Tuesday, July 4, 2017

SATU LAWAN ENAM

Pertanyaan dari seseorang yang baru pulang ibadah umroh ini cukup unik, karena itu perlu kita simak bersama;

"Ustadz kenapa ya imam shalat di sana ketika Fatihah baca bismillah nya dengan suara pelan, begitu alhamdulillah barulah mulai suara keras. Kok beda dengan kita di sini?"

"Ya bagus dong, jadi kita tahu ilmu baru dalam membaca Fatihah"

"Ah, tetap saja tidak indah dilihat dong Ustadz, seharusnya imam menyamakan dengan yang lain, jangan berbeda-beda begitu"

"Nah saya mau tanya sekarang, Fatihah itu ada tujuh ayat. Ada berapa ayat yang berbeda cara membacanya?"
"Satu Ustadz, ayat pertama saja"
"Lalu berapa ayat yang sama cara membacanya?"
"Enam Ustadz"
"Berarti banyakan mana?"
"Ya banyakan enam lah Ustadz"
"Itu dia! Masih lebih banyak yang sama, kenapa kita justru harus menghabiskan energi untuk fokus kepada yang berbeda itu?"

Sampai di sini dia kelihatan mulai mengerti kemana arah pembicaraan saya,

"Berbeda itu hakikatnya bukan hal yang memecahkan ukhuwah, justru berbeda diperlukan untuk memperkuat ukhuwah"

"Kok bisa begitu Ustadz?"

"Lihat saja satu tim sepakbola yang sedang bertanding. Posisi mereka berbeda-beda kan? Ada penyerang, ada gelandang, ada pula pemain bertahan. Bayangkan kalau satu tim posisinya sama sebagai kiper semua, bagaimana jadinya?"

"Hehehe, bener juga ya"

Begitulah seharusnya kita memandang sebuah perbedaan. Semakin kita fokus kepada hal yang berbedanya itu, semakin lemahlah Islam ini. Jadi yang harus kita lakukan adalah mengubah fokusnya.

Saat Ramadhan kemarin, umat Islam di seluruh dunia saling berbeda dalam membaca doa puasa. Bukankah justru ini hal yang indah? Menunjukkan betapa kaya kita akan perbendaharaan ilmu para ulama dalam memaknai hadist.

Lagipula, kita memang membaca satu doa yang berbeda, tetapi jangan lupa kita masih membaca ratusan doa lain yang sama.

Percayalah, saat umat ini sibuk saling mencari-cari perbedaan dari saudaranya, tidak ada seorangpun yang akan diuntungkan kecuali para musuh Islam.

Mulai hari ini mari kita letakkan perbedaan pada kedudukan yang terhormat, karena dengan berbeda sejatinya kita menjadi kuat.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

0 comments:

Post a Comment