Hp Anda akan terlacak dalam tempo 24 jam melalui sistem GPRS dan internet. Anda akan dapat melacak di mana posisi hp anda berada. Walaupun kartu SIM anda telah ditukar.*

*_SEBARKAN PESAN INI KARENA SANGAT MEMBANTU._*

Alasan mengapa keenam ormas ini harus dibubarkan

1. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

HTI merupakan organisasi Islam yang mendukung berdirinya Khilafah Islamiyah. Dengan ini, HTI tidak mengakui keberadaan Pancasila. Sejumlah parade HTI di berbagai lokasi di Indonesia menunjukkan bahwa ormas ini telah makar terhadap pemerintah Republik Indonesia.

Dalam artikel berjudul “Pancasila” yang dirilis website HTI, Arief B Iskandar menyatakan bahwa memang HTI berupaya mewujudkan Khilafah. “Jika Anda adalah seorang muslim yang taat; yang menghendaki tegaknya Islam secara total dalam semua aspek kehidupan; yang menginginkan penerapan syariah secara kaffah, apalagi berjuang demi mewujudkan kembali Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah.”

Pertanyaannya, bagaimana mungkin ormas yang jelas menentang sistem negara Indonesia dibiarkan merajalela dan merendahkan simbol-simbol negara ini?

2. Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS)

Aliansi ini dibentuk atas dasar kebencian kepada madzhab Syiah yang menurut mereka adalah aliran yang berbahaya. Padahal Syiah sendiri merupakan madzhab yang diakui oleh Islam di dunia, salah satunya oleh Universitas Islam terkemuka, Al-Azhar. Namun ormas ini justru mengkafir-kafirkan madzhab Syiah sehingga timbul kebencian antar umat.

ANNAS merupakan ormas yang jelas bertentangan dengan UUD 45 yang secara eksplisit menyebutkan bahwa hak beribadah warga negara dilindungi oleh negara. Aliansi ini pun membentuk kepengurusan di berbagai daerah untuk menangkal bahaya Syiah. Tentu saja apa yang dilakukan ANNAS ini jelas membuat perpecahan di tubuh Islam sendiri.

3. Jamaah Ansarut Tauhid (JAT)

Organisasi ini secara nyata mendukung ISIS dan menjadi motor pergerakan ISIS di Indonesia. Bahrun Naim, seorang teroris yang diduga otak bom Thamrin, merupakan anggota JAT. Abu Bakar Ba’asyir sendiri merupakan salah satu pemimpin dari organisasi radikal ini.

4. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)

Organisasi ini tidak jauh beda dari JAT, organisasi ini juga pimpinan Abu Bakar Ba’asyir. Bahkan teroris yang mati bunuh diri dalam bom Thamrin, Afif, merupakan anggota MMI. Sama seperti JAT, MMI pun juga telah mendeklarasikan diri sebagai pendukung ISIS.

5. Forum Umat Islam (FUI)

FUI memang bukan organisasi yang kerap didengar. Namun organisasi ini pun tak kalah radikalnya. Dalam perayaan Maulid Nabi dan Natal tahun lalu, FUI dikabarkan mengirimkaAn ancaman akan membubarkan acara tersebut (Jakarta Post). Ancaman ini ditebar dengan mengatasnamakan agama. Akibatnya penyelanggara acara harus mencari tempat lain agar tidak terkena dampak ancaman FUI.

6. Front Pembela Islam (FPI)

Organisasi pimpinan Rizieq Shihab ini memang sudah terkenal dengan aksi provokasi dan kekerasan. Dalam sejumlah demo, FPI sering melecehkan perorangan, agama, budaya, dan masih banyak lagi. Pada tahun 2014, FPI juga mengeluarkan maklumat mengenai ISIS yang mana pada poin 5 menyatakan bahwa Al-Qaeda dan ISIS harus bersatu untuk meneruskan perjuangan.

FPI juga sering melakukan aksi yang mengkhawatirkan. Baru-baru ini mereka melakukan sweeping di Taman Ismail Marzuki untuk memastikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak hadir di Jakarta. Sebelumnya, Imam Besar FPI Rizieq Shihab melecehkan budaya sunda sampurasun menjadi campuracun.

Ormas-ormas di atas jelas bertentangan dengan prinsip yang ada di Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Keenam ormas ini sama sekali tidak menjunjung tinggi perdamaian dan toleransi. Justru sebaliknya, mereka menjunjung tinggi provokasi demi perpecahan seolah-olah ingin memindahkan konflik yang ada di Timur Tengah ke Indonesia.

Ormas-ormas radikal ini tentu melakukan kaderisasi secara radikal pula. Mengutip pernyataan Ketua PBNU Said Aqil Siradj bahwa pembiarakan terhadap radikalisme akan menumbuhsuburkan gerakan terorisme, maka bibit-bibit terorisme harus diberantas sejak dini tanpa pandang bulu.

Apakah kalian akan melakukan pembiaran terhadap radikalisme? Jika tidak, mari paraf petisi dibawah ini untuk mendesak pemerintah dan polisi agar membubarkan serta menindak ormas-ormas radikal sekaligus menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia anti radikalisme.

##########
Wahai kaum muslimin, mari rapatkan barisan, eratkan persatuan. Hari yang dinanti segera tiba

10 Anak Gubernur Sumbar Semuanya Hafal Al-Qur'an

Opini Bangsa - Salah satu sosok yang pantas diteladani adalah Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Ditengah kesibukan berbagai aktivitas, Irwan berhasil mendidik putra-putrinya dan tumbuh menjadi penghafal Al-Qur'an.

Berikut ini kisah lengkap perjalanan hidup Gubernur Irwan Prayitno dikutip dari situs irwan-prayitno.com

Masih kuliah S1 di Universitas Indonesia (UI) 1985 lalu, Irwan Prayitno sudah menikah. Tepatnya sekitar 31 tahun yang lalu, di usianya yang ke-22, dia mempersunting seorang wanita bernama Nevi Zuairina. Seorang gadis yang juga mahasiswi di kampus tersebut. Dia mahasiswi semester tiga.

Hampir setahun kemudian, masih kuliah juga, Irwan dikaruniai seorang anak. Sejak itulah dia harus berpikir lebih keras bagaimana mencari nafkah. Semua peluang dimaksimalkan. Mulai dari mengajar SMA-SMA swasta hingga berdakwah dari masjid ke masjid.

Pada 1988 setelah tamat kuliah dia istri serta anak pindah ke Padang, mulai merintis Yayasan Pendidikan Adzkia. Awalnya cuma berupa lembaga kursus. Lama-lama berkembang dan membuka taman kanak-kanak, dan perguruan tinggi. Karena lama membina mengembangkan yayasan, membuat dia semakin mapan, 1995 Irwan melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Universitas Putra Malaysia (UPM) Selangor. Anak dan istri juga dibawa.

Dia juga mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Seiring berjalan menulis banyak buku. Meraih gelar profesor. Pada 1999 Irwan jadi anggota DPR tiga periode. Periode ketiga dia cuma setahun karena terpilih menjadi gubernur. Sekarang jabatan gubernurnya sudah periode kedua.

Hidup Irwan Prayitno, berpindah-pindah. Sibuk luar biasa. Namun demikian, sepuluh anaknya semua menghafal Al-Qur'an (Hafiz) dan berhasil menduduki bangku perguruan tinggi ternama di Indonesia bahkan di luar negeri.

Bagaimana Irwan Mendidik Anaknya?

Hal menarik dari keluarga Irwan adalah tanpa memiliki pembantu rumah tangga, di tengah rutinitasnya yang begitu sibuk.

Kuliah sambil bekerja, mendirikan yayasan, melanjutkan pendidikan, jadi dosen, jadi anggota dewan, hingga menjadi gubernur.

Bahkan ketika sedang kuliah S2 dan S3 di Malaysia dia sudah memiliki lima anak, tapi sempat juga berdakwah ke London, Inggris. Tugas-tugas perkuliahan dikerjakan di perjalanan, dalam mobil, pesawat dan kereta api.

“Yang penting itu orang tua harus punya rasa tanggung jawab kepada anaknya. Rasa tanggungjawab itu diwujudkan dalam bentuk kepedulian,” tutur Irwan asli Taratak Paneh, Kecamatan Kuranji, Padang itu.

Sesibuk-sibuk apapun orang tua, karena dalam dirinya punya tanggungjawab, pasti dia peduli dengan anaknya. “Menyisihkan waktu untuk ketemu, untuk menelepon, dan SMS, untuk bersamanya. Sesibuk-sibuk apapun,” katanya.

