Sunday, July 2, 2017

Sanad Keilmuan


# Sanad keilmuan digunakan utk menjaga kredibilitas seseorang dlm memberikan suatu fatwa. Tentu, sanad keilmuan ini menempati posisi penting bg seorang ulama n penuntut ilmu bhw ilmu yg didapatkannya bisa dipertanggungjwabkn dan bersambung ke Rasulullah Saw.

#Hanya saja dg senjata Sanad keilmuwan ini, dipakai oleh sebagian kalangan u melegitimasi pemikiran n tsaqafah asing. Mereka mengembangkan pemikiran ttg Demokrasi Islam, Sosialisme Islam, Civil Society dll. Dan kebetulan, dulunya mereka pernah mondok n nyantri beberapa lama. Akhirnya, mereka pun berdalih bhwa pemahaman mrk ttg berbagai hal seperti Demokrasi islam dan lainnya tsb, terdapat sanad keilmuan dari mbah mbah, kyai kyai yg mereka dahulu pernah nyantri di pondok pesantren. Lantas, dengan pongahnya mereka mnyatakan bhw orang orang yg gak bersanad harus minggir,  tidak boleh berdakwah. Mereka pun mnyatakan si Felix itu gak bersanad, jadi harus 'minggir'.

#Ya...sy ingat ingatkan kpd mereka, bhwa Rasul saw pernah menghabarkan bhwa terdapat orang orang yg keimanannya menakjubkan, walaupun orang orang ini tdk punya sanad keilmuan.

اي الخلق اعجب ايمانا؟ قالوا الملائكة، قال الملائكة كيف لا يؤمنون؟ قالوا النبيون، قال النبيون يوحى اليهم فكيف لا يؤمنون، قالوا الصحابة قال الصحابة مع الانبياء فكيف لا يؤمنون، ولكن اعجب الناس ايمانا: قوم يجيئون من بعدكم فيجدون كتابا من الوحي فيؤمنون به ويتبعونه، فهم اعجب الناس ايمانا او الخلق اعجب ايمانا.
Siapakah mkhluk yg paling ajaib imannya? sahabat mjawab: Malaikat. Rasul bersabda: Malaikat, bagaimana mrk tidak beriman? Sahabat bkata: para Nabi. Rasul saw bsabda: Para Nabi itu diwahyukan pd mrk, mk bagaimana bisa mrk tidak beriman?! Para sahabat. Rasul saw bersabda: Para sahabat bersama para Nabi, bgaimana mrk bisa tdk beriman?! Rasul saw mlanjutkan sabdanya: *Akan tetapi yg merupakan manusia yg paling ajaib imannya adalah kaum yg datang setelah kalian, mk mrk temukan kitab dr bagian wahyu, mk mrk mbenarkan n mengikutinya, mk mreka itulah manusia yg paling ajaib imannya ato mkhluk yg paling ajaib imannya*.

(hadits ini dari Anas bin Malik ra n rijal haditsnya tsiqoh).

#Jadi beruntunglah bagi mereka yg belum pernah mondok n belum pernah nyantri (sekedar 'membaca' dari kitab kitab karya ulama mukhlish) sehingga dikatakan bhwa sanad keilmuwannya gak jelas, akan tetapi terpanggil untuk berjuang bagi tegaknya Syariat Allah swt dengan tegaknya Daulah al Khilafah. ya..karena Rasulullah Saw memberikan predikat padanya sbg Manusia yg paling ajaib imannya.

Penjamin Darah Seorang Muslim

Dua laki-laki kakak beradik, meminta Umar bin Khattab agar ia menegakkan had kepada anak muda belia yang membunuh ayah mereka. Kemudian Umar bertanya kepada anak muda belia yang menjadi tersangka, “Wahai anak muda, benarkah perkara ini?” Anak muda belia menjawab, “Benar wahai Amirul Mukminin.” Umar berkata, “Ceritakanlah kejadiannya!” Kemudian, pemuda tadi bercerita, “Aku datang dari negeri yang jauh. Begitu sampai di kota ini, kutambatkan kudaku disebuah pohon dekat kebun milik keluarga mereka. Kutinggalkan ia sejenak untuk mengurus suatu kebutuhan tanpa aku tahu ternyata kudaku mulai memakan sebagian tanaman yang ada di kebun mereka.”_

🌾 _Semberi menghela nafas, dia melanjutkan ceritanya; “Begitu kembali, aku melihat seorang lelaki tua (ayah dari kedua kakak adik ini), sedang memukul kepala kudaku dengan batu hingga hewan malang itu tewas mengenaskan. Melihat kejadian itu, aku dibakar amarah dan kuhunus pedang. Aku khilaf, aku telah membunuh lelaki tua itu. Aku memohon ampun kepada Allah karenanya.”_

🌾 _Umar melihat pada beliau yang tertuduh itu. Usianya masih sangat muda. Pantas saja dia mudah dibakar amarah. Tetapi sangat jelas  bahwa wajahnya teduh. Akhlaqnya santun. Gurat- gurat sesal tampak jelas membayang di air mukanya. Umar iba dan merasa alangkah sia-sianya jika anak muda penuh adab dan berhati lembut ini harus mati begitu pagi. Sambil menoleh kepada kedua pemuda kakak beradik, Umar berkata, “Bersediakah kalian menerima pembayaran diyat dariku atas nama pemuda ini dan memaafkannya?” kedua pemuda tersebut saling pandang dan kemudian berkata,” Demi Allah, sungguh, kami sangat mencintai ayah kami. Dia telah membesarkan kami dengan penuh cinta. Keberadaannya di tengah kami takkan terbayarkan dan tergantikan dengan diyat sebesar apapun. Lagipula kami bukanlah orang miskin yang menghajatkan harta. Hati kami baru akan tentram jika had ditegakkan!”_

🌾 _Umar terhenyak sembari bertanya kepada terdakwa, “Bagaimana menurutmu?” “Aridha hukum Allah ditegakkan atasku, wahai Amirul mukminin,” kata si pemuda belia dengan yakin. “Namun, ada yang menghalangiku untuk sementara ini. Ada amanah dari kaumku atas beberapa benda maupun perkara yang harus aku sampaikan kembali pada mereka. Demikian juga keluargaku. Aku bekerja untuk menafkahi mereka. Hasil jerih payah di perjalanan terakhirku ini harus aku serahkan pada mereka sembari berpamitan memohon ridha dan keampunan ayah ibuku.” Umar trenyuh. Tak ada jalan lain, hudud harus ditegakkan. Tetapi pemuda itu juga memiliki amanah yang harus ditunaikan. “Jadi bagaimana?” Tanya Umar._

🌾 _“Jika engkau mengizinkanku , aku minta waktu tiga hari untuk kembali ke daerah asalku guna menunaikan segala amanah itu. Demi Allah, aku pasti kembali di hari ketiga untuk menetapi hukumanku. Saat itu tegakkanlah had untukku tanpa ragu.”_

🌾 _Kemudian Umar berkata; “Adakah orang yang bisa menjaminmu?” Aku tak memiliki seorang pun yang kukenal di kota ini hingga dia bisa kumintai menjadi penjaminku. Aku tak memiliki seorang pun penjamin kecuali Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”_

🌾 _“Tidak! Demi Allah, tetap harus ada seseorang yang menjaminmu atau aku tak bisa mengizinkanmu pergi,” kata Umar. Pemuda tersebut menjawab, “Aku bersumpah dengan nama Allah yang amat keras adzabnya. Aku takkan menyalahi janjiku.” Umar berkata, ”Aku percaya. Tapi tetap harus ada manusia yang menjaminmu!”_

🌾 _“Aku tak punya!” kata pemuda belia tesebut. Tiba-tiba tedengar sebuah suara yang berat dan berwibawa, menyela, “Jadikan aku sebagai penjamin anak muda ini dan biarkanlah dia menunaikan amanahnya!” suara itu milik Abu Dzar yang tampil mengajukan diri._

🌾 _Kemudian Umar memanggil kedua kakak beradik dan bertanya,”Apakah kalian bersedia menerima penjaminan dari Abu Dzar atas orang yang telah membunuh ayah kalian ini? Adapun Abu Dzar, demi Allah, aku bersaksi tentang dirinya bahwa dia lelaki ksatria yang jujur dan tak sudi berkhianat.”Kedua pemuda itu saling pandang dan berkata, “Kami menerima.”_

🌾 _Seiring berjalannya waktu, tiga hari yang telah disepakati untuk sang terdakwa pun hampir berakhir. Umar gelisah tak karuan. Dia mondar mandir sementara Abu Dzar duduk khusyu’ di dekatnya. Abu Dzar tampak begitu tenang padahal jiwanya di ujung tanduk. Andai lelaki pembunuh itu tidak datang memenuhi janji, maka dirinyalah selaku penjamin yang akan menggantikan tempat sang terdakwa untuk menerima qishash._

🌾 _Karena khawatir akan ketidakdatangan sang terdakwa sehingga sang sahabat Abu Dzar akan menjadi penggantinya, satu per satu dari para sahabat mengajukan dirinya untuk menjadi pengganti Abu Dzar, tapi Abu Dzar menolak. Di puncak kekhawatiran para sahabat, tiba-tiba tampak seorang yang datang dengan berlari tertatih dan terseok. “Maafkan aku,” ujarnya dengan senyum tulus sembari menyeka keringat yang membasahi sekujur wajah. “Urusan kaumku itu ternyata berbelit dan rumit sementara untaku tak sempat beristirahat. Ia kelelahan nyaris sekarat dan terpaksa kutinggalkan di tengah jalan. Aku harus berlari-lari untuk sampai kemari sehingga nyaris terlambat.”_

🌾 _Mendengar penuturan dari pemuda tersebut, semuanya merasa iba. Mereka merasa tak rela jika sang pemuda harus berakhir hidupnya di hari itu. “Mengapa kau datang kembali padahal bagimu ada kesempatan untuk lari dan tak harus mati menanggung qishash?” Sembari tersenyum, pemuda tadi berkata, *“Sungguh jangan sampai orang mengatakan, "Tidak ada lagi orang yang menepati janji dan tak ada lagi kejujuran hati di kalangan kaum muslimin.”*_

🌾 _“Dan kau Abu Dzar”, kata Umar bergetar, “Unuk apa kau susah-susah menjadikan dirimu penanggung kesalahan dari orang yang tak kau kenal sama sekali? Bagaimana kau bisa mempercayainya?” Dengan wajah penuh keteguhan, Abu Dzar menjawab, *“Sungguh, jangan sampai orang mengatakan bahwa tidak ada lagi orang yang mau saling membagi beban dengan saudaranya, atau jangan sampai ada yang merasa tak ada lagi rasa saling percaya di antara orang-orang muslim.”*_

🌾 _Akan tetapi, tiba-tiba kakak beradik yang menggugat menyeruak, “Kami memutuskan untuk memaafkannya.” Kemudian, pemuda yang menjadi terdakwa itu sujud syukur. Abu Dzar tek ketinggalan menyungkurkan wajahnya ke arah kiblat mengagungkan asma Allah, kemudian diikuti oleh semua yang berada di tempat tersebut._

🌾 _Umar bertanya, “Mengapa kalian tiba-tiba berubah pikiran?” kedua kakak beradik tersebut menjawab, *”Agar jangan sampai ada yang mengatakan bahwa di kalangan umat Islam taka da lagi kata maaf, pengampunan, iba hati dan kasih saying.”*_

و الله المستعان......😊

KHILAFAH KUCINGNYA PAK FAHMI


By Prof. Mahfud MD

"Semakin Anda menjelaskan dan memberikan contoh bahwa sistem khilafah itu ada didalam Islam, semakin jelas pula bahwa di dalam sumber primer ajaran Islam tidak ada ajaran baku tentang khilafah”.

