Tuesday, July 4, 2017

ISLAM DAN SYIRIK ADALAH DUA HAL YANG KONTRADIKTIF Tidak Bisa Bersatu

Dliddan adalah dua hal yang bertentangan yang tidak bisa bersatu dalam satu waktu pada objek yang sama.

Dan Naqidlan adalah dua hal yang bersebrangan yang kedua-duanya tidak bisa hilang dan tidak bisa bersatu dalam satu waktu dalam satu objek.

Contoh dliddan: Seperti warna merah dengan warna putih apabila ada tembok yang bercatkan putih lalu diberi dengan warna merah, maka putih akan hilang. Apabila dicampurkan maka warna putih tidak akan menjadi putih lagi dan warna merah tidak akan berwarna merah lagi, akan tetapi yang ada adalah warna selain warna merah dan putih, menjadi hitam umpamanya. Ini adalah dliddan.

Dan naqidlan adalah seperti siang dan malam, tidak ada siang dan malam berbarengan dalam satu waktu. Jika tidak disebut siang, maka berarti malam atau sebaliknya jika bukan malam berarti siang. Tidak bisa dalam satu waktu disebut siang juga disebut malam, akan tetapi harus ada salah satunya.

Bagitu juga Islam dan Syirik, seseorang tidak mungkin dikatakan muslim sekaligus musyrik juga, atau sebaliknya orang musyrik dikatakan juga muslim. Maksudnya, Islam dan syirik tidak bersatu dalam diri seseorang. Jika syirik ada maka Islamnya hilang, atau jika dia seorang muslim muwahhid maka syiriknya harus tidak ada. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:

ﻓَﺬَٰﻟِﻜُﻢُ اﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ اﻟْﺤَﻖُّ ۖ ﻓَﻤَﺎﺫَا ﺑَﻌْﺪَ اﻟْﺤَﻖِّ ﺇِﻻَّ اﻟﻀَّﻼَﻝُ ۖ ﻓَﺄَﻧَّﻰٰ ﺗُﺼْﺮَﻓُﻮﻥ

Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. (QS. Yunus [10]: 32)

Jadi, tidak ada perantara di antara keduanya dan Allah Subhanahu Wa Taala juga berfirman :

ِاﻧَّﺎ ﻫَﺪَﻳْﻨَﺎﻩُ اﻟﺴَّﺒِﻴﻞَ ﺇِﻣَّﺎ ﺷَﺎﻛِﺮًا ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﻛَﻔُﻮﺭًا

Sesungguhnya Kami telah menunjukan kepad dia jalan yang lurus; bisa jadi dia bersyukur dan bisa jadi dia kufur. (QS. Al Insan [76]: 3)

Ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir, baik itu bersyukur terhadap nikmat Allah, ataupun kufur terhadapnya. Sedangkan orang muslim adalah orang yang bersyukur terhadap nikmat Allah. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:

ﻫُﻮَ اﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻓَﻤِﻨْﻜُﻢْ ﻛَﺎﻓِﺮٌ ﻭَﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣُﺆْﻣِﻦ

Dia-lah yang menciptakan kalian, maka di antara kalian ada yang kafir dan di antara kalian ada yang mukmin.  (QS. Ath Thagabun [64]: 2)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan: Oleh sebab itu maka setiap orang yang tidak beribadah kepada Allah maka dia itu mesti  ibadah kepada selain Allah yang mana dia ibadah kepada selain-Nya, sehingga dia musyrik. Di tengah Bani Adam ini tidak ada macam yang ketiga, hanya ada muwahhid atau musyrik, atau yang mencampurkan ini dengan yang itu, seperti orang-orang yang merubah ajaran dari kalangan agama-agama yang ada, Nashara dan yang lainnya dari kalangan orang yang mengaku dirinya Islam (Al Fatawa, 14/282,284)

Bila seseorang, dia di samping mengaku Islam namun dia juga seorang demokrat misalnya, maka itu bertentangan, karena jika dia seorang demokrat berarti dia bukan muslim, atau jika dia seorang komunis tapi mengaku Islam maka dia itu bukan orang Islam. Tidak ada yang namanya seorang muslim yang demokrat atau muslim nasionalis atau muslim komunis !! karena itu seperti seorang muslim yang menganut agama Budha atau Kristen atau agama lainnya.
⤵️

Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah di dalam Syarh Ashli Dienil Islam dan Syaikh Abdullathif di dalam Minhajut Ta-sis, keduanya menjelaskan: Siapa yang melakukan syirik, maka dia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya (tauhid dan syirik ini) adalah dua hal yang kontradiksi yang tidak bisa bersatu (pada satu waktu dalam satu objek) dan tidak bisa kedua-duanya hilang (dalam satu waktu dari objek itu).

Seseorang tidak bisa dikatakan dia itu muwahhid juga sekaligus musyrik tapi yang ada adalah jika dia bukan musyrik maka dia seorang muslim muwahhid, dan sebaliknya jika dia bukan seorang muwahhid maka dia adalah orang musyrik. Tidak bisa kedua-duanya hilang dari orang tersebut dan tidak bisa kedua-duanya menyatu dalam diri orang tersebut pada waktu yang bersamaan.

Ini adalah hakikat tauhid dan hakikat syirik, di mana kedua-duanya adalah dliddan, yaitu dua hal yang bertentangan yang tidak bisa bersatu dalam satu waktu pada objek yang sama. Dan naqidlan, yaitu dua hal yang bersebrangan yang kedua-duanya tidak bisa hilang dan tidak bisa bersatu dalam satu waktu dalam satu objek.  

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Oleh : Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
Hakikat Islam dan Syirik /Al Haqaaiq
Milik Syaikh Ali Al Khudlair
Channel   : MILLAH IBRAHIM GOLD
Reposted : @attauheed
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

0 comments:

Post a Comment