Orang sibuk itu pasti punya rumah tempat dia kembali, istirahat dan berkumpul bersama keluarga. Walau pulang sudah larut malam, kemudian anak-anak sudah tidur, pasti subuh mereka sudah bangun.

Mereka masih di rumah, sebelum berangkat sekolah. “Kita kan juga ada di rumah. Pasti ketemu tiap hari. Kalau pun dinas ke luar daerah seperti ke Jakarta kan tidak tiap hari,” katanya.

Bangun tidur itu, setelah shalat subuh berjemaah, bisa berbincang-bincang dengan anak. “Kasih nasihat, ya ngobrol apa saja, tentang sekolah dan lainnya,” ujarnya.

Pulang malam juga tidak tiap hari. Kadang sore juga sudah pulang, ketemu juga dengan anak. Jadi, kalau orang bertanggungjawab pas-ti ada pikiran terhadap anak.

“Anak saya di Jakarta. Seminggu sekali saya tugas ke Jakarta. Tidak mungkin dari pagi, siang, hingga malam rapat bersama menteri. Pas malam kan bubar. Saya telepon anak untuk makan malam. Ketemu, ngobrol agak sejam,” katanya.

Itu baru di segi waktu fisik saja, sambung Irwan, sekarang teknologi komunikasi sudah canggih. Sudah ada aplikasi Whatsapp (WA) di HP. “Habis ini saya ingin naik mobil ke Bukittinggi. Dalam perjalanan kalau tidak menelepon, pasti buka WA. Ya udah komunikasi. Jadi setiap saat saya tahu di mana kesepuluh anak saya itu berada, lagi ngapain,” katanya.

“Urusan dengan ibunya ada pula. Kalau urusan minta-minta uang itu sama saya. Uang jajan, uang harian, begitu pun dengan minta isikan pulsa, dan lainnya. Komunikasi terus. pas komunikasi itu nanti masuk pesan, nasehat, jadi terkontrol semua anak-anak saya,” ujarnya.

“Saya punya anak sepuluh yang sudah nikah tiga. Ada yang di UI, IPB lagi ngapain, ada yang kehilangan dompetnya. Yang di UI baru selesai Sabtu lalu, yang di IPB baru ujian tengah semester, yang ekonomi lagi magang, tadi pagi yang SMA kelas tiga dengah ujian,” katanya.

10 anaknya yakni Jundi Fadhlillah pernah kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Jurusan Manajemen dan di Southern New Hampshire University, US.

Kedua, Waviatul Ahdi di Fakultas Kedokteran Gigi UI. Ketiga, Dhiya’u Syahidah di SBM ITB, Westminster University, UK.

Keempat, Anwar Jundi kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan IPB.

Kelima, Atika kuliah di FE UI.

Keenam, Ibrahim kuliah di Jurusan Teknik Kimia UI.

Ketujuh, Shohwatul Islah di SMA 1 Padang.

Kedelapan, Farhana di SMA 1 Padang.

Kesembilan, Laili Tanzila di SMPIT Adzkia.

Kesepuluh, Taqiya Mafaza di SDIT Adzkia.

PENDIDIKAN AGAMA

BAGI IRWAN DALAM MENDIDIK ANAK ITU CUMA SATU YAITU AGAMANYA. KALAU SUDAH AGAMANYA DIDIDIK, SUDAH AMAN, INSYA ALLAH.

“Shalatnya, baca alqurannya, belajar agamanya, ya udah, itu aja. Makanya anak saya ketika di pendidikan dasar dan menengah di pesantren semua,” ujarnya.

Dengan tahu agama mereka jadi baik kepada orang tua. Mereka tahu cara belajar dengan sungguh-sungguh. “Jadi tidak perlu diatur, disuruh-suruh, nggak macam-macam, nggak nakal-nakal. Karena agama semua,” ujarnya.

Istrinya Nevi sampai anak ketujuh murni ibu rumah tangga. Sejak anak kedelapan, sembilan, sepuluh, mulai bisnis. “Ketika yang paling kecil sudah masuk TK, ya ibunya buka restoran 6 buah, minimarket 5 buah, ada bisnis properti. Ada banyak usahanya, macam-macam,” ujar Irwan.

MENCUCI BAJU

Dalam mendidik anak, Irwan tidak ada mengenal kata susah. Susah dan tidak susah itu berasal dari diri sendiri, bukan pada anak-anak. “Kalau diri sudah mengatakan susah, semuanya susah. Hujan kalau hati susah, susah juga. Panas susah saja. Sebaliknya kalau kita menganggap hujan senang, panas senang, kan tidak ada yang susah,” katanya.

Misalnya anak nangis, kalau hati mengatakan susah, ya susah juga. “Tapi kalau saya anak menangis, senang. Alhamdulillah. Ndak apa-apa nangis, namanya anak-anak, biasa. Kalau orang besar nangis itu baru masalah. Kalau kita nggak ikhlas punya anak ya susah semua,” katanya.

Semua dilakukan bersama istri. Tidak mungkin sendirian, soalnya tidak ada pembantu. “Minimal saya cuci baju, istri saya memasak. Antar jemput sekolah saya. Ketika sudah di DPR baru pakai sopir. Tapi sebelum di DPR, di sini (Padang) saya antar jemput anak sekolah. Pakai motor atau mobil,” katanya.

Setelah panjang wawancara, jam sudah menunjukkan pukul 16.10 WIB.

“Apalagi, cukup?” kata Irwan yang terlihat hendak mengakhiri pembicaraan.

“Kalau masih ada nanti ditelepon saja. Bisa, nanti saya sisihkan waktunya,” kata Irwan sambil bersiap berangkat ke Bukittinggi. [opinibangsa.id / imi]

Sumber:
http://www.opinibangsa.id/2017/06/10-anak-gubernur-sumbar-semuanya-hafal.html

Tiga (3) Kelezatan Dunia yang Tersisa

Ibnu Munkadir rahimahullah pernah mengatakan,

ما بقي في الدنيا من اللذات إلا ثلاث قيام الليل ولقاء الأخوان والصلاة في جماعة

“Tidaklah tersisa kelezatan di dunia ini kecuali tiga hal: sholat malam (Qiyamul lail), bertemu saudara seiman (Liqa’ul Ikhwan), dan sholat jama’ah”

Benar apa yang disampaikan Ibnu Munkadir bahwa seorang hamba akan merasakan lezatnya kehidupan dunia ini dengan tiga amalan di atas:

Pertama: Qiyamul Lail (sholat malam)

Tentu kita tidak ragu lagi bahwa orang yang membiasakan dirinya dengan qiyamul lail ia akan merasakan kenikmatan dan ketentraman dalam hidupnya. Bagaimana ia tidak merasakan lezat sedang ia berinteraksi dengan Tuham semesta alam, bermunajat dan mengadu padaNya. Ulama salaf yang lainnya yang bernama Abu Sulaiman Ad Darimi mengatakan,

أهل الليل بليلهم ألذ من أهل اللهو بلهوهم، ولولا الليل ما أحببت البقاء في الدنيا

“Ahli (sholat) malam dengan malamnya lebih merasa lezat daripada ahli (atau pecinta) hiburan dengan hiburan mereka. Seandainya bukan karena (sholat) malam maka aku tidak menyukai tetap di dunia ini”

Salah satu keutamaan qiyamul lail bahwa ia adalah salah satu tanda ibadur Rahman (hamba-hamba Ar Rahman). Hal ini sebagaimana dalam firmanNya,

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً 

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS Al Furqan: 64)

Kedua: Liqa’ul Ikhwan (Bertemu saudara seiman)

Bertemu saudara seiman adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang muslim. Tentu kita pernah merasakan adanya perasaan bahagia dalam hati kita saat bisa bertatap muka dan berkumpul dengan saudara-saudara seiman. Baik bertemu di majelis ilmu, atau di jamuan makan, walimahan atau bahkan sekedar bertemu di jalan. Ini adalah salah satu keutamaan yang Allah berikan pada kaum mu’minin. Allah menjadikan dalam hati mereka rasa saling mencintai.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam besabda, “Perumpamaan orang-orang beriman di dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti tubuh. Jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka anggota tubuh lainnya akan memberikan kesetiaan kepadanya dengan bergadang (susah tidur) dan demam.” [HR Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2587]

Ketiga:  Sholat Berjama’ah

Orang yang merutinkan sholat berjama’ah hatinya akan merasa bahagia. Bahagia dapat melakukan ibadah bersama kaum muslimin yang lainnya. Hatinya akan merasa sejuk dengan mendengar ayat-ayat al Qur’an yang dibaca imam. Disamping itu sholat berjama’ah memiliki begitu banyak keutamaan. Salah satunya sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” [HR. Bukhari no. 131 dan Muslim no. 650]

Itulah tiga kelezatan yang tersisa di dunia ini. Tentu hal ini bukan batasan, tetapi sekedar menunjukkan agungnya tiga amalan diatas. Semoga Allah memberi hati kita kelezatan untuk mengamalkan tiga hal tersebut.