Mengapa? Karena, semua yang Anda tunjukkan itu bukanlah sistem baku yang ada di dalam Alquran dan Hadits, melainkan produk ijtihad para ulama. Itulah isi pokok pandangan saya tentang khilafah sebagai sistem pemerintahan yang saya kemukakan, antara lain, di sebuah koran nasional melalui tulisan berjudul Menolak Ide Khilafah.

Pandangan saya itu bukan hanya saya tuangkan di dalam tulisan di atas, tetapi juga saya sampaikan di berbagai media televisi, radio, Twitter, WhatsApp, serta ceramah di berbagai forum seperti di DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan ceramah di Masjid Istiqlal. Sejak pendapat saya itu beredar dan menjadi viral masif banyak yang mendukung maupun yang mencoba membantah itu.

Menjelang Lebaran lalu beredar tulisan dari seorang doktor lulusan Vienna University of Technology (Austria) Fahmi Amhar yang juga menyoal tulisan saya, tetapi isinya sama sekali tak ada kaitan dengan substansi yang saya tulis. Kata keponakan saya yang masih dosen muda di Universitas Jember, Adam Muhshi, ibaratnya saya menulis kambing, Pak Fahmi menulis kucing.

Sebelum memberi catatan atas tulisan Pak Fahmi, berikut ilustrasi tanggapan yang senada. Seorang santri mengunggah (posting) video, mencoba membantah pendapat saya dan mengatakan, saya tidak tahu masalah khilafah karena, katanya, ada Al-Mawardi yang sudah menulis kitab tentang sistem khilafah.

Melalui Twitter, ada juga yang mengatakan bahwa saya tidak melihat kenyataan bahwa Jamaah Ahmadiyyah mempunyai sistem khilafah yang efektif secara internasional. Ada juga yang mengatakan, saya ahistoris atau tak paham sejarah bahwa sejak Nabi wafat khilafah itu sudah eksis dan itu dimulai dari Khulafa ar-Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) yang terus berlangsung selama berabad-abad.

Justru bantahan-bantahan itu semakin membuktikan bahwa khilafah itu tidak ada ajarannya di dalam sumber primer ajaran Islam yakni Alquran dan Hadits. Semua itu hanya tafsir ciptaan ulama (produk ijtihad) menurut kebutuhan waktu dan tempatnya. Itulah sebabnya selain Al-Mawardi yang meneorisasi melalui kitab Al-Ahkam as- Sulthaniyyah,banyak ulama lain yang menulis teori berbeda.

Al- Maududi misalnya meneorikan teodemokrasi untuk pemerintahan Islam. Al-Afghani meneorikan ada khilafah ke dalam khilafah politik yang berpusat di Turki dan khilafah agama yang berpusat di Mekkah. Jadi, ulama pun berbedabeda dalam berijtihad karena memang disesuaikan dengan kebutuhan tempat dan waktunya masing-masing.

Di Alquran dan Hadits tak ada panduan tentang sistem pemerintahan sehingga penyusunan sistemnya diserahkan kepada masing-masing ulama (dan umara) sesuai dengan kebutuhan zaman dan budayanya. Dalam konteks inilah, saya katakan bahwa pemerintahan Indonesia juga merupakan produk ijtihad dari ulama-ulama Indonesia yang tidak boleh dianggap lebih rendah daripada produk Al-Mawardi, Al-Maududi, Al-Afghani, dan lain-lain.

Sekarang ini ada 57 negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan 22 Negara Liga Arab yang sistem khilafahnya berbeda-beda. Mengapa berbeda-beda? Ya, karena memang sumber primer Islam tidak mengajarkan sistem pemerintahan (khilafah). ”Kamu semua lebih tahu cara mengatur urusan duniamu,” demikian sabda Nabi.

Yang terpelajar Dr Fahmi Amhar, lulusan Vienna University of Technology, yang menanggapi tulisan saya yang berjudul Menolak Ide Khilafah dengan judul Menantang Ide Khilafah ternyata sama sekali tak membantah tesis yang saya bangun seperti diurai di atas. Pak Fahmi hanya menulis ihwal lain yang justru sudah lama saya jawab lebih dulu di buku-buku saya tentang konstitusi, demokrasi, dan hukum.

Dengan segala maaf, saya sampaikan bahwa, menurut saya, Pak Fahmi tidak membaca tulisan saya yang dibantahnya itu. Dia mungkin hanya membaca komentar-komentar orang dimedia social lalu menulis tanggapannya. Lebih parah lagi yang memviralkan tanggapan Pak Fahmi malahan tidak membaca dulu baik tulisan saya maupun tulisan Pak Fahmi.

Pak Fahmi misalnya menulis, sependek pengetahuannya sistem khilafah itu bukan model suksesi seperti yang Prof Mahfud katakan sebagai tidak baku. Di dalam tulisan justru saya bilang di dalam Islam tidak ada sistem baku karena selain cara suksesi kepemimpinannya tidak baku juga manual ”strukturisasinya” tidak ada yang baku di Alquran dan Hadits sehingga setiap zaman dan tempat bisa membuat sendiri-sendiri.

Jadi, khilafah itu bukan hanya model suksesi. Itu yang saya tulis. Dikatakan juga oleh Pak Fahmi seharusnya, ”orang bisa berjuang untuk memperjuangkan khilafah”. Itu betul, tetapi orang juga bisa berjuang untuk menolak sistem khilafah (pemerintahan) tertentu yang sistemnya masih akan dicari.

Khilafah yang diinginkan itu yang mana sih ? Yang seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Muawiyyah, Abbasiyyah, Ottoman, Fathimiyyah? Itu kan berbedabeda dari tempat ke tempat dan dari zaman ke zaman. Doktrin siapa yang akan kita pakai? Al- Mawardi, Al-Maududi, Al-Afghani, Rasyid Ridho, atau cukup di doktrin umum yang dikemukakan oleh Al-Ghazali saja? Semuanya kan berbeda-beda.

Maka itu, keunikan yang dipilih ulama-ulama Indonesia juga harus diterima sebagai produk ijtihad dan doktrin yang sah secara Islam. Di luar ihwal yang substantif itu, Pak Fahmi juga menyinggung bahwa di Indonesia pun sistemnya selalu berubahubah sehingga kalau mau berdemokrasi, ya harus membuka kemungkinan menerima ide khilafah.

”Kalau menerima demokrasi, mengapa tidak menerima khilafah?” tulis Pak Fahmi. Nah, itu juga sudah saya tulis di buku-buku dan makalah-makalah saya. Yang saya persoalkan justru sistem khilafah yang mana yang dianggap otentik dari sumber primer Islam? Apakah ada yang berani mengatakan bahwa sistem yang di Indonesia ini bertentangan dengan ajaran primer Islam? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus dikemukakan dan dijawab juga atas nama demokrasi.

Sebab, di dalam demokrasi itu, selain boleh mengusulkan, juga boleh menolak dan bertanya dasar asumsinya. Kalau mau memprotes bahwa di dalam sistem yang ada sekarang di Indonesia banyak terjadi kesewenang-wenangan, ketidakadilan, korupsi, dan sebagainya, pada sejarah khilafah pun banyak catatan hitam tentang kesewenang-wenangan, ketidakadilan, dan korupsi.

Pada zaman Khalifah Al-Makmun misalnya Imam Hambali dan Imam Syafii dihukum dengan sewenang-wenang karena berbeda pendapat dengan penguasa. Lalu, khilafah macam apa yang dijamin lebih baik dari yang kita pergunakan di Indonesia sekarang? Salam hormat untuk Pak Fahmi. Bagus juga kalau ada yang berinisiatif mempertemukan kita dalam forum diskusi yang lebih terbuka.

MOH MAHFUD MD

Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN): Ketua MK-RI 2008-2013

http://koran-sindo.com/page/news/2017-07-01/0/7/Khilafah_Kucingnya_Pak_Fahmi

https://htichannel.hizbut-tahrir.or.id/headline-news/6107-menantang-ide-khilafah.html

https://www.google.co.id/amp/s/app.kompas.com/amp/nasional/read/2017/05/26/15370351/menolak.ide.khilafah

Copas dari status uda Hermansyah Koto

MENANTANG IDE KHILAFAH

Oleh: Fahmi Amhar

Tulisan Prof. Moh Mahfud MD di harian Kompas edisi 26 Mei 2017 berjudul "Menolak Ide Khilafah" telah memulai sebuah diskursus tingkat elit intelektual di negeri ini.  Kalau dulu diskursus ini ibaratnya hanya terjadi di antara para “prajurit” – bahkan “prajurit cyber”, maka kini para “senapati” sudah turun gelanggang. 

Saya memahami kalau Prof. Mahfud mendapatkan pernyataan yang dirasakan “tidak cukup bermutu” dari seorang aktivis ormas Islam yang “nobody”.  Bayangkan, seorang guru besar, Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN); dan Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2008-2013, ditanya dengan nada marah dan merendahkan dari seseorang yang mungkin bahkan tidak hafal pembukaan UUD 1945.

Saya sendiri tidak merasa pantas untuk memberi komentar terhadap tulisan Prof. Mahfud tersebut.  Namun sebagai anak bangsa, hak saya untuk berpendapat tentu saja dilindungi oleh konstitusi.

Saya bukan alumnus kampus-kampus yang dinilai Ketua Umum PB NU Said Agil Siradj tempat persemaian radikalisme.  Saya S1 sampai S3 di Vienna University of Technology, Austria, sebuah negara demokratis di Eropa.  Saya sepuluh tahun di sana.  Sepertinya Austria negara yang sudah adil dan makmur, meski tidak mengenal Pancasila.  Saya tidak belajar hukum secara khusus, melainkan hanya beberapa mata kuliah. Namun di tahun 1987 saya sudah mengenal tentang Constitutional Court, sesuatu yang saat itu belum pernah saya dengar di Indonesia.  Saya juga ikut menyaksikan ketika tahun 1989-1991 negara-negara Blok Timur berubah dari komunis ke kapitalis.  Dan saya juga menyaksikan bagaimana Austria melakukan referendum untuk bergabung ke Uni Eropa atau tidak.

Saya melihat, dalam sistem demokrasi, sistem di Austria berbeda dengan Jerman, Swiss atau Perancis, meski sama-sama Republik.  Sistem demokrasi juga diterapkan di Inggris atau Belanda, meski mereka menganut monarki.  Ini artinya, orang bisa sama-sama menerima demokrasi tanpa mempersoalkan “demokrasi yang seperti apa?”. 

Pertanyaannya, mengapa untuk demokrasi kita bisa seperti itu, tetapi untuk sistem pemerintahan Islam - Khilafah - kita tidak bisa?  Kenapa kita menolak ide khilafah dengan argumentasi tidak ada bentuk yang baku, khususnya cara suksesi kepemimpinan?  Sebenarnya kita bisa lebih arif, setidaknya menantang diskusi bahwa ide khilafah adalah sebuah alternatif dari suatu kemungkinan kebuntuan politik.

Dalam sejarahnya, Republik Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 pernah berubah-ubah. Tak sampai tiga bulan setelahnya, yakni pada 14 November 1945, Presiden Soekarno sudah mengubah sistem presidensil menjadi parlementer.  Pasca Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Indonesia berubah menjadi negara federal (RIS).  Lalu tahun 1950 kembali ke NKRI dengan UUDS-1950 yang bunyi sila-sila dari Pancasila sangat berbeda.  Pasca dekrit 5 Juli 1959 kembali ke UUD-1945 tetapi masih mengakui Partai Komunis Indonesia (PKI).  Inti dari sejarah ini, saya bertanya-tanya: benarkah dulu para pendiri bangsa menganggap UUD1945 itu adalah final?  Kalau final, kenapa disisakan sebuah pasal 37 yang memungkinkan UUD1945 diubah?  Kalau benar wilayah NKRI itu final, mengapa tahun 1976 kita menerima Timor Timur berintegrasi, lalu tahun 1999 kita lepas lagi?  Kalau konstitusi NKRI itu final, mengapa pasca reformasi kita amandemen berkali-kali?

Oleh karena itu, kalau kita menuduh kelompok pro-khilafah itu radikal dan telah “terindoktrinasi” atau boleh juga “tercuci-otaknya”, tidakkah jangan-jangan kita juga tercuci otaknya dengan jargon “NKRI harga mati”? 

Karena tinggal di Eropa yang sangat demokratis (bahkan agak liberal), sejak akhir 1980-an, saya cukup bebas mengenal berbagai ideologi di dunia.  Buku “Das Kapital” – Karl Marx misalnya, saya baca pertama kali di Austria, karena di Indonesia dilarang.  Di Austria, buku-buku komunisme sama bebasnya dengan buku-buku anti komunis.  Pada masyarakat mereka yang maju, komunisme tidak dianggap ancaman.  Partai Komunis Austria ada, tetapi tak pernah meraih kursi dalam pemilu. 

Waktu itu, belum ada internet, namun bacaan-bacaan yang bebas itu bahkan mampu menembus tirai besi di negara-negara komunis, yang di sana cuma ada satu koran, satu radio, satu televisi dan satu partai, yang semuanya komunis.  Dunia akhirnya menyaksikan keruntuhan adidaya komunies Uni Soviet tahun 1991. 

Karena itu, tak heran di Austria juga saya mengenal berbagai gerakan Islam, termasuk di antaranya yang memperjuangkan suatu negara Islam global, khilafah.  Untuk orang-orang di negara adil makmur seperti Austria, dakwah memerlukan rasionalitas yang sangat kuat.  Mereka tidak bisa menjual perlawanan kepada otoritas publik yang sudah melayani rakyat dengan baik.  Mereka juga tak bisa menjual dogma pada masyarakat yang sudah berpikir sangat rasional.  Bahkan soal iman pun tidak bisa mengandalkan warisan seperti ditulis oleh ananda kita Afi Nihaya.  Faktanya, gender, suku, ras, kelas sosial bisa diwariskan, tetapi jutaan warga Eropa mencari dan menemukan sendiri agamanya dengan bekal akal sehat karunia Tuhan pada mereka.

Oleh karena itu, ide khilafah perlu untuk ditantang dengan lebih arif secara akademis.  Sama kalau dalam pelajaran sekolah kita memberi tahu anak-anak kita tentang sistem kerajaan vs sistem republik, demokrasi vs diktatur, kenapa kita keberatan, bahkan ketakutan untuk memperkenalkan sistem khilafah, yang diklaim bukan kerajaan, bukan republik, bukan demokrasi dan juga bukan diktatur?  Lantas mahluk apakah ini?

Sependek yang saya tahu, inti dari sistem khilafah itu bukan model suksesi seperti yang Prof. Mahfud katakan sebagai “tidak baku” dan “ijtihadiyah”.  Adanya berbagai varian suksesi – yang semua tidak diingkari oleh para shahabat Nabi radhiyallah anhuma – justru menunjukkan keunikan sistem ini.  Orang yang akan dibai’at sebagai khalifah boleh dipilih dengan permusyawaratan perwakilan (seperti kasus Abu Bakar), dinominasikan pejabat sebelumnya (seperti kasus Umar, yang kemudian disalahgunakan oleh berbagai dinasti kekhilafahan), dipilih langsung (seperti kasus Utsman), atau otomatis menjabat (seperti kasus Ali, karena dia saat itu seperti wakil khalifah).  Semua ini bisa dilakukan, dan bisa mencegah terjadinya krisis konstitusi, yaitu suatu kebuntuan ketika presiden sebelumnya sudah habis masa jabatannya, dan presiden yang baru belum definitif.

Itu baru sebuah contoh.  Memang yang saya lihat selama ini ada jurang komunikasi antara pakar tata negara seperti Prof. Mahfud dengan gerakan pro khilafah seperti HTI.  Bahkan terma “demokrasi” saja didefinisikan dan dimengerti secara berbeda  Bagi HTI, sejauh yang saya tahu, demokrasi itu bukan sekedar prosedural seperti kebebasan bersuara, berserikat, adanya partai-partai politik, pemilu dan parlemen, tetapi demokrasi adalah ketika suara rakyat bisa di atas suara Tuhan, ketika hawa nafsu rakyat bisa mengalahkan dalil halal-haram kitab suci.  Inilah demokrasi di Eropa yang bisa melegalkan nikah sesama jenis, atau melarang jilbab di ruang publik.

Pancasila dalam redaksi saat ini, tidak menyebut demokrasi, tetapi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.  Sila ini dimaknai berbeda pada era Orde Lama, Orde Baru atau Reformasi.  Demikian juga ekonomi Pancasila, ada aneka tafsir yang bertolakbelakang antara ekonomi terpimpin ala Orde Lama, ekonomi kapitalis ala Orde Baru, dan ekonomi neoliberal ala Reformasi.  Bukankah di sini sama tidak jelasnya dengan ide khilafah menurut Prof. Mahfud ?  Oleh karena itu, menurut saya, khilafah sebagai ide sah-sah saja ditantang dalam meja diskusi dengan pikiran dingin dalam rangka mendapatkan solusi kehidupan berbangsa.

Prof. Dr. Fahmi Amhar
Anggota Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE).
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan bukan pendapat IABIE.

PROPAGANDA KAUM RADIKALIS


*Propaganda 1:*
_Orang syiah diklaim bukan islam
Orang NU diklaim sebagai syiah
Orang wahabi mengaku sebagai sunni_

Jika propaganda ini berhasil, orang tidak percaya lagi kpd NU, Dan bearti orang islam di indonesia hanya tinggal 1000an yakni hanya orang wahabi, yang lain itu syiah dan bukan islam.

*Propaganda 2:*
PKI sudah dibubarkan
Pemerintah diklaim sebagai PKI dan kebangkitan Komunis
Radikalis berlagak memerangi PKI

Jika propaganda ini berhasil, maka kaum radikalis punya alasan membubarkan pemerintahan dan leluasa mengusai negara dengan bantuan tangan orang orang awam.

*Propaganda 3:*
Negara ini adalah negara thagut
Negara memerangi umat islam
Pancasila dan garuda adalah berhala
Umat islam jangan menyembah berhala

Jika propaganda ini berhasil, yang mahasiswa-pun bisa jadi khilafis dan radikalis, yang awam bisa jadi bomber, yang setengah pinter bisa jadi agen hoax dan fitnah.