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas RasulNya.
--

Umar syam

BANGKITNYA "MUSTAFA KEMAL ATATURK" VERSI INDONESIA

*by @haikal_hassan*
1. Bapak turki (Ataturk) telah mati, terbujur, busuk. Dia sdg menanti sahabat-sahabatnya dari Indonesia. Siapakah dia?
2. Mustafa Kamal Ataturk adalah penggagas Republik Turki. Ia didapuk sebagai pemimpin revolusi, negarawan dan Presiden Turki yang pertama.
3. Ataturk pula yang memindahkan ibu negara Turki dari Istanbul ke Angora yang kini dikenali sebagai Ankara.
4. Mustafa Kamal telah membentuk semula aspek kehidupan rakyat Turki agar sesuai dengan tuntutan ideologi Kemalist.
5. Ideologi ini bertujuan membawa Turki ke arah negara modern, demokratik dan negara sekular. Padahal Islam mayoritas.
6. Ia mengganti azan kedalam bhs turki, lagu quran jadi lagu turki, bhs arab dihapus, kata syariah dihilangkan, dll.
7. Bagi seluruh muslim mukmin, Ataturk adalah pengkhianat sejati yang bekerja sama dg Yahudi dan musuh Islam. Untuk apa?
8. Untuk popularitas dan keduniaan dg memberangus, menghentikan, menumbangkan kekuasaan Islam yang telah berdiri 14 abad sebelumnya.
9. Kelakuannya menoreh luka dalam terperih sepanjang sejarah sejak zaman khalifah Ali bin Abi thalib setidaknya sampai saat ini.
10. Ataturk memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Di saat kematiannya, ada beberapa penyakit kepadanya, di antara ialah:
11. Penyakit kulit bernanah dari kepala hingga kaki, Sakit jantung aneh, darah tinggi yg memecahkan otak, Panas tinggi sepanjang waktu.
12. Pada 9 November 1938, ia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia secara mengenaskan.
13. Sewaktu ia meninggal, konon tidak seorang pun yang memandi, mengafani dan menshalatkannya.
14. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki mengurusnya
15. Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat.
16. Disebabkan putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi dan dimasukkan ke museum.
17. Musium itu diberi nama EtnaGrafi di Ankara dan mayat busuk ataturk itu selama 15 tahun atau sampai tahun 1953 berada disana.
18. Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit.
19. Disana mayat itu ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer.
20. Namun Mustafa Kamal Ataturk sebentar lagi tak sendirian. Akan banyak temannya dari Indonesia. Merekalah para pengusung pluralisme.
21. Mereka itu berencana mengapus kolom agama di ktp, mencabut skb 3 menteri ttg pendirian rmh ibadah, mengusulkan hilangnya KUHP penodaan agama.
22. Mereka juga mencabut tap mpr xxv/1966 ttg pki setelah berhasil mengubah UUD’45 kita dengan versi yg sekarang dan merugikan Islam.
23. Kini, Ataturk tengah menanti sahabat-sahabatnya dari Indonesia. Selamat. Kami menanti kematianmu dan meletakkanmu di museum.
24. Pesan kami, jangan coba-coba pancing kemarahan umat. DIKTATOR MINORITAS LIBERAL yg skrg tampil akan berumur pendek jika begitu.
25. Ataturk-ataturk baru kini bermunculan. Mendompleng. Penuh harap umur mereka 5 tahun saja. Bahkan kurang dari itu bila mungkin.
26. Indonesia tempat dimana ribuan bahasa, dialek, hewan, tumbuhan, suku, adalah negeri singgahnya utusan Nabi, negeri para wali.
27. Indonesia juga tempat harmonisasi contoh dunia dimana katolik, protestan, hindu, budha harmonis bersama 230an juta muslim dlm NKRI
28. Indonesia, negeri para wali, saat ini tengah rawan-rawannya dikeroyok begundal ekonom tak tau diri, perkaya diri tanpa hiraukan generasi.
29. Indonesia, negeri para wali, saat ini menjadi sasaran amerika dg penempatan pangkalan militer yang membuat bulu kuduk berdiri.
30. Indonesia, negeri para wali, jadi sasaran israel dg melibatkan bank asing, media, tawaran kk, makanan, pakaian, aneka produk yahudi.
31. Indonesia, negeri para wali, dimana anak2 mengaji, masjid tumpahruah, damai, tentram, harmonis bersama umat2 lain, saling menghargai.
32. Biarkan kami damai seperti ini wahai para begendal tak tau diri! Jgn pancing kemarahan kami yg nanti akan lupa akan kelemahan diri.
33. Ataukah kalian menanti akan jadi teman MUSTAFA Kamal Ataturk, membusuk, terkutuk? Wasalam.

Hal Sepele Ini Bisa Bikin Tagihan Listrik Anda Berkurang/Menurun

⚡Percaya atau tidak, silakan dibuktikan⚡

✅"Sebenarnya banyak cara untuk menghemat energi, cuma masalah awareness (kesadaran) saja," kata Direktur Utama  PT Energy Management Indonesia (EMI), Aris Yunanto, ketika berkunjung ke kantor detikcom, Rabu (22/4/2015).

✅EMI adalah perusahaan pelat merah yang yang bergerak dalam bidang manajemen energi dan konservasi air. 

✅Aris pun memberikan beberapa tips sederhana untuk menghemat listrik di rumah.

🎯Penghematan bisa dimulai dari pengatur suhu ruangan alias air  conditioner (AC), karena menurutnya sekitar 50% kebutuhan listrik di rumah biasanya berasal dari AC.

🎯"Kalau mau hemat jangan begitu menyalakan AC langsung diturunkan suhunya, stabilkan saja di 24 atau 25 °C" ujarnya.

🎯Operation Division Head EMI, Gunawan Wibisono, menambahkan, setiap suhu udara diturunkan 1 derajat ada tambahan penggunaan listrik sebanyak 6%. Jadi misalnya diturunkan dari 24 ke 18 sekaligus, maka ada tambahan penggunaan 36% daya listrik.

✅"Jadi sebaiknya satu jam dibiarkan menyala dulu sebelum ruangannya dipakai," kata Gunawan.

🎯Selain itu, tambah Aris, peralatan elektronik yang dalam posisi standby (keadaan mati tapi listriknya tetap tersambung ke stop kontak/terminal listrik), misalnya televisi atau perangkat audio, itu masih memakan listrik hingga 80% dari daya ketika hidup.

✅"Waktu standby itu dia masih menyedot listrik, sekitar 80% dari  listrik normalnya. 

🎯Sebaiknya memang dicabut saja colokannya kalau sudah tidak digunakan," kata Aris.

✅Jika cabut-mencabut colokan merepotkan, maka bisa memakai terminal listrik yang ada tombol on/off-nya. Sehingga ketika selesai menonton televisi tinggal ditekan saja.

🎯Colokan lain yang masih memakan listrik ketika tidak dicabut adalah perangkat pengisi daya telepon selular (ponsel) alias charger. 

✅Sampai saat ini masih banyak orang yang membiarkan colokan charger terpasang setelah selesai mengisi daya.

⏩"Charger itu kan isinya kumparan, jadi selama terpasang akan terus memutar listrik di situ. 

⏩Tanpa HP, charger akan memakan daya sekitar 30% dari normal daya listriknya. 

⏩Jadi kalau misalnya colokan 5 ampere, begitu selesai dan tidak dicabut masih ada sekitar 2 ampere yang terus dipakai," kata Gunawan.

🎯🌠Anda mungkin bisa mulai mempraktekkan tips-tips sederhana ini di rumah. 
Coba rasakan penghematannya dalam beberapa hari ke depan.

⚡⚡⚡...semoga bermanfaat 👍
Sumber:
https://m.detik.com/finance/energi/2895636/percaya-atau-tidak-hal-sepele-ini-bisa-bikin-tagihan-listrik-anda-berkurang

Perhatikanlah siapa temanmu!!!

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السُّوءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رَيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا خَبِيثَةً

Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab-adab serta batasan-batasan dalam pergaulan. Pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dampak buruk akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jelek, sebaliknya manfaat yang besar akan didapatkan dengan bergaul dengan orang-orang yang baik.

Pengaruh Teman Bagi Seseorang

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Perintah Untuk Mencari Teman yang Baik dan Menjauhi Teman yang Jelek

Imam Muslim rahimahullah mencantumkan hadits di atas dalam Bab : Anjuran Untuk Berteman dengan Orang Shalih dan Menjauhi Teman yang Buruk”. Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat permisalan teman yang shalih dengan seorang penjual minyak wangi dan teman yang jelek dengan seorang pandai besi. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak yang mulia, sikap wara’, ilmu, dan adab. Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli bid’ah, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya.” (Syarh Shahih Muslim 4/227)

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan : “Hadits di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”( Fathul Bari 4/324)

Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik

Hadits di atas mengandung faedah bahwa bergaul dengan teman yang baik akan mendapatkan dua kemungkinan yang kedua-duanya baik. Kita akan menjadi baik atau minimal kita akan memperoleh kebaikan dari yang dilakukan teman kita.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan pertemanan dengan dua contoh (yakni penjual minyak wangi dan seorang pandai besi). Bergaul bersama dengan teman yang shalih akan mendatangkan banyak kebaikan, seperti penjual minyak wangi yang akan memeberikan manfaat dengan bau harum minyak wangi. Bisa jadi dengan diberi hadiah olehnya, atau membeli darinya, atau minimal dengan duduk bersanding dengannya , engkau akan mendapat ketenangan dari bau harum minyak wangi tersebut. Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba yang berteman dengan orang yang shalih lebih banyak dan lebih utama daripada harumnya aroma minyak wangi. Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu. Dia juga akan memeberimu nasihat. Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka. Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan kekurangan dirimu. Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam perkataan, perbuatan, maupun bersikap. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya. Keduanya saling terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.

Jika kita tidak mendapatkan kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman dengan orang yang shalih. Minimal diri kita akan tercegah dari perbuatan-perbuatn buruk dan maksiat. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada. Dia juga akan membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan kecintaanya kepadamu. (Bahjatu Quluubil Abrar, 148)

Mudharat Berteman dengan Orang yang Jelek

Sebaliknya, bergaul dengan teman yang buruk juga ada dua kemungkinan yang kedua-duanya buruk. Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita. Syaikh As Sa’di rahimahulah juga menjelaskan bahwa berteman dengan teman yang buruk memberikan dampak yang sebaliknya. Orang yang bersifat jelek dapat mendatangkan bahaya bagi orang yang berteman dengannya, dapat mendatangkan keburukan dari segala aspek bagi orang yang bergaul bersamanya. Sungguh betapa banyak kaum yang hancur karena sebab keburukan-keburukan mereka, dan betapa banyak orang yang mengikuti sahabat-sahabat mereka menuju kehancuran, baik mereka sadari maupun tidak. Oleh karena itu, sungguh merupakan nikmat Allah yang paling besar bagi seorang hamba yang beriman yaitu Allah memberinya taufik berupa teman yang baik. Sebaliknya, hukuman bagi seorang hamba adalah Allah mengujinya dengan teman yang buruk. (Bahjatu Qulubil Abrar, 185)

Kebaikan Seseorang Bisa Dilihat Dari Temannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan teman sebagai patokan terhadapa baik dan buruknya agama seseorang. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar memilih teman dalam bergaul. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Jangan Sampai Menyesal di Akhirat

Memilih teman yang jelek akan menyebakan rusak agama seseorang. Jangan sampai kita menyesal pada hari kiamat nanti karena pengaruh teman yang jelek sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan. Renungkanlah firman Allah berikut :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)
Lihatlah bagiamana Allah menggambarkan seseorang yang teah menjadikan orang-orang yang jelek sebagai teman-temannya di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi.

Sifat Teman yang Baik

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata :

وفى جملة، فينبغى أن يكون فيمن تؤثر صحبته خمس خصال : أن يكون عاقلاً حسن الخلق غير فاسق ولا مبتدع ولا حريص على الدنيا

“ Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut : orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid’ah, dan bukan orang yang rakus dengan dunia” (Mukhtasar Minhajul Qashidin 2/36).

Kemudian beliau menjelaskan : “Akal merupakan modal utama. Tidak ada kebaikan berteman dengan orang yang bodoh. Karena orang yang bodoh, dia ingin menolongmu tapi justru dia malah mencelakakanmu. Yang dimaksud dengan orang yang berakal adalah orang yang memamahai segala sesuatu sesuai dengan hakekatnya, baik dirinya sendiri atau tatkala dia menjelaskan kepada orang ain. Teman yang baik juga harus memiliki akhlak yang mulia. Karena betapa banyak orang yang berakal dikuasai oleh rasa marah dan tunduk pada hawa nafsunya, sehingga tidak ada kebaikan berteman dengannya. Sedangkan orang yang fasik, dia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Orang yang tidak mempunyai rasa takut kepada Allah, tidak dapat dipercaya dan engkau tidak aman dari tipu dayanya. Sedangkan berteman denagn ahli bid’ah, dikhawatirkan dia akan mempengaruhimu dengan kejelekan bid’ahnya. (Mukhtashor Minhajul Qashidin, 2/ 36-37)

Hendaknya Orang Tua Memantau Pergaulan Anaknya

Kewajiban bagi orang tua adalah mendidik anak-anaknya. Termasuk dalam hal ini memantau pergaulan anak-anaknya. Betapa banyak anak yang sudah mendapat pendidikan yang bagus dari orang tuanya, namun dirusak oleh pergaulan yang buruk dari teman-temannya. Hendaknya orangtua memperhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya, karena setap orang tua adalah pemimpin bagikeluarganya, dan setiap pemimpin kan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Allah Ta’ala juga berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “ (At Tahrim:6).

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita dan keluaraga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik. Wallahul musta’an.

🥀🌸🌾🌹🌼🌷🌺🌻💐😊

ISIS DALAM TINJAUAN AQIDAH ISLAMIYAH

Ali Musri Semjan Putra
(alimusri@yahoo.com)

Abstrak
​Islam adalah agama yang cinta kedamaian dan keadilah sekalipun terhadap orang yang yang di luar Islam. Oleh sebab itu Islam mengharamkan perbuatan lalim terhadap siapaun, bahkan kepada bintang sekalipun. Barangsiapa yang membaca literatur-literatur Islam yang ditulis oleh para ulama klasik akan menemukan hal tersebut dengan jelas. Bahkan arti dari kata-kata Islam itu sndiri bermakna kedamaian atau keselamatan.
Namun dewasa ini keindahan ajaran Islam tersebut telah tertutup debu dan kabut pemikiran yang menyimpang dari kemurnian ajaran Islam itu sendiri. Salah satunya adalah ISIS yang beru-baru ini menjadi isu yang menghebohkan masyarakat dunia.
Maka dalam call papers yang pemakalah ajukan ini akan dibahas bentuk-bentuk penyimpangan ISIS dari sudut pandang Aqidah Islamiyah berdasrkan dalil-dalil yang valid dari Al Qur'an dan hadits-hadits yang shohih.
Keyword: ISIS, Tinjauan, Aqidah Islamiyah.

• Latar belakang
Berangkat dari rasa ingin saling menasehati sesama muslim, kami meluangkan waktu untuk membahas salah satu topik aktual dewasa ini. Yaitu tentang Daulah Islamiyah Iraq dan Syam (داعش) yang lebih popular dengan ISIS (Islamis State of Iraq and Sham). Jika kita amati isu ISIS telah menjadi polemik baru di tengah-tengah masyarakat dunia. Adanya sikap pro dan kontra di kalangan kaum muslimin dalam memandang ISIS, kiranya perlu untuk dikaji dari sudut pandang Aqidah Islamiayah. Agar umat Islam di Nusantara ini memiliki kewaspadaan dan tidak terpengaruh dengan ajaran yang dianut oleh pengikut ISIS. Maka dengan memperhatikan hal tersebut kiranya amat penting pembahasan ini untuk dikupas secara ilmiyah.

• Tujuan Bahasan
Diantara tujuan penulisan bahasan ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat terutama kalangan akademisi agar mereka dapat menjelaskan kepada para peserta didik mereka tentang siapa sebanarnya ISIS? Apa saja bentuk penyimpangan mereka dalam sudut pandang Aqidah Islamiyah? Dan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap ISIS?