lalu apa yang diharapkan? *Tujuannya adalah agar negara kacau, jika kacau mereka mulai memerankan aksinya lalu masuk seperti ISIS mengebom apa saja yang dianggap kafir, musyrik dan yang dianggap musuh mereka, untuk, mengejar ilusi mereka 'khilafah'.*

```Lalu Siapa yang rawan jadi korban propaganda diatas:
1. Orang awam yang belajar agama lewat medsos lalu salah memilih situs dakwah.
2. mahasiswa negeri yang awam masalah agama, lalu terjebak dalam daurahan kaum khilafis dan radikalis.
3. ustadz yang baru pegang gadget, lalu masuk ke grup grup dakwah (grup radikal)
4. Artis yang ingin mendadak tampil agamis, agar mendadak dipanggil ustadz dan ustadzah
5. Dokter yang awam namun baru semangat belajar agama di masa dewasa, ia masuk ke situs situs dakwah namun salah memilih situs.
6. Wanita dewasa yang baru semangat belajar agama.
7. Jamaah masjid perkotaan yang pengurusnya jarang dari kampung tersebut
8. Para barisan sakit hati (bisa sakit hati ke negara atau ormas NU)
9. Anak anak yang di asramakan dipondok berhaluan wahabi biasanya asrama tahfidz via ajaran wahabi
10. kaum yang biasa bawa pentung juga rawan terkena jebakan virus propaganda ini, sebab dalam otaknya sudah ada bibit radikalis.```

KETIKA PENGUASAMU BERSALAH


—————
Oleh : Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan,Lc.,MA Hafidzhahullah.
—————
Penguasa muslim itu bukanlah malaikat yang turun dari langit tanpa dosa,noda dan salah. Mereka adalah Anak Adam yang takkan mungkin luput dari kesalahan dan kekeliruan.

Menghalalkan darah mereka,memberontak  ketika dianggap salah adalah sunnahnya kaum khawarij dari zaman ke zaman.

Jikalah sekaliber Utsman dan Ali yang dijamin Surga tetap cacat dimata mereka, sehingga membuat mereka tega menumpahkan darah suci dua menantu Nabi tersebut, bagaimana pula dengam penguasa-penguasa yang datang setelah mereka, tentu lebih layak mereka gulingkan.

Mereka tak sadar, bahwa apa yang mereka lakukan menggalang masa, mengangkat senjata,lebih dahsyat dan fatal dosanya dan dampaknya bagi orang banyak, bagi negeri dan stabilitas keamanan bersama.

Larangan keluar memberontak kepada penguasa muslim, bukan berarti rakyat membenarkan segala kemungkaran dan kezaliman yang ia lakukan. 

Semua sepakat bahwa kemungkaran itu harus di ingkari, hanya dalam mengingkari kemungkaran inilah Ahlus Sunnah berbeda dengan Kaum Khawarij dan Mu'tazilah.

Jika mereka menghalalkan darah penguasa dan memberontak, maka Ahlus Sunnah menempuh jalan yang begitu ideal.

Setiap kemungkaran, kemaksiatan apapun yang dilakukan penguasa selama tidak sampai kepada kekufuran,maka rakyat berkewajiban untuk melakukan tiga hal:

1.  Membenci apa yang dilakukannya dan mengingkarinya secara sembunyi-sembunyi, di iringi dengan sikap bijak,lemah lembut, tulus dan mendoakannya untuk dapat kembali pada kebenaran.Dalam hadis, Nabi bersabda:"

من كانت عنده نصيحة لذي سلطان فلا يكلمه بها علانية ، وليأخذ بيده وليخل به، فإن قبلها قبلها، و إلا كان أدى الذي عليه والذي له. ( أخرجه الحاكم في المستدرك والطبراني في المعجم الكبير)

"Barang siapa yang ingin menasehati penguasa maka janganlah melakukanya terang-terangan, hendaklah ia berlemah lembut meraih tangannya dan berduaan dengannya, sekiranya ia menerima nasehat maka itulah yang terbaik, jika tidak, maka hakikatnya ia telah melaksanakan kewajibannya untuk menasehatinya". Hr : Al Hakim dan At Thabrani)

2. Bersabar atas kezalimannya, sekalipun sampai pada tingkat,dipukul, dipenjara  ataupun hartanya disita, maka ia tetap bersabar sebagaimana yang  diajarkan Nabi, Beliau bersabda;"

" من كره من أميره شيئا  فليصبر عليه"
"Barang siapa yang tidak menyukai perangai pemimpinnya maka hendaklah ia bersabar". Hr. Bukhari dan Muslim.

Dalam sabda beliau yang lain:
تسمع وتطيع للأمير وإن ضرب ظهرك وإخذ مالك فاسمع وأطع(أخرجه مسلم)
"Dengar dan patuhi sekalipun ia memukul punggungmu dan mengambil hartamu, patuhi dan dengarkan" Hr. Muslim.

3. Kezalimannya tidak membuat ia boleh digulingkan,  dan tidak ia tetap dipatuhi dalam perkara-perkara yang ma'ruf.

Nabi memesankan kepada Salamah bin Yazid Al-Ju'fi ketika bertanya kepada beliau:" bagaimana pandangan anda sekiranya muncul penguasa yang menuntut hak-hak mereka(untuk dipatuhi dan taat) namun mengabaikan hak-hak kami, apa yang anda perintahkan kepada kami?. Nabi menjawab:

اسمعوا وأطيعوا فإنما عليهم ما حملوا وعليكم ما حملتم. (أخرجه مسلم)
"Dengarkan dan patuhi sesungguhnya mereka akan memikul dosa yang mereka lakukan(dengan mengabaikan hak kalian) dan kalian akan pula memikul dosa yang kalian perbuat( dengan mengabaikan hak mereka). HR: Muslim.

-                  -                      -
KETIKA PENGUASAMU TERIDENTIFIKASI  KAFIR

Apabila seorang penguasa melakukan tindakan ataupun pernyataan kufur, maka rakyat tidak dibenarkan langsung angkat senjata. Ada tahapan-tahapan sebelum diputuskan untuk menggulingkannya, yaitu:

1. Menasehatinya secara sembunyi-sembunyi, dengan hikmah dan bijaksana. Bila ia sadar dan kembali bertaubat, maka ia tak boleh dimakzulkan.

2. Apabila ia tetap kukuh diatas kekufurannya, ketika itu barulah ia dapat dimakzulkan setelah memenuhi 7 syarat:

Pertama: apa yang dilakukan maupun dinyatakannya adalah perkara yang benar-benar  kafir menurut dalil dari Quran dan Sunnah maupun ijma ulama.

Kedua: perbuatan dan pernyataan kafirnya benar-benar telah nyata, tersebar dan meluas, tidak hanya sekedar prasangka dan praduga ataupun dengan memata-matai nya

Ketiga: perbuatan dan pernyataan kafirnya tidak diragukan lagi, tak dapat diartikan/di takwilkan selain dari itu.

Penguasa yang melakukan atau menyatakan dan meyakini sesuatu yang dianggap kafir oleh para ulama tidak dikafirkan dan digulingkan bilamana ia melakukannya dengan takwil/prasangka disebabkan kekeliruannya dalam memahami dalil ataupun dipengaruhi oleh ahli bid'ah.

Karena itulah para ulama dan Imam Ahmad tidak mengkafirkan ataupun memberontak kepada Khalifah Bani Abbas- Makmun, Watsiq dan Mu'tashim- yang tergelincir menganut faham mu'tazilah yang menyatakan Quran makhluk. Pernyataan yang kufur menurut ulama.

Keempat: para ulama yang berkompeten telah menegakkan atasnya hujjah, membantah syubhatnya dan ia telah memahami apa yang disampaikan mereka.

Kelima; kaum muslimin yakin mereka mampu untuk menggulingkannya. Jika mereka tidak mampu maka tidak disyariatkan melakukannya, karena Allah tidak membebani hamba kecuali apa yang ia mampu lakukan.

Keenam:  meyakini bahwa tindakan penggulingan tersebut tidak akan memicu fitnah dan kerusakan yang lebih fatal dari sebelumnya.

Ketujuh: orang yang berhak mengambil segala macam keputusan dan pertimbangan yang matang untuk menggulingkannya hanyalah " ahlul halli wal aqdi" yang merupakan presentasi dari seluruh ummat,yang dipilih dari para ulama dan para cerdik pandai. Bukan sembarang orang,ataupun rakyat awam yang terkadang hanya memiliki semangat tanpa ilmu.

Inilah fikih yang benar dalam menyikapi penguasa yang zalim, seluruhnya berdasarkan dari keterangam Quran,Sunnah dan penerapan dari para ulama dari masa ke masa.

Bukan tindakan ceroboh sebagaimana yang telah dilakukan kaum khawarij dari zaman digulingkannya Usman bin Affan hinga saat ini. Tindakan yang lebih banyak menyengsarakan rakyat,mengalirkan darah mereka dan membuat lemah negeri-negeri mereka.

• Disarikan dari kitab Al-Ahkam fi Sabri Ahwal al-Hukkam  wama Yusra'u Lirra'iyyah fiha minal Ahkam.Karya Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir ar- Ruhaili.
----------
Bandara Adi Sumarno, Solo 29 Rabiul Akhir 1437/ 27 Jan 2017.

Pesantren wahabi yang beredar di Indonesia


1. Ma’had Imam Bukhori – Solo
2. Ma’had Al-Ukhuwah – Sukoharjo
3. Ma’had Ibnu Abbas – Sragen
4. Ponpes Islam Al-Irsyad – Semarang
5. Ma’had Al-Furqon – Gresik
6. Ma’had Ali bin Abi Thalib – Surabaya
7. Sekolah Dirosah Islamiyah – Sumbersari
8. Ma’had Al-Qudwah – Kediri
9. Ma’had Abu Huroiroh – Mataram
10. Ma’had Al-Furqon – Pekanbaru
11. Ponpes Salman Al-Farisi – Kediri
12. Ma’had Imam Syafi’i – Banyuwangi
13. Ma’had Minhajul Sunnah – Bogor
14. Yatim Ibnu Taimiyah – Bogor
15. Ma’had Hidayatunnajah – Bekasi
16. Ma’had Ibnu Hajar – Jakarta Timur
17. Ma’had Ibnu Qayyim Al Jauziyah – Balikpapan
18. Ma’had Ummahatul Mu’minin – Jakarta Pusat
19. Ma’had Riyadusholihin – Pandeglang
20. Ma’had Al-Ma’tuq – Sukabumi
21. Ma’had Rahmatika Al-Atsary – Subang
22. Ma’had Assunah – Cirebon
23. Pnpes Annajiyah – Bandung
24. Ma’had Assunnah – Tasikmalaya
25. Ma’had Ali Imam Syafi’i – Cilacap
26. Islamic Center Ibnu bin Baz – Bantul
27. Ma’had Jamilurrohman – Bantul
28. Ma’had Madinatul Qur’an – bogor
29. Pondok Al Umm – Malang
30. Pondok Pesantren Imam Syafi’i – Aceh
31. Pondok Pesantren Ibnu Katsir – Jember
32. Sekolah Tinggi Dirasah Islamiyah Imam Syafi’i – Jember
33. Arrahmah – Semanding, Malang

Jika Anda tidak percaya, silakan cek langsung, apa kurikulum yang diajarkan? Aqidahnya ikut imam siapa? Fiqih nya bermadhab apa? Apakah mereka setuju dengan konsep tasawwuf nya Imam Ghazali atau Imam Junaidi? Apakah pesantren mereka mempraktekkan ziarah ke makam auliya, terutama tiap Jumat sebagaimana pesantren Aswaja lainnya?

Apakah mereka juga mempercayai karomah wali Allah yang telah wafat? Ataukah pesantren mereka suka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw tiap tahun? Masihkah ustadz mereka bertawasul sebelum berdoa?