• Sejarah kelahiran ISIS
Gerakan ISIS bermula dari dibentuknya "Jamah Tauhid dan Jihad" di Iraq pada tahun 2004 oleh Abu Msh'ab Zarqowy. Kemudian pada waktu yang bersamaan Zarqowy menyatakan pembai'atannya terhadap pimpinan tertinggi Al Qoidah Usamah bin Ladin, dengan demikian ia langsung menjadi perwakilan resmi Al Qoidah di Iraq. Ketika Amerika menjajah Iraq pasukan Zarqowy sangat agresif dalam menentang penjajahan tersebut. Hal ini menyebabkan banyak pejuang Iraq yang bergabung dengan pasukan Zarqowy. Meskipun secara idologi mereka berbeda, akan tetapi kondisi perang menyebabkan mereka untuk bergabung dengan segala kekuatan dalam melawan penjajahan Amerika terhadap rakyat Iraq. Dengan berlalunya waktu pengaruh Zarqowy semakin kuat di tengah-tengah para pejuang Iraq dan jumlah pasukannya semakin bertambah dan membesar.
Pada tahun 2006 Zarqowy mengumumkan melalui sebuah rekaman tentang pembentukan 'Majlis Syura Mujahidin" yang diketuai oleh Abdullah Rosyid Bagdady. Tujuan dari pembentukan "Majlis Syura Mujahidin" ini adalah untuk mengantisipasi perpecahan dikemudian hari antara berbagai kelompok pejuang yang tersebar di berbagai pelosok daerah Iraq. Namun sebulan setelah pernyataannya tersebut Zarqowy terbunuh, lalu posisinya digantikan oleh salah seorang tokoh Al Qoidah yang bernama Abu Hamzah Al Muhajir.
Kemudian pada akhir tahun 2006 sebagian besar pasukan "Majlis Syura Mujahidin" berhasil mengambil sebuah keputusan bersama untuk mendirikan Negara Islam Iraq di bawah pimpinan Abu Umar Bagdadi.
Lalu pada tanggal 19 April 2010 pasukan Amerika mengadakan penyerangan udara besar-besaran terhadap salah satu daerah Iraq yang bernama Tsar-tsar. Sehingga terjadilah pertempuran sengit antara pasukan pejuang Iraq dengan penjajah Amerika. Satu minggu setelah pertempuran tersebut pasukan Al Qoidah memberikan pernyataan melalui internet bahwa Abu Umar Bagdadi (Pimpinan Negara Islam Iraq) dan Abu Hamzah Muhajir (Pimpinan Majlis Syura Mujahidin) telah terbunuh dalam pertempuran tersebut di kediaman mereka. Sekitar sepuluh hari berselang dari meninggalnya kedua orang tersebut diadakanlah rapat Majlis Syura Negara Islam Iraq. Dalam rapat Majlis Syura tersebut terpilihlah Abu Bakar Bagdadi sebagai pengganti Abu Umar Bagdadi menjadi Pimpinan Negara Islam Irag.
Abu Bakar Bagdadi, nama aslinya Ibrohim bin 'Awad bin Ibrohim Al badri lahir disalah satu daerah di Iraq yang bernama Saamuraa' pada tahun 1971. Ia adalah Alumni S3 Universitas Islam Bagdad yang berprofesi sebagai pengajar/ dosen. Saat Amerika menjajah Iraq Abu bakar Bagdadi bangkit ikut berjuang bersama rakyat Iraq di Saamuraa', seketika itu ia hanya memimpin sebuah pleton kecil. Kemudian ia berkerjasama dengan beberapa orang yang terindikasi memiliki ideologi teroris untuk membentuk sebuah pasukan perang tersendiri. Saat Zarqowi mengumumkan pembentukan "Majlis Syura Mujahidin" tahun 2006 ia termasuk diantara pimpinan pasukan mujahidin yang bergabung kedalamnya. Saat itu ditunjuklah ia sebagai anggota Majlis Syura sekaligus menduduki posisi untuk menangani bagian pembentukan dan pengaturan urusan kesyariatan dalam "Majlis Syura Mujahidin". Pada akhirnya ia menjadi orang kepercayaan Abu Umar Bagdadi dan ditunjuk sebagai penggantinya oleh Abu Umar Bagdadi sebagai pimpinan Negara Islam Iraq setelahnya. Inilah sekilas kronologi terpilihnya Abu Bakar Bagdadi sebagai pimpinan Negara Islam Iraq yang
kemudian setelah meluaskan sayapnya ke Suriah dan mengklaim daerah-daerah yang sudah dibebaskan oleh para mujahidin lain dari kekuasan Basyar Asad dan menamakan kekuasaanya dengan Negara Islam Iraq dan Syam (ISIS) pada tanggal 9 April 2013.
• Sekilas bagaimana berdirinya ISIS
Setelah terjadinya perperangan di Suriah pada tahun 2011 antara tentara Basyar Asad dengan pasukan penentang penguasa, sebagian kelompok-kelompok mujahidin di Iraq ikut bergabung membantu pasukan penentang penguasa. Pada awal tahun 2014 pasukan penentang penguasa berhasil menguasai sebagian besar dari wilayah suriah, terutama perbatasan antara Suriah dan Iraq. Di antara pasukan yang membantu perjuangan Rakyat Suriah melawan pemerintahan Basyar Asad adalah pasukan Jabhah Nusroh yang merupakan pewakilan Al Qoidah untuk wilayah Syam di bawah pimpinan Abu Muhammad Al Faatih dan lebih popular dengan panggilan Al Jauwlaany. Diantara tokoh-tokoh Al Qoidah yang loyal dengan pasukan Jabhah Nusroh adalah Aiman Zawahiri, Abu Qotadah Palestini dan Abu Muhammad Maqdisi.
Pada tanggal 9 April 2013 Abu Bakar bagdadi mengumumkan melalui sebuah rekaman bahwa pasukan Jabhah Nusroh adalah bagian dari Negara Islam Iraq. Dan ia mengganti penyebutan Jabhah Nusroh dengan nama Negara Islam Iraq dan Syam (ISIS). Selang beberapa hari setelah itu Abu Muhammad Al Jaulaany sebagai pimpinan Jabhah Nusroh menjawab pernyataan Abu Bakar Bagdadi dalam sebuah rekaman pula. Dalam rekaman tersebut ia menjelaskan tentang hubungan antara Negara Islam Iraq dengan Jabhah Nusroh. Kemudian ia menyatakan penolakan keinginan Abu bakar Bagdadi untuk menggabungkan Jabhah Nusroh kedalam Negara Islam Iraq yang dipimpin Bagdadi. Setelah itu ia manyatakan pembai'atannya terhadap pasukan Al Qoidah di Afganistan. Selang beberapa hari setelah itu pimpinan Al Qoidah yang lainnya mendukung pernyataan penolakan terhadap pernyataan Abu Bakar Bagdadi. Secara tegas Aiman Zawahiri sekitar bulan November 2013 menyatakan bahwa ISIS bukan bagian dari Al Qoedah dan Al Qoidah berlepas diri dari ISIS yang kejam dan bengis terhadap sesama muslim. Bahkan para tokoh Al Qoedah di berbagai Negara menyebut bahwa ISIS adalah kaum Khawarij kotemporer karena sangat eksrim terhadap muslim di luar kelompok mereka, dengan sebutan murtad. Mereka melakukan aksi-aksi kekerasan yang sangat naif terhadap rakyat sipil dan pasukan mujahidin lain, baik di Iraq maupun di suriah.
Pada awalnya Abu Bakar Bagdadi hanya ditugaskan untuk pembebasan Iraq, adapun Suriah sudah dibawah kendali pimpinan Al Qoidah Syam. Alasan lain adalah akan terjadinya kekacauan antara sesama kelompokmu.
Mujahidin yang sedang berjihad dilapangan tempur bila ada pengleman pendirian Negara, karena hal ini perlu dibicarakan dengan seluruh elemen yang berjuang dalam pembebasan Suriah. Dari saat  itu mulailah terjadi gesekan antara ISIS dengan pasukan-pasukan lain yang sedang berjuang melawan pasukan Basyar Asad di Suriah. Hari demi hari ISIS semakin menunjukkan kebiadabannya baik terhadap mujahidin lain yang diluar pasukan mereka maupun terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa. Mereka meledakkan pos-pos mujahidin dan tempat-tempat pengunsian sipil dengan bom mobil.
Bahkan mereka menghadang konvoi bantuan makanan dan kesehatan di tengah perjalanan yang disalurkan oleh relawan kemanusian dari berbagai Negara muslim di dunia untuk rakyat suriah yang sedang berada di pengungsian. Lalu bantuan bahan makanan dan kesehatan tersebut mereka rampas, bahkan sebahagian dari tim relawan yang membawa bantuan tersebut ada yang mereka siksa atau mereka bunuh.
Pada tgl 29 Juni 2014 juru bicara ISIS memaklumatkan Abu Bakar Bagdadi sebagai Kholifah Muslimin dan penyebutan Negara dirubah dari ISIS menjadi Negara Islam. Dari sinilah ISIS melihat setiap orang yang enggan untuk membai'at Abu Bakar Bagdadi adalah kafir karena telah menetang penegakan Negara Islam dan penerapan syariat Islam. Dan mereka melihat memerangi dan membunuh kaum murtad didahulukan dari memerangi orang kafir asli. Sehingga tidak sedikit kaum muslimin yang mereka bunuh, baik dari kalangan mujahidin, maupun rakyat sipil dari wanita dan anak-anak dengan cara yang amat keji dan kejam. Perbuatan biadab tersebut mereka sebarkan melalui internet. Tujuan mereka memperlihatkan kekejian tersebut adalah sebagai ancaman dan untuk membuat ketakutan bagi orang yang enggan menerima keputusan mereka. Semenjak diprolamirkan berdirinya ISIS, semenjak itu pula terjadi pembunuhan dan pembantaian terhadap sesama muslim dan terhadap jiwa-jiwa tidak berdosa baik di Iraq maupun di Suriah.

• Kesesatan Ideologi ISIS
Berikut ini kita sebutkan beberapa kesesatan ISIS yang paling fatal dan persis sama dengan sifat-siafat Khawarij yang dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi, diantara adalah:

Pertama: Mengklem bahwa pimpinan mereka adalah sebagai Khalifah yang wajib dibai'at dan dita'ati oleh setiap muslim.
Semenjak kemunculan khawarij dalam sejarah Islam mereka selalu mengklem bahwa pemimpin mereka adalah pemimpin yang sah dan mutlak untuk ditaati. Karena menurut mereka seorang pemimpin harus terlepas dari dosa-dosa besar. Bila seorang pemimpin terjatuh kedalam dosa besar maka menurut mereka pemimpin tersebut wajib diganti. Bahkan harus dibunuh karena ia telah kafir dengan dosa tersebut, kecuali taubat dan menyatakan keislamannya kembali. Oleh sebab itu sejak dulu Negara Khawarij tidak pernah stabil dan bertahan lama. Selama pemimpin mereka manusia, maka ia sangat berpeluang untuk jatuh kedalam dosa. Sangat sulit dan tidak akan pernah ada pemimpin yang bebas dari dosa.
Pengkleman seorang penguasa tentang dirinya sebagai Khalifah umat Islam sudah sering terjadi dalam sepanjang sejarah umat Islam setelah umat Islam mengalami kemunduran dalam kekuatan politik semenjak masa Dinasti Umawiyah, Abasiyah sampai Dinasti Utsmaniyah. Bahkan tidak sedikit pula diantara mereka yang mengaku sebagai Imam Mahdi akhir zaman. Terakhir peristiwa pengkleman tesebut dilakukan oleh kelompok Juhayman di kota Makkah pada tahun 1979. Peristiwa-peristiwa tersebut telah memakan korban yang cukup banyak dari kalangan kaum muslimin. Hal yang melatar belakangi peristiwa-peristiwa serupa biasanya dimulai dari proses dalam pembelajaran agama yang jauh dari bimbingan para ulama. Terutama dalam memahami dalil-dalil yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Kemudian ditambah lagi oleh kondisi umat yang memprihatinkan, membuat sebagian orang ingin menjadi pahlawan di siang bolong. Dan sebab yang lebih dominan adalah kecintaan terhadap kekuasaan, sebagian orang ada yang menjadikan argumentasi agama demi mencapai tujuan hawa nafsunya. Maka Abu Bakar Bagdady bukanlah orang pertama yang mengaku dirinya sebagai Khalifah dalam sejarah Islam. Bahkan di antara mereka yang mengaku sebagai Khalifah terdapat orang jauh lebih baik kepribadiannya dari Abu Bakar Bagdadi. Akan tetapi pengakuan mereka tersebut berlaku pada wilayah yang mereka kuasai semata. Disebut khalifah karena ia pengganti penguasa sebelumnya, bukan dalam artian khalifah sebagai penguasa umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Maka khalifah dalam pengertian tersebut, bisa disamakan pada setiap pemimpin muslim yang memimpin kaum muslimin di wilayah Negara manapun.
dijelaskan oleh Syeikh Muhamad Mubarakfuri bahwa pada abad ke 5H banyak sekali penguasa yang menyebut dirinya khalifah. Di Andalus ada lima orang, masing-masing menyebut dirinya khalifah dan termasuk pula penguasa Mesir dan Dinasti Abasiyah di Bagdad, sampai yang mengaku khalifah di berbagai penjuru dunia dari kalangan Alawiyah dan khawarij. Hal inilah yang dimaksud oleh sabda Rasulullah r: "Akan terdapat khalifah-khalifah yang terlalu banyak".
Hal yang senada juga dijelaskan imam Nawawi dalam kitabnya "Syarah Shohih Muslim".
Adapun Khilafah dalam artian melindungi segenap umat Islam di seluruh pelosok sedunia, telah dijelaskan oleh Rasulullah r bahwa pemerintahan yang berbentuk kekhalifahan seperti ini hanya berlangsung selama 30 tahun setelah beliau wafat. Kemudian setelah itu bentuk pemerintahan akan berubah menjadi kerajaan-kerajaan.
Rasulullah r bersabda:    «الخلافة في أمتي ثلاثون سنة ثم ملك بعد ذلك»
"Kekhilafahan di tengah umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah kerajaan".

Kedua: Mengkafirkan setiap muslim yang tidak mau membai'at khalifah mereka.
Salah satu dari kebiasaan orang-orang khawarij sejak dulu kala adalah kegemaran mereka dalam mengkafirkan orang muslim yang tidak mau menerima pandangan dan pendapat mereka. Jika duhulu mereka berani mengkafirkan seperti Ali bin Abi Tholib t sahabat yang mulia dan dijamin masuk surga oleh Rasulullah r, bagaimana dengan pemimpin setelahnya atau pemimpin-pemimpin yang ada saat ini? Jika zaman sekarang mereka berani mengkafirkan Syeikh Bin Baz bagaimana dengan ulama yang lainnya?
Sesuai dengan berbagai informasi yang kita peroleh dari berbagai sumber, pasukan ISIS sangat mudah mengobral ponis kafir terhadap muslim yang di luar kelompok mereka.
Rasul kita Muhammad r telah memperingatkan umatnya dari jauh-jauh hari agar mereka tidak bermudah-mudah dalam memponis murtad atau kafir antara sesama mereka. Dimana bila seorang muslim dituduh kafir oleh sorang muslim lain, maka ucapan tersebut melekat pada salah seorang mereka. Bila yang dituduh tidak demikian adanya, maka ucapan tersebut kembali kepada orang yang menuduh kafir.
«إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا».
"Apabila seseorang mengkafirkan saudaranya maka sungguh salah seorang dari keduanya telah terkena kalimat tersebut".
Dalam riwayat lain berbunyi:
« أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لأَخِيهِ يَا كَافِرُ. فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ ».
"Siapaun yang berkata kepada saudaranya: Hai kafir! maka sungguh salah seorang dari keduanya telah terkena kalimat tersebut, jika adanya seperti ia ucapkan, dan jika tidak maka ucapan tersebut kembali kepada yang mengucapkannya".