Jika tidak, dapat dipastikan mereka adalah kelompok wahabi/salafi takfiri “yang suka mensyirikkan bahkan mengkafirkan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah (Nahdlatul Ulama). Jangan tergiur dengan metode atau sistem pendidikan dan tawaran beasiswanya sebelum Anda cek manhaj ta’lim nya sesuai Aswaja atau tidak.

Masih banyak pondok pesantren yang jauh lebih berkualitas daripada yang tersebut di atas, dan sesuai dengan ajaran Sunni-sufi Ahlusunnah Wal Jamaah (Nadlatul Ulama), paham yang selama ini makin paling dibenci oleh kalangan mereka.

Carilah daftar pesantren/ma ‘had/yayasan pendidikan selain mereka dengan banyak program unggulan. baik dalam bentuk Program Pesantren Modern Terpadu ataupun Ma’had dengan Program Hafiz “Menghafal Al-quran”. Ada juga ponpes Aswaja yang memiliki Program Qiroah sab’ah dan bersanad hingga Rasulullah.

Banyak pula pesantren yang mengajarkan takhasus salafiyah “Murni Mengkaji Kitab Kuning” hingga ke jenjang Ma’had Aly Setara S1 yang sudah diakui oleh menteri agama. Konsultasi ke tim AyoMondok RMI PBNU sangat diperlukan jika Anda kebingungan mencarikan pesantren ke anak-anak Anda.

http://www.islamnusantara.com/hati-hati-memondokkan-anak-inilah-daftar-pesantren-wahabi-yang-perlu-dihindari/

Ujian TOJFL Bahasa Jawa


*TOJFL*
*_(Test of Javanese as Foreign Language)_*
*1) Jatuh tersandung akar pohon yang melilit di tanah saat berjalan
a. Kebelet
b. Kepater
c. Kepada
d. Kesrimpet
*2) Jatuh krn kaki masuk ke sela2 lantai yg terbuat dari bambu saat berjalan di rumah panggung
a. Keblusuk
b. Keblasak
c. Nyelempit
d. Kecemplung
*3) Saat berjalan, tdk melihat ada anak tangga di depan, shg hilang keseimbangan langkah kemudian terjatuh:*
a. Kesrimpung
b. Kejolak
c. Kesandung
d. Keblasak
*4) Tukang beras sedang ngangkut beras, lalu ada lubang kecil di ujung karung, maka jatuhnya beras dari karung disebut:*
a. Mbrobol
b. Mrucut
c. Mancur
d. Ngicrit
*5) Saat menyeberang sungai yg dihubungkan oleh dua batang bambu, lalu di tengah2 kehilangan keseimbangan, dan jatuh ke sungai:*
a. Gentawil
b. Genteyoran
c. Krungkeb
d. Kepengkok
*6) Kiper menahan bola jatuh, dan ditahan dg kedudukan tangan yang salah lantas terkilir, disebut:*
a. Kepengkok
b. Krungkeb
c. Kepluntir
d. Kecethit
*7) Anak kecil jalan di pinggir kolam, lalu ada hantu lewat, krn kaget dia jatuh ke kolam, disebut
a. Mlipir
b. Kecemplung
c. Mrosot
d. Kepater
*8) Saat memanjat pohon, lalu jatuh, tapi masih sempat megang dahan2 sblm jatuh ke tanah, disebut
a. Gentawil
b. Lungkrah
c. Mbrasak
d. Nungsep
*9) Di saku ada kelereng. Ternyata sakunya lubang, kelereng jatuh satu persatu sampai habis, jatuhnya kelereng disebut
a. Ketlingsut
b. Mbrobol
c. Mrucut
d. Merat
*10) Berjalan di pematang sawah, tiba2 didorong oleh teman, sampai terjatuh ke dalam sawah, disebut
a. Ngrobyok
b. Krungkeb
c. Nyungsep
d. Ndlosor
*11) Jika Anda pusing menjawab, maka disebut
a. Puyeng
b. Ngelu
c. Nggliyeng
d. Uyeng-uyeng
*12) Cairan dengan 'kekentalan' _viscositas_ sedang, keluar melalui suatu lubang dengan tekanan dan volume kecil disebut
a. ngecrit
b. ngecrut
c. ngecrot
d. Mancur
*13) Ketika berjalan dijalan yg licin, kemudian terpeleset dan jatuh kebelakang, disebut:*
a. nggeblag
b. mblenthang
c. nyungsep
d. Mlumah
*14) Suatu benda yg terdiri dari kesatuan benda kecil-kecil, yang terlepas satu persatu bagian-bagiannya karena kehilangan sifat kohesi. Langkah tersebut dinamakan:*
a. mrithili
b. mrotholi
c. mbrodholi
d. nggregeli
*15) Meminum suatu cairan langsung dari tempat aslinya tanpa menyentuhkan mulut ke tempatnya:*
a. ngokop
b. nyruput
c. nyerot
d. Nyedot
*16) Membuka paksa suatu lubang sempit yg lentur dgn menggunakan ibu jari kanan dan kiri
a. ngrogoh
b. nyuthik
c. njembeng
d. nyethot
*17) Nyethot (A) vs njiwit (B), hubungan kadar rasa sakitnya adalah
a. A>B
b. A<B
c. A=B
d. semua jawaban benar
*18) Mak jeganggik
a. Tiba-tiba
b. Kaget
c. Mustahil
d. Tanggung
*19) Bau yang kurang enak disebut:*
a. Prengus
b. Kecing
c. Penguk
d. Ting klenyit
*20) Berantakan
a. Ting klenyit
b. Mblader
c. Ting penthalit
d. Ting klejing
*21) Gelas berada dipinggir meja hampir jatuh disebut
a. Gedhawel
b. Gayutan
c. Mingklik - mingklik
d. Delosor
*Selamat mengerjakan ...!!!*

JANGAN HANCURKAN DAKWAH DENGAN SIKAPMU YANG NGAWUR DAN TIDAK DEWASA

KH. Mustofa Bisri

Saya kadang merasa aneh melihat saudara saya *umat Islam* yang memiliki sifat seperti anak-anak, ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya... Padahal Alquran sudah mengatakan untuk Berbuat Adil karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan.... Tapi begitulah sifat anak2 kadang tidak bisa menerima nasehat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri

"Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan.
Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda.
Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda.
Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda.
Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda."
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?.

Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad SAW pada seorang *yahudi tua yang tiap hari meludahi & melempari kotoran padanya?* Ia jenguk dan doakan sang yahudi ketika yahudi itu sakit.

Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad SAW pada seorang *yahudi buta yang tiada hari tanpa mencacinya?* Ia suapi setiap hari dengan tangannya sendiri yang mulia tanpa sang yahudi tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad SAW yang selalu ia caci.

Itulah Islam. _*Ber-Islamlah seperti Islam-nya Muhammad SAW, bukan Islam ala egomu*_.

Jangan sampai kau hanya ber-Islam, tapi kau kehilangan Muhammad SAW
Jangan lemahkan Islam yang kuat dengan tindakan kerdilmu.
Jangan hinakan Islam yang suci dengan perbuatan nista

Monggo dishare....agar Indonesia lebih adem dan dijauhkan dr perpecahan.

DIBUTUHKAN MASJID RAMAH ANAK


01 | Saya ingin berbagi pengalaman kawan saya yang berjuang agar anak-anak punya hak untuk berada di dalam masjid.

02 | Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid.

03 | Anak-anak dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yg terang-terangan menulis larangan anak masuk masjid.

04 | Bahkan ada orang dewasa yang tak segan-segan menghardik dan mengancam mereka jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan.

05 | Anak-anak pun mencari tempat alternatif hiburan. Pilihannya playstation dan game online. Permainan menyenangkan. Penjaganya pun menyambut ramah.

06 | Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yg menolak, sebab waktu kecil selalu dimusuhi saat di masjid.

07 | Sifat Allah yg Maha Rahman tak muncul dalam perilaku sebagian pengurus masjid yg galak dan suka bentak anak.

08 | Anak-anak lebih mengenal Allah yang Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sebab mereka banyak dihukum dan dimarahi jika bermain-main di masjid.

09 | Pun jika ada anak yang sungguh-sungguh ibadah. Ternyata banyak mereka yang tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal.

10 | Padahal hak ada di shaff depan adalah yg datang duluan, bukan berdasarkan usia.

11 | Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak-anak. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. Anak-anak dianggap warga kelas dua.

12 | Masjid sebagai pusat display agama, seharusnya menjadi tempat untuk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan.

13 | Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar karena trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di masjid.

14 | Masjid kalah bersaing dengan mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum.

15 | Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yang lain yang diajarkan rasul : memuliakan anak-anak khususnya di masjid.

16 | Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dengan digendong seraya bermain di masjid.

17 | Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya.

18 | Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak-anak puas bermain di masjid.

19 | Kisah-kisah Rasul yang memuliakan anak di masjid mungkin jarang terdengar atau sengaja dilupakan sebagian orang. Padahal mereka mengaku pencinta rasul.

20 | Alhamdulillah setelah banyak dialog dengan pengurus masjid yang melarang anak-anak, akhirnya ada juga yang tercerahkan meski awalnya marah-marah.

21 | Bahkan ada yang berinisiatif membuat area bermain bagi anak-anak serta menyediakan pampers bagi mereka.

22 | Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yang menjauhkan mereka dari agama.

23 | Jika sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kapan harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima.

24 | Indahnya jika kita lihat anak-anak saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama-lama disana. Masjid pun ramai.

25 | Orang dewasa lain yang malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yg ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan masjid.

26 | Jika masjid ramai, maka tak ada lagi yang ribut dengan konser lady gaga atau sejenisnya. Sebab masyarakat sepakat menolak. Mereka semua hatinya terpaut ke masjid.

27 | Jadi dari sekarang, mari buat masjid sebagai tempat yang nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak-anak. Kelak mereka yang akan memakmurkan masjid.