Ketiga: Menghalalkan darah setiap orang yang tidak mau membai'at khilafah mereka.
Diantara kesesatan khawarij dari sejak dulu kala dengan menghalalkan darah orang yang di luar kelompok mereka. Bahkan sesama kelompok khawarij sekalipun dengan alasan yang sangat sepele mereka dengan mudah melakukan pembunuhan. Meskipun orang yang akan mereka eksekusi nyata-nyata mengucapakan dua kalimat syahadat di hadapan mereka secara jelas, akan tetapi mereka tetap menyiksa dan membunuhnya dengan cara sadis dan kejam. Bahkan mereka meledakkan masjid yang dipenuhi oleh jamaah menunaikan sholat jum'at.
Dalam dokrin ISIS memerangi muslim yang di luar kelompok mereka yang mereka sebut sebagai orang yang murtad lebih utama untuk dibunuh dan diperangi sebelum memerangi orang-orang kafir asli.
Lihatlah bagaimana yang dilakukan oleh pendahulu mereka terhadap seorang sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Khabbaab, mereka membunuhnya dan membelah perut isterinya sedang hamil di hadapannya.
Sesuai dengan informasi yang kita dapatkan dari orang yang langsung menyasikan kekejam ISIS, sungguh perbuatan mereka jauh lebih keji, lebih kejam, lebih sadis dan lebih hina dari khawarij-khawarij yang terdahulu.
Bahkan mereka melakukan pembunuhan secara membabi buta, tanpa memperdulikan orang baik atau bukan, orang yang diberi jaminan keamanan atau bukan.
Rasulullah r bersabda:
«مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ وَمَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِي يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِي لِذِي عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّى وَلَسْتُ مِنْهُ».
"Barangsiapa yang meninggalkan ketaatan kepada pemimpin dan keluar dari jama'ah (persatuan)! Lalu ia mati, maka ia mati dalam kejahilian. Barangsiapa yang berperang di bawah bendera kesesatan, ia marah demi kelompok tertentu atau karena mengajak kepada kelompok tertentu, atau karena mendukungnya! Lalu ia terbunuh, maka ia terbunuh dalam kajahilian. Barangsiapa yang memberontak atas umatku, ia membunuh orang baik maupun yang jahat, dan tidak memperdulikan orang beriman sekalipun, demikian pula tidak menepati janji bagi orang yang diberi perjanjian! Maka ia tidak termasuk bagian dariku dan aku tidak termasuk bagian darinya".
Berkata Imam Bukhari: Oleh sebab itu Ibnu Umar memandang mereka adalah seburuk-buruk makhluk, karena mereka mengambil ayat-ayat yang turun tentang orang kafir lalu mereka menjadikannya untuk orang-orang mukmin.
Rasulullah r senantiasa memberikan nasehat kepada pasukan yang beliau utus untuk sebuah perperangan agar tidak membunuh anak-anak:
«اغْزُوا بِاسْمِ اللَّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَلاَ تَغُلُّوا وَلاَ تَغْدِرُوا وَلاَ تَمْثُلُوا وَلاَ تَقْتُلُوا وَلِيدًا».
"Berperanglah di jalan Allah dengan menyebut nama Allah! perangi orang yang kafir kepada Allah! Jangan berbuat curang! jangan mengambil harta rampasan perang sebelum pembagian! Jangan lakukan penyiksaan! Dan jangan kalian bunuh anak-anak!".
Dalam sebuah perperangan Rasulullah r mendapatkan kabar ada anak-anak kecil yang terbunuh, lalu beliau bersabda:
((مَا بَالُ أَقْوَامٍ جَاوَزَهُمُ الْقَتْلُ الْيَوْمَ حَتَّى قَتَلُوا الذُّرِّيَّةَ]، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا هُمْ أَوْلاَدُ الْمُشْرِكِينَ، فَقَالَ: "أَلاَ إِنَّ خِيَارَكُمْ أَبْنَاءُ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ قَالَ: "أَلاَ لاَ تَقْتُلُوا ذُرِّيَّةً أَلاَ لاَ تَقْتُلُوا ذُرِّيَّةً)).
"Apa gerangan ada kaum pada hari ini melampoi batas dalam membunuh sehingga ada yang membunuh anak-anak. Lalu seseorang berkata: Ya Rasulullah! Mereka tersebut anak-anak orang musyrikin. Beliau menjawab: Bukahkah orang yang terbaik diantara kalian hari ini adalah anak-anak orang musyrikin? Kemudian beliau bersbada: "Ketahuilah, Jangan kalian membunuh anak-anak! Ketahuilah jangan kalian membunuh anak-anak".
Dalam aksinya orang-orang ISIS tidak segan-segan meledakan masjid yang dipenuhi oleh jama'ah sedang menunaikan sholat Jum'at. Rasulullah r melarang melakukan penyerangan terhadap perkampungan yang ada masjid di dalamnya atau terdengar suara azan dari kampung tersebut.
«إِذَا رَأَيْتُمْ مَسْجِدًا أَوْ سَمِعْتُمْ مُؤَذِّنًا فَلاَ تَقْتُلُوا أَحَدًا».
"Apabila kalian melihat masjid atau mendengar suara Muadzin maka jangan kalian membunuh seorangpun".
Kalau kita perhatikan di masa kekhalifahan Ali bin Abi Tholib t ada sebagian kaum muslimin yang tidak mau membai'at beliau. Akan tetapi beliau tidak pernah mengkafirkan apalagi membunuh mereka. Bahkan orang-orang khawarij yang mengkafirkan dan menentang beliau tidak beliau kafirkan. Meskipun beliau pada akhirnya meninggal karena dibunuh oleh seorang khawarij yang bernama Ibnu Muljam.
Jika Amirul mukminin Ali bin Abi Tholib t tidak mau melakukan pemaksaan terhadap orang yang tidak mau membai'at beliau. Lalu apakah Abu Bakar Bagdadi layak untuk memaksa agar orang harus membai'atnya? Tidakkah ia merasa malu terhadap dirinya sendiri.

Keempat: Mewajibkan setiap muslim untuk membatalkan bait'at mereka kepada pemimpin Negara mereka masing-masing.
Hal ini sangat berpontesi menjadikan kaum muslimin untuk dicurigai dan dimata-matai oleh pemerintah mereka, bahkan menyebabkan sebagian mereka ditangkap dan dihukum. Namun apakah mereka mendapat pembelaan dari orang-orang ISIS di sana? Apakah ISIS tahu tentang keadaan mereka dan dapat berbuat sesuatu untuk mereka?
Bahkan yang lebih fatal lagi dari itu semua, hal ini akan memancing terjadinya pemberontakan dan pembunuhan di banyak Negara muslim. Perbuatan mereka jelas-jelas sangat menentang dalil-dalil agama. Rasulullah r telah memperingatkan umat terhadap kondisi ini dalam sabdanya:
«وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ». قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ «فُوا بِبَيْعَةِ الأَوَّلِ فَالأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ».
"Akan terdapat khalifah-khalifah yang terlalu banyak", para sahabat bertanya: apa perintahmu untuk kami? Jawab Rasulullah r: "Penuhi bai'at yang pertama terlebih dahulu dan berikan hak mereka, sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka terhadap apa yang Allah tugaskan kepada mereka".
Hadits ini menegaskan kepada kaum muslimin dalam kondisi banyaknya orang mengaku dirinya sebagai kholifah untuk tetap taat dan setia terhadap pemimpin mereka yang pertama.
Rasulullah r telah memperingatkan umat Islam tentang bagaimana menyikapi orang yang memecah bela persatuan kaum muslimin. Berkata 'Arfajah: aku mendengar Rasulullah r bersabda: 
«إِنَّهُ سَتَكُونُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ وَهْىَ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ».
"Sesungguhnya akan terjadi kekacauan dan kekacauan, Barangsiapa yang ingin memecah bela persatuan umat ini sedangkan mereka bersatu (dibawah pemimpin), maka hendaklah kalian penggal leher orang tersebut dengan pedang siapapun orangnya".
Hadits ini memberikan ketegasan untuk menjaga persatuan di bawah penguasa yang resmi. Dan kita wajib melakukan penolakan terhadap setiap orang yang berusaha memecah bela antara kaum muslimin dengan pemimpin mereka.

Kelima: ​Kebodohan mereka tentang ajaran agama terutama perkara yang berkaitan jihad dan khilafah.
Maka sifat-sifat mereka persis sama dengan sifat orang-orang Khawarij yang yang telah digambarkan oleh Rasulullah r dalam sunnahnya. Oleh sebab itu tidak ada perbedaan pendapat di tengah para ulama Ahlussunnah untuk menyebut mereka sebagai Khawarij kontemporer. Bahkan tokoh-tokoh dari kalangan kelompok Al Qoidah sendiri menyebut ISIS sebagai kelompok Khawarij yang paling eksrim dalam sejarah.
Berbagai sepak terjang yang dilakukan oleh ISIS terhadap kaum muslimin di luar kelompok mereka. Seperti penyembelihan dan pembunuhan yang mereka lakukan terhadap orang-orang muslim dan nyawa-nyawa yang tidak berdosa adalah bukti kejahilan mereka dengan ajaran agama yang mulia ini. Terlebih-lebih lagi bila kita mendengarkan berbagai alasan mereka dalam melakukan tindakan biadap tersebut. mereka benar-benar persis dengan sifat khawarij yang terdapat dalam hadits-hadits berikut ini.
عن يسير بن عمرو قال قلت لسهل بن حنيف: هل سمعت النبي r يقول في الخوارج شيئا؟ قال سمعته يقول وأهوى بيده قبل العراق ((يخرج منه قوم يقرؤون القرآن لا يجاوز تراقيهم يمرقون من الإسلام مروق السهم من الرمية)).
Yasir bin Amru bertanya kepada Sahal bin Hanif: Apakah kamu pernah mendengar Nabi r berbicara tentang Khawarij? Jawab Sahal: Aku mendengar beliau bersabda sambil menunjuk dengan tangannya ke arah Bagdad. "Akan keluar dari daerah sana sekelompok kaum yang gemar membaca Al qur'an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya".
Para ulama menerangkan maksud dari kata-kata "gemar membaca Al qur'an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka" mereka tidak memahami tentang apa yang mereka baca dan bacaan tersebut tidak memperbaiki keyakinan mereka, karena isi bacaan mereka tersebut tidak masuk kedalam hati mereka dalam bentuk ilmu. Tentu hal ini yang menyebabkan mereka bodoh tentang ajaran agama. Bahkan digambarkan kecepatan mereka keluar dari agama bagaikan secepat anak panah dari busurnya.
Dalam hadits yang lain diperjelas lagi tentang gambaran kebodohan mereka. Berkata Ali bin Abi tholib  t aku mendengar Rasulullah r bersabda:
«سَيَخْرُجُ فِى آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ».
"Akan keluar di akhir zaman sekelopok orang, berusia muda, berpikiran dungu. Mereka mengatakan sebaik-baik ucapan manusia. Mereka gemar membaca Al qur'an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya".
Dalam melakukan berbagai aksinya orang-orang khawarij menggunakan simbol-simbol agama dan merasa membela agama Allah. Tetapi tanpa mereka sadari, pada hakikatnya mereka merobohkan agama Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah r tentang mereka:
«سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ -إلى أن قال- يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ».
"Akan terjadi di tengah-tengah umatku perselisihan dan perpecahan, sekelompok kaum yang indah dalam ungkapan namun buruk dalam perbuatan". (sampai pada ungkapan beliau): "Mereka mengajak kepada kitab Allah,tetapi mereka tidak termasuk kedalamnya sedikitpun. Orang yang menetang mereka lebih baik di sisi Allah dari pada mereka".
Dalam lafazh yang lain berbunyi:
«يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ ».
"Mereka membaca Al Qur'an, hal itu mereka kira (hujjah) bagi mereka namun sesungguhnya hal itu (hujjah) di atas mereka".

• Tingkatan Khawarij dalam pengkafiran dan pembunuhan:

1. Mengkafirkan Pejabat Tinggi Negara saja.

2. Mengkafirkan Pejabat Tinggi dan Pasukan Kemanan yang menangulangi teroris.

3. Mengkafirkan Pejabat Tinggi dan seluruh Pasukan Keamanan Negara.

4. Mengkafirkan penguasa secara mutlak dan para ulama yang loyal kepada mereka.

5. Mengkafirkan penguasa secara mutlak dan setiap orang yang loyal kepada mereka.

6. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak,tetapi mereka tidak menjadikan rakyat sipil sebagai sasaran pembunuhan.

7. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak, sekaligus menjadikan rakyat sipil sebagai sasaran pembunuhan yang berada di lokasi perlawanan mereka.

8. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak dan membunuh setiap pribadi yang diluar kelompok mereka, kecuali wanita dan anak-anak.

9. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak dan membunuh dengan sadis setiap pribadi yang diluar kelompok mereka sekalipun orang tua renta, wanita dan anak-anak kapan dan dimanapun mereka berada.
Dalam tingkatan Khawarij melakukan pengkafiran dan pembunuhan sebagaimana yang terdapat dalam uraian di atas, maka ISIS menempati urutan terakhir yaitu tingkat yang paling eksrim dalam pengkafiran dan paling sadis dalam pembunuhan.

• Kesimpulan
1. ISIS adalah pecahan dari kelompok Al Qoidah, yang jauh lebih eksrim dan sadis dalam melakukan pembunuhan dari kelompk Al Qoidah lainnya.
2. Mereka lebih tepat untuk disebut sebagai Khawarij kontemporer yang harus dicegah dan diantipasi perkembangannya.
3. ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara dokrin maupun prilaku.
4. Segala sikap dan prilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.
5. Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh dorin dan gerakan ISIS.
• Penutup
Demikian yang dapat penulis paparkan dalam makalah yang sederhana ini sekilas tentang hakikat Negara ISIS. Semoga Allah menjaga Negara kita dari segala betuk gerakan separatis yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita. Amiiin.

Daftar Pustaka
Al Mubaarakfury, Muhammad Abdurrahman Bin Abdurrahin Abu 'Alaa, Tuhfatu Al Ahwadzy (Bairut: Dar Al Kutub Al 'Ilmiyah, -).
An Nawawy, Yahya Bin Syaraf Abu Zakariya, Al Minhaaj (Bairut: Dar Ihya At Turats Al 'Araby, 1392H).
At Tirmizy, Muhammad Bin 'Isa Abu 'Isa, Al Jaami' Ash Shohiih (Bairut: Dar Ihya At Turats Al 'Araby, -).
Al Bukhary, Muhammad Bin Ismail Abu Abdillah, Al Jaami' Ash Shohiih Al Mukhtashar (Bairut: Dar Ibnu Ktsir, 1407H).
Al Kusyairy, Muslim Bin Al hajjaaj Abul Husain, Al Jaami' Ash Shohiih (Bairut: Dar Al Jiil, -).
Al Jazary, Ali Bin Muhammad Bin Abdul Karim, Usudu Al Ghaabah (- - -).
Asy Syaibaany, Ahmad Bin Hambal Abu Abdillah, Al Musnad (Kairo: Muassasah Qurtuba -).
Asy Syaibaany, Ahmad Bin Hambal Abu Abdillah, Al Musnad (- : Muassasah Ar Risaalah, 1999).
Al Albaany, Muhammad Bin nashiruddin, As silsilah Ash Shohihah (Riyadh: Maktabah Al Ma'aarif -).
As Sijistaany, Sulaiman Bin Al Asy 'Ats Abu daud, As Sunan (Bairut: Dar Al kitab Al 'Araby -).
-http://www.alalam.ir/news/1552479.
-http://www.ahraralsham.com/?p=2941.
-http://www.dawaalhag.com/?p=8114.
-http://justpaste.it/dls1.
-http://justpaste.it/dlai.
-http://halabnews.com/news/36562.
-http://halabnews.com/news/36822.
-http://halabnews.com/news/39875.
-http://halabnews.com/news/42816.
-http://halabnews.com/news/44617.
-http://youtube.com/user/sada1altwed.
-http://www.youtube.com/watch?v=x4Cx3khjyu0.
- http://www.youtube.com/watch?v=p4F0xV529Ps.
- https://www.youtube.com/watch?v=ZtwhsBDbj7I.
- https://www.youtube.com/watch?v=38G_pkidJBo.
- https://www.youtube.com/watch?v=uSeccbk0O60.
- https://www.youtube.com/watch?v=PLH5AmP4gRY.
- https://www.youtube.com/watch?v=87OkMlChTQ4.

BIO DATA

NAMA​​​: DR. ALI MUSRI SEMJAN PUTRA,MA
TEMPAT, TGL. LAHIR​: SUMATERA BARAT, 09 JANUARI 1972
PENDIDIKAN TERAKHIR : S3 ILMU AQIDAH, UNIVERSITS ISLAM 
                                                  MADINAH, ARAB SAUDI
TEMPAT TUGAS​​:  STDI IMAM SYAFI'I JEMBER,   JAWA TIMUR
BIDANG KEAHLIAN​: ILMU AQIDAH
PUBLIKASI TERAKHIR​:
1. KESURUPAN DITINJAU DARI AQIDAH ISLAM.
2. PANDANGAN POLITIK AHLUSSUNNAH TERHADAP PENGUASA.
3. TERORISME SEBAB DAN PENANGGULANGANNYA.