28 | Jika sudah terlanjur, bikin iklan ke warnet-warnet dan gameonline, bahwa masjid sekarang asyik lho. Bahkan punya area bermain. Niscaya warnet sepi.

29 | Mudah-mudahan ada pengurus masjid yg baca postingan ini dan memulai gerakan ajak anak ke masjid. Saya berdoa semoga terwujud.
*Semoga Banyak Umat Muslim yg Tercerahkan... AAMIIN...*

SEJARAH KETUPAT

Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

*Arti Kata Ketupat.*

Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.

*Ngaku Lepat.*

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

*Laku Papat.*

1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.

*Lebaran.*
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.

*Luberan.*
Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

*Leburan.*
Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

*Laburan.*
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

*FILOSOFI KUPAT - LEPET*

*KUPAT*
Kenapa mesti dibungkus janur?
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur).

*LEPET*
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Betapa besar peran para wali dalam memperkenalkan agama Islam.

KENAPA LULUSAN SMP ATAU SMA BISA LEBIH KAYA DAN MAKMUR DIBANDING LULUSAN S1 ATAU S2?

Di blog yang saya kelola (alamatnya di sini : www.strategimanajemen.net), saya sudah beberapa kali  menampilkan profil anak muda yang cuma lulusan SMP atau SMA, namun hidupnya relatif makmur dan melimpah.

Yang pertama, anak ndeso yang cuma lulusan SMP bernama Darmanto, yang kini jadi national internet expert dan berkantor dari rumahnya di desa Kranggil, Pemalang.

Yang kedua, Afidz, lulusan SMP yang jadi juragan soto Lamongan dan bertekad segera mengumrohkan orang tuanya ke tanah suci.

Di sisi lain, kita acap melihat anak muda lulusan S1 bahkan S2 yang masih menganggur. Atau juga sudah bekerja namun dengan penghasilan pas-pasan. Bulan masih tanggal 9, gaji sudah habis. Pening deh kepala.

Pertanyaannya : kenapa bisa begitu? Kenapa anak lulusan SMP bisa lebih makmur dibanding lulusan S2? Sajian pagi ini akan menelisiknya dengan gurih dan merenyahkan.

Memang tak jarang kita melihat pemandangan yang paradoksal seperti itu : saat orang-orang yang hanya lulusan SMP bisa begitu sukses, sementara ribuan sarjana S1 dan bahkan S2 terpuruk dalam duka dan kepahitan yang mengigil.

Kenapa bisa begitu?

Ada setidaknya tiga elemen kunci yang barangkali bisa menjelaskan ironi getir semacam itu.

Faktor # 1 : The Power of Kepepet.

Mungkin orang-orang lulusan SMP itu bisa sangat sukses karena faktor kepepet. Justru karena kepepet, mereka sukses. Justru karena kepepet, mereka dipaksa melakukan something yang membuat mereka bisa melenting.

Sederhana saja, ijasah mereka hanyalah lulusan SMP. Dengan ijasah SMP, perkerjaan bagus apa yang bisa diharapkan?

Tak ada pilihan lain : jika mereka ingin mengubah nasib lebih makmur, pilihannya adalah melakukannya dengan jalan merintis usaha sendiri.

Mereka dipepet oleh keadaan : mau hidup miskin selamanya (karena sulit dapat kerja dengan hanya mengandalkan ijasah SMP) atau nekad membangun usaha sendiri yang berpotensi sukses besar.

Orang dengan ijasah S1 dan S2 mungkin tidak punya faktor kepepet seperti itu : ah, santai saja toh nanti saya pasti dapat pekerjaan.

Dan begitu sudah dapat pekerjaan (meski dengan gaji seadanya), tetap tidak ada “faktor yang me-mepet” dirinya : ah meski gaji segini kan saya bisa tetap hidup oke.

Pelan-pelan, perasaan semacam itu membuatnya masuk zona nyaman (comfort zone). Dan persis disitu, faktor kepepet menjadi mati.

Padahal seperti yang kita lihat, faktor kepepet justru yang bisa memaksa orang – bahkan lulusan SMP sekalipun – untuk melakukan something extraordinary. Kepepet karena tidak banyak pilihan mungkin bukan kutukan. Ia justru berkah terselubung yang bisa membuat orang menapak jalan kesuksesan.

Faktor # 2 : The Darkness of Gengsi.

Orang-orang lulusan SMP mungkin tidak lagi punya gengsi. Lhah cuman lulusan SMP, apa lagi yang mau dipamerkan.

Namun justru karena itu mereka tidak merasa rikuh untuk memulai usaha dari bawah sebawah-bawahnya : mulai dari pemulung misalnya, sebelum pelan-pelan merangkak menjadi juragan barang bekas.

Dan kisah orang sukses lulusan SMP banyak bermula dari jalur marginal seperti itu : mulai dari jualan gerobak bakso keliling di jalanan yang berdebu hingga punya 70 cabang. Mulai dari kuli  keceh sablon hingga punya pabrik kaos sendiri.

Lulusan S2 dan S2 mungkin tidak punya keberanian seperti itu. Lhah saya kan lulusan S2, masak suruh dorong gerobak soto lamongan. Lhah, masak saya harus keliling ke pasar-pasar jualan kaos, kan saya sudah sekolah S1 susah-susah, bayarnya mahal lagi. Apa kata dunia?? (Dunia ndasmu le).

Dan persis mentalitas gengsi seperti itu yang barangkali membuat banyak lulusan S1 dan S2 menjadi yah, gitu-gitu deh nasib hidupnya.

Orang lulusan SMP tidak punya mentalitas gengsi seperti itu. Mereka mau berkeringat di jalanan yang panas dan berdebu, demi merintis impiannya menjadi juragan yang makmur dan kaya.

Faktor # 3 : The Magic of Street Smart.

Orang-orang lulusan SMP yang tak punya kemewahan berupa ijasah perguruan tinggi itu, mungkin dipaksa belajar dari kerasnya kehidupan di jalanan. Dari kerja keras mereka di jalanan yang panas dan berdebu dan penuh lika liku.

Dan dari kerja keras di jalanan yang berdebu itu mungkin anak lulusan SMP tadi justru bisa mengenal “ilmu street smart” – kecerdasan jalanan yang tak akan pernah bisa diperoleh oleh para lulusan S1 dan bahkan S2 dari ruang kuliah yang acap “berjarak dengan realitas”.

Street smart yang mereka dapatkan dari jalanan itu pelan-pelan kemudian bisa membuat mereka benar-benar lebih cerdas dibanding lulusan S1 dan bahkan S1; meski cuma lulusan SMP.

Anak lulusan SMP yang langsung berjualan gerobak soto Lamongan mungkin bisa lebih cerdas tentang “ilmu pemasaran dan manajemen pelayanan pelanggan” dibanding anak-anak lulusan S1 yang sok belajar teori tentang customer service atau branding strategy (sic!).

Street smart barangkali yang ikut menjelmakan orang-orang lulusan SMP untuk merajut jalan hidup sukses yang penuh kemakmuran.

Demikianlah, tiga elemen kunci yang boleh jadi merupakan pemicu kenapa lulusan SMP bisa lebih kaya dibanding lulusan S1 dan S2 : the power of kepepet, the darkness of gengsi dan the magic of street smart.

Salam Sukses Penuh Keberkahan,

Yodhia Antariksa

KISAH DOSEN UIN SUNAN AMPEL SURABAYA SETELAH SHALAT IEDUL FITRI DI MASJID ULUL ALBAB

Usai sholat Ied Fitri di masjid Ulul Albab... saya beranjak hendak pulang. Tapi ketika diparkiran saya menghentikan langkah ketika ada sebuah tas tergolek di dekat kendaraan saya. Dengan hati-hati saya angkat tas itu. Sedikit agak berat. Tapi saya tidak tahu siapa pemilik tas ini.

Rasa penasaran, dengan terpaksa demi untuk mengetahui identitas pemiliknya, saya buka tas itu dan menemukan sebuah amplop besar dari nama sebuah bank. Saya baca didalamnya juga ada nama dan alamatnya serta tulisan sejumlah uang. 5 tumpukan uang pecahan rp.100 ribu. Saya kaget. Antara bingung dan rasa amanah saya keluar masjid. Uang ini harus dikembalikan ke pemiliknya.

Saya bergegas memacu mobil ke alamat yang ada dibungkusan uang itu. Ketika sampai, saya coba beri salam dan mengetuk pintu pagar rumah. Keluar seorang laki-laki yg sudah berumur berperawakan tinggi, berkulit putih cerah kearab-araban yang menanyakan mau ketemu siapa? Saya bertanya, "Saya mau bertemu Bapak Haji Salim. Apakah ada?"

"Saya nama yang saudara cari. Ada apa ya?"

"Pak Haji tadi sholat di masjid Ulul Albab' ?", tanya saya.

"Ya. Betul"

"Pak Haji tadi bawa apa ketika sholat?"

Laki-laki itu menjawab, "Astaghfirullah.. iya .. saya bawa tas coklat dan dari tadi saya mencari-carinya.. Saya lupa dimana nyimpannya." Pandangannya kearah saya penuh selidik.

Saya kembali ke mobil dan mengeluarkan tas yang tadi diketemukan di masjid. "Tas yang ini bukan pak?"

"Ya... yang itu.. Aduh Alhamdulillaah.. terima kasih nak. Dalam tas ini bapak nyimpan uang dari Bank ."

"Maaf demi untuk mencari pemiliknya terpaksa saya melihat isinya , pak.."
Saya serahkan tas itu dan minta diri untuk pulang.

Tapi saya ditahan pak Haji Salim, "Tunggu nak, ada yang ingin bapak sampaikan padamu sebagai rasa terima kasih bapak."

Pak Salim yang berwajah arab ini lalu memanggil nama seorang wanita. Tidak lama kemudian muncul seorang wanita cantik berhijab tersenyum ramah kepadaku.  _Masya Allah.... hati ini mulai berdetak kencang_

*"Nak ini anak saya. Dia belum menikah. Dia janji akan menikah dengan laki-laki yang baik dan jujur seperti kamu."*

Saya kaget. Dengan tergagap saya berkata, "Maaf pak, saya sudah beristri. Saya belum bilang apa-apa ke istri saya tentang rencana bapak ini."

Pak Salim tersenyum, dia bertanya dengan sabarnya, "Tenang nak, bapak nanti yang minta idzin ke istrimu. Ada no hpnya?"

Saya mengangguk lalu memberikan no hp tsb. Pak Haji Salim mencatat nomor HP saya dan langsung menelpon ke istri saya. Tubuh saya tiba-tiba gemetar saking gemetarnya sampai seperti diguncang-guncang apalagi saat telpon diberikan kepada saya katanya istri saya mau bicara, kemudian terdengar suara istri saya sambil menggoyang-goyang tubuh saya...
_Pa bapa bangun..._

_Tolong angkat Gallon Aqua...!_

_Hadeeuuww...._
😬😬😬😬😬☺☺😉😉

KISAH FADHILAH MEMBACA SHOLAWAT NABI

Dinukil dari kitab Kifayatul Atqiya' Sayyid Bakri

📌📌 Sufyan AsTsauri -semoga Allah merahmatinya- berkata;

   " ketika aku sedang thowaf aku melihat seorang lelaki yg tdk mengangkat kaki dan meletakkannya kecuali dia membaca sholawat kpd Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa alihi wasallam,
kemudian aku berkata kpdnya : " wahai orang yg thowaf, sesungguhnya engkau meninggalkan bacaan tasbih dan tahlil dan engkau terus menerus membaca sholawat, adakah sesuatu dibalik semua ini ?"
dia berkata : " siapakah dirimu -semoga Allah mengampunimu- ? "
" aku sufyan as tsauri " jawabku.
dia berkata : " jikalau engkau bukanlah orang yg langka dizamanmu tdk akan kuceritakan keadaanku dan tdk akan ku perlihatkan rahasiaku ."
kemudian dia berkata, " aku keluar bersama ayahku menuju kebaitulloh utk ibadah haji hingga sampai disuatu tempat ayahku sakit. ku obati dia, ketika aku berada disampaingnya tiba2 dia meninggal dan wajahnya menghitam. " inna lillahi wa inna ilaihi roji'un " ucapku, ayahku meninggal dan wajahnya berwarna hitam.
kemudian kutarik sarungnya keatas utk menutupi wajahnya, saat itu aku sangat ngantuk dan akhirnya tertidur. dalam tidur aku melihat ada seorang lelaki yg belum pernah ku lihat seorang pun yg lebih tampan darinya, juga tdk lebih bersih bajunya dan wangi baunya, dia melangkah hingga mendekati ayahku, kemudian dia membuka sarung yg menutupi wajah ayahku dan mengusapkan tangannya pada wajah ayahku kemudian wajah itu menjadi putih.
kemudian dia berpaling dan pergi, kemudian ku pegang bajunya dan aku berkata, " siapakah anda -semoga Allah merahmatimu- ? Allah telah memberikan anugrah denganmu terhadap ayahku di tempat yg asing ini."
dia berkata, " apakah engkau td mengenaliku ? aku adalah Muhammad bin Abdullah
shohibul qur'an, sesungguhnya ayahmu adalah orang yg telah melampaui batas dirinya tetapi dia dulu banyak membaca sholawat kpdku, maka ketika terjadi apa yg sdg terjadi dia meminta tolong kpdku dan aku adalah orang yg suka menolong terhadap orang yg memperbanyak baca sholawat kpdku."
kemudian aku terbangun dan wajah ayahku sudah berubah menjadi putih kembali.

"ALLAHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD, ALLAHUMMA SHOLLI WASALLIM WABAARIK 'ALAIIH"

Bob Sadino

Kawan...

Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama.

Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, keduanya sama2 dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.

Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yg kita alami tetaplah sama.

Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.

Kawan...

Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.
Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama... Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka- itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup :

1. Jangan mendidik anak mu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.

2. Kata2 yg terbaik di Inggris :
"Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat2an sebagai makanan."

3. Seseorang yg mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu karena walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan.

4. Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia" Hanya yg bijak yang mengerti tentang itu.

5. Hidup itu antara
"B" birth (lahir) dan "D" death (mati), diantara nya adalah ada "C" choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita.

Kawan... Jika kamu mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika kamu ingin berjalan jauh, jalanlah bersama sama.

6. Ada 6 dokter terbaik,
1. Keluarga
2. Istirahat
3. Olah raga
4. Makan yg sehat
5. Teman
6. Tertawa

Nikmati hidup dan tetap bersandar pada ALLAH S.W.T ..moga kita bisa menjadi orang yg bahagia d dunia dan bahagia d akhirat...aamiin...

MAKNA SURAH AR-RAHMAN YANG DIULANG


_Bismillahirahmanirrahiim...._

***Didalam Surah Ar-Rahman ada pengulangan satu ayat yg berbunyi :

        _*فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ*_
ِ _"Fabiayyi alaa'i rabbi-kumaa tukadzdzibaan"_
Artinya : *"Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang ''Kamu Dustakan'?"*

**Kalimat ini diulang-ulang sebanyak 31x oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Apa gerangan makna kalimat tersebut ?

**Setelah Allah menguraikan beberapa nikmat yg dianugerahkan kepada kita, lalu Allah bertanya :

*"Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang Kamu Dustakan'?"*

**Menarik untuk diperhatikan bhw _*Allah menggunakan kata*_ _*"DUSTA",_bukan kata_"INGKAR"*_

**Hal ini menunjukkan bahwa Nikmat yg Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingkari. Yg sering dilakukan manusia adalah 'Men-Dusta-kan' NYA.

** *Dusta* berarti *_'Menyembunyikan Kebenaran'._*

**Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah *'Diberi Nikmat' oleh Allah*, tapi mereka 'menyembunyikan Kebenaran itu, sehingga mereka...
*MENDUSTAKANNYA...*

**Bukankah kalau kita mendapat rezeki banyak, kita katakan bahwa itu karena hasil dari 'Kerja Keras' kita...???

**Kalau kita berhasil meraih gelar Sarjana S1/S2 bahkan S3, itu kerana 'Otak Kita' yg cerdas...???

**Kalau kita sehat, jarang sakit, itu kerana 'kepiawaian kita', kita 'Pandai Menjaga' Pola  Makan & Rajin ber-Olahraga, dlsb.

**Semua nikmat yg kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha kita, tanpa sedar, kita telah melupakan Peranan Allah,
» Kita sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan yg kita raih.
» kita dustakan bahwa sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.

*"Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang Kamu dustakan...?"*

✅Kita telah bergelimang kenikmatan :
» KeSehatan,
» Pendidikan,
» Jabatan dan Fasilitasnya,
» Harta,
» Pasangan Hidup,
» Anak-anak,
» Status sosial...

_*Semua Nikmat itu akan Ditanya pada Hari Kiamat Kelak.*_

_"Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan 'Nikmat' yg kamu peroleh saat ini"_  (QS At-Takatsur : 8)

✅Sudah siapkah kita menjawab & mempertanggung jawabkannya...???

_"Dan jika kamu menghitung Nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya._ (QS An-Nahl : 18)

*✅Tidak patutkah kita Bersyukur Kepada-NYA...?*

» _Ucapkan *Alhamdulillah.*_
» _Berhentilah mengeluh, apalagi membanggakan diri._
» _dan Jalani Hidup ini dg ikhlas, tawadhu sebagai bagian dari ''Rasa Syukur'' kita._

_*Semoga Bermanfa'at*_

Latar Belakang Munculnya Kebiasaan Mengafirkan

SALAH satu fenomena yang cukup menghebohkan dunia Islam saat ini adalah adanya sekelompok umat yang aktif mengkafirkan kelompok lainnya. Mereka memandang bahwa orang-orang yang ada di luar kelompoknya, atau yang tidak berbaiat kepada imam mereka sebagai kafir, murtad dan keluar dari Islam. Bahkan terkadang dosa-dosa yang dilakukan oleh umat Islam ini sudah cukup dijadikan dasar oleh mereka untuk memposisikan umat Islam di dalam kekafiran.
Lebih jauh lagi, para pemimpin negeri Islam dan termasuk juga ulama pun dikafirkan karena dianggap mendiamkan kemungkaran. Jadi dalam pandangan mereka, tidak harus menjalankan kemungkaran, tapi sekedar mendiamkan kemungkaran pun sudah bisa membuat seseorang atau sebuah pemerintahan menjadi kafir. Maka setiap kali berbeda pendapat dengan orang lain, mereka dengan mudah menyerang lawan bicaranya itu dengan julukan kafir. Seolah-olah di dunia ini hanya dirinya saja yang berhak menganut agama Islam, sedangkan orang lain sangat rentan untuk menjadi kafir.
Untuk bisa menanggapi fenomena tersebut, tidak ada salahnya bila kita coba untuk menelusuri latar belakang dan motivasi yang menyebabkan sebagian saudara kita melakukannya. Sebab dengan mengenal latar belakang dan motivasinya, kita bisa memahami alur berpikir mereka. Dan dengan itu, kita pun bisa melakukan koreksi dan memberikan masukan yang positif atas pendapat itu.
A. Fenomena tersebarnya kekufuran, kemaksiatan serta kemurtadan di tengah masyarakat Islam memang sudah sedemikian parah. Para penyeru kebatilan menarikan tarian setan tanpa malu dan tanpa harga diri di depan hidung kita. Mereka dengan leluasa memanfaatkan media informasi untuk menyiarkan dan menyebarkan kebatilan tanpa ada upaya pencegahan yang berarti. Seks bebas, pelacuran, pemerkosaan, pencurian, khamar, narkotika, kolusi di antara penguasa serta pelecehan hukum dan agama telah membuat darah pendukung takfir ini bergejolak untuk bertindak.
B. Tingkat toleransi dari sebagian ulama yang terlalu berlebihan mengakibatkan tidak sabarnya kelompok pentakfir untuk segera mengeluarkan vonis kafir kepada siapa saja yang dipandang keluar dari ajaran Islam
C. Umumnya mereka yang suka mengafirkan orang lain itu adalah generasi muda punya niat ikhlas, semangat membara, fitalitas yang tingggi, taat beribadah, punya semangat amar makruf nahi mungkar dan punya rasa memiliki atas umat ini yang banyak. Dan paling utama adalah rasa keprihatinan mereka atas apa yang kita saksikan termasuk kerusakan moral, akhlak, adab Islam, kemurtadan dan tekanan kekuatan kafir. Semua problem itu demikian menyiksa batin mereka sehingga keluarlah mereka dari kearifannya dan masuk ke wilayah yang out of control.
D. Namun energi yang tinggi itu tidak diimbangi dengan kemampuan syar'iyah yang mendasar. Kurangnya latar belakang kafaah syar'iyah dan pendalaman bidang hukum Islam telah membuat mereka cenderung untuk mengambil ayat-ayat yang mutasyabihat dan meninggalkan yang muhkamat. Selain itu karena kurang luasnya wawasan mereka, sehingga seringkali mereka hanya menemukan sepotong dalil dan terluput dari dalil lainnya. Akibatnya pemahaman mereka menjadi sepotong-sepotong, tidak lengkap dan tidak komprehensif.......

_Time Share: _*~SB & KB~*_ 🤓🤓
SB: Santri Bersholawat.
KB: Keluarga Bersholawat.
_*~#Elek Tapi Digolek-i~*_

Namira Oh Namira

Sampai detik ini aku masih heran, kok bisa Lamongan punya masjid seperti ini. Namira memang masjid yang berbeda. Jamaah selalu membludak. Kalau Subuh bisa sampai seribu orang. Paling _dikit_ 500 orang dari banyak desa. Habis itu jamaah diberi sarapan gratis.

Pas puasa menyediakan makanan gratis sampai 2000 pax untuk buka puasa dan sahur siapa saja yang datang. Masjid ini juga jadi lokasi "kongkow" anak-anak muda. Kalau janjian ketemu mereka akan memilih ke Namira lalu mendiskusikan kegiatannya di sana.

Prinsipnya dasyat: _Uang sedekah jamaah harus kembali ke jamaah. Kami, takmir malu kalau uang jamaah menumpuk di kotak infak!_

Kalau bisa saldo itu nol rupiah. Yang artinya takmirnya kreatif karena berarti selalu punya program untuk jamaah masjidnya. Masjid kalau punya saldo tidak nol berarti masjid gagal. Takmirnya miskin kreativitas!

Sebagai putra asli Lamongan, aku jadi tertegun dengan konsep masjid ini. Buka 24 jam untuk musafir, boleh rehat dan tiduran di teras, bagi yang i’ktikaf disediakan kawasan tenda untuk menginap tidur, makanan sahur melimpah, _free wifi_ sepanjang hari, daya tampung parkir mencapai 400 mobil dan tiap minggu selalu mendatangkan penceramah baru dari berbagai kota.

Masih banyak kelebihan kelebihan lainnya yang sulit kutuliskan. Tapi inilah cikal bakal masjid madani itu. Saking banyaknya acara yang bermutu, donatur yang datang entah darimana datangnya semakin membanjir. Lagi-lagi takmirnya harus berpikir keras bagaimana menghabiskan uang itu. Makin habis makin datang donatur yang lebih besar!

_"Kami hanya ingin agar sedekah dari jamaah segera berubah jadi pahala. Justru kalau uangnya ngendon saja, kami sebagai takmir merasa berdosa. Sedekah mereka terlambat jadi pahala karena belum ada kegiatan yang diwujudkan dari uang yang kita terima. Makanya motto kami: Usahakan saldo bisa nol..!"_

Ya Allah... Terimakasih
Mudik ku benar-benar bermakna

Terimakasih juga untuk teman teman EU Lamongan yang mengajak saya untuk silaturahmi ke masjid ini: Gan Mustiko Adi Wibowo dan Gan Husni Balita.

Sumber: Tulisan seseorang di WA.

============================

Semoga menjadi inspirasi untuk para pengurus DKM dalam memakmurkan masjid-masjid Allah. Aamiin...

KEMULIAAN ORANG YANG SUKA BERSHOLAWAT KEPADA BAGINDA NABI MUHAMMAD ﷺ


۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Guru Mulia kita Al-Allamah Al-Arifbillah AL HABIB UMAR BIN SALIM BIN HAFIDZ memberi Nasehat tentang begitu Mulianya Orang yang senantiasa bersholawat :

Sesungguhnya ALLOH mempunyai 360 pandangan untuk diberikan. Kalau saya seorang hamba mendapatkan satu pandangan daripada ALLOH maka tidak akan celakalah selama-lamanya.

Dan malam Jum'at merupakan waktu pandangann daripada ALLOH. Umat-umat sebelum kita tidak mendapat petunjuk akan kemuliaan hari Jum’at. Dan dikhususkan untuk kita perbanyakkan bersholawat kepada junjungan besar Nabi Muhammad ﷺ pada hari Jum’at.

Baginda Rasululloh ﷺ bersabda,  Sesungguhnya hari yang paling baik kepada kamu adalah hari Jum’at maka perbanyakkan bersholawat kepadaku. Sesungguhnya sholawat kamu akan sampai kepadaku walau dimana kamu berada.

Wahai kamu semua yang mengharapkan pandangan daripada ALLOH, bersholawat lah kepada Rasululloh ﷺ. Tidak mungkin pandangan ALLOH tidak sampai kepada kamu kalau kamu bersholawat kepada Rasululloh ﷺ.

Kamu di sini sudah dibasahi dengan sholawat. Sesungguhnya sholawat adalah ikatan dan sambungan dengan Rasulullah ﷺ. Buah dan hasil sholawat itu sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Imam Tarmidzi dan perawi yang lain, sesungguhnya orang yang paling hampir denganku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.

Tahukah kamu betapa hebatmya kedudukan itu? Tahukah kamu alangkah hebatnya anugerah itu? Orang yang paling dekat dengan Baginda Rasululloh ﷺ di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadanya.

Sabdanya yang lain, barangsiapa yang bersholawat kepada Rasululloh ﷺ sekali maka ALLOH akan berselawat kepadanya 10 kali. Ini adalah merupakan bekalan kepada kaum mukminin sama ada dilakukan secara berjemaah atau sendirian, sama ada senyap-senyap ataupun terang-terangan.

Tidak berkumpul satu kaum di satu perkumpulan lalu tidak berzikir dan bersholawat kepada Baginda Rasululloh ﷺ melainkan mereka bersurai dalam keadaan rugi besar.

Orang yang membaca surah Al-Kahfi pada malam jumaat atau hari Jum’at, ALLOH akan berikannya cahaya sampai cahaya itu ke baitul atiq, cahaya itu memanjang sampai ke Jum’at yang akan datang.

Barangsiapa yang baca surah Ad-Dukhan pada malam Jum'at maka pada malam itu dia akan diampunkan oleh ALLOH.

Di dalam hadisnya yang lain, barangsiapa yang bersholawat kepada Rasululloh ﷺ selepas asar sebanyak 80 kali maka ALLOH SWT akan mengampunkan dosanya selama 80 tahun.

Dan barangsiapa yang bersuci atau mandi daripada rumahnya untuk menghadiri sholat Jum'at lalu dia mendengarkan khutbah Jum’at  dan tidak mengganggu sesiapa yang mau sholat Jum’at maka dia akan diampunkan oleh ALLOH SWT sehingga Jum’at yang akan datang ditambah lagi 3 hari.

Adakah kamu melihat dan mendengar fadilat-fadilat tadi?

Wahai umat Nabi Muhammad ﷺ tidakkah apa yang kamu telah didengarkan dengan anugerah-anugerah yang besar tadi?

Sehingga dikatakan bahawasanya para malaikat itu apabila melihat umat-umat sebelum Nabi Muhammad ﷺ diselamatkan oleh ALLOH daripada API NERAKA dan mereka mengatakan Alhamdulillah tapi malaikat tidak merasa takjub.

Tetapi yang mereka takjub apabila kalau ada umat Nabi Muhammad ﷺ yang TIDAK selamat daripada API NERAKA. Malaikat merasa takjub bagaimana dia TIDAK selamat sedangkan dia UMAT Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
....

Undangan Bersama Dukung KPK : Lawan Angket KPK!


Sebagaimana diduga sebelumnya, Hak Angket KPK akan dipergunakan oleh DPR untuk memperlemah KPK yang ujungnya adalah memperlemah pemberantasan korupsi. Setidaknya dapat dilihat dalam 3 hal. 1. Penggunaan angketnya yang oleh setidaknya 200 ahli hukum tata negara dinilai sebagai tidak lazim dan tepat. 2. Adanya ancaman untuk memblok dana Kepolisian karena mempertanyakan dasar dari pemanggilan paksa terhadap Miryam S. Haryani. 3. Ancaman untuk mempolisikan komisioner KPK karena dinilai melakukan countempt of parliament. Tiga rencana ini menjelaskan bahwa DPR memang lebih tepat dilihat melakukan pendekatan kekuasaan dibandingkan upaya menegakan hukum dan tentu saja mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Sejauh ini, KPK masih dapat bertahan. Tapi jelas, tanpa dukungan publik yang kuat, besar kemungkinan KPK akan makin lemah dan dengan sendirinya upaya pelemahannya akan makin mudah. Tak ada yang dapat menjaga KPK selain dari kekuatan elemen masyarakat madani.  Sejarah puluhan tahun sudah membuktikan hal itu. Kekuatan KPK selalu pada rakyat yang percaya bahwa KPK, sejauh ini,  bekerja untuk membuat Indonesia bebas korupsi. Oleh karena itu, kami mengundang kawan-kawan untuk terlibat serta dalam aksi dukungan untuk KPK lawan angket sewenang-wenang DPR.

Insya Allah akan dilaksanakan pada : Rabu, 5 Juli 2017, jam 14.00 - selesai, di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Inisiator:
1. Ray Rangkuti.
2. Romo Benny Susatyo.
3. Sebastian Salang.                    
4. Chalid Muhammad.
5. Jeirry Sumampow
6. Nong Darul Mahmada.     
7. Ari Nurcahyo.
8. Roy Salam.
9. Arif Susanto.
10. Muji Kartika Rahayu.
11. Rio Ismail.
12. Saiful Huda Ems (SHE).
13. Hermawan Sulityo
14. Beny Wijayanto
15. Yolanda Panjaitan                 
16. Syamsudin Haris
17. Sansulung Darsum.
18. Ahsanun Minan.
19. Andrian Habibi.
20. Abdullah Dahlan.
21. Arif Nur Alam.
22. Lucius Karus.
23. Beno Novit Neang.
24. Titi Anggraini.
25. Feri Amsari.
26. Muchtar Said.
27. Rodiah.
28. Agus Rianto.
29. M.  Iwan Satriawan.
30. Jojo Rohi.
31. August Leonardo.
32. Samsul Maarif.
33. Pieter G. Manoppo.
34. Henrek Lokra (PGI)
35. Theo Litaay.
36. Denni Pinontoan.
37. Tati Krisnawaty.
38. Palti Panjaitan.
39. Yusfitriadi.
40. Audy Wuisang.
41. Edy Siswoyo.
42. Evie Douren.
43. Sunanto.
44. Firmansyah Arifin.
45. Jimmy Endey.
46. Bobby RM. Wowiling.
47. Broery Kaloh.
48. Ferdy Rotinsulu.
49. Dolfi J. Suling.
50. Donald Pokatong.
51. Hamid Basyaib.
52. Harun Husen.
53. Fadli Ramadhani.
54. Raja Juli Antonio.
55. Isyana Bagus Oka.
56. Yunarto Wijaya.
57. Mayling Oey.
58. Syamsuddin Alimsyah.
59. Teguh Setiono.
60. Yuda Irlang.
61. Zaenal Arifin Mochtar.
62. Henny Supolo.
63. Adinda Tenriangke Muchtar
64. Didit Setiawan.
65. Abdul Sahid.
66. I Made Leo Wiratma.
67. Albert Purwa.
68. Andi Rizal Syahrir
69. Marlin Dinamikanto
70. Amdani Syam
71. M. Ichsan
72. Jhon Hendrik
73. Candra Soehartawan
74. Moch Syamsul Arifin

Sebarkan ke semua Grup WA

(Tuliskan nama Anda dinomor berikutnya